Senin, Desember 28

Equity Update 28 Desember 2015

Market Review

Mayoritas indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu dengan ditutup melemah tipis, Dow Jones melemah 51 poin (-0,29 %) pada level 17.552, S&P turun 3 poin (-0,16%) pada level 2.061 sementara Nasdaq ditutup menguat 2 poin (+0,04%) pada level 5.048. Saham-saham Wall Street berakhir melemah tipis pada perdagangan akhir pekan lalu. Pelemahan tipis tertekan oleh rilisnya data PHK resmi yang menunjukkan bahwa klaim pengangguran AS, indikator laju PHK yang merosot untuk pekan yang berakhir 24 desember. Pelemahan juga tertekan aksi prfit taking yang dilakukan oleh pelaku pasar setelah indeks mengalami kenaikan sejak perdagangan awal pekan. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan ditutup menguat, DAX menguat signifikan sebesar 239 poin (+2,28%) pada level 10.728 sementara FTSE menguat tipis sebesar 14 poin (+0,22%) pada level 6.255.

Bursa saham eropa kembali ditutup menguat merespon kembali menguatnya harga minyak dunia.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan rabu lalu langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan cukup signifikan pada mayoritas bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Aksi profit taking sempat menekan IHSG ditengah perjalanan. Namun, Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.650 per USD) mampu membuat IHSG berbalik menguat. Penguatan pada bursa saham asia dan pembukaan perdagangan bursa eropa yang mengalami penguatan turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Faktor-faktor positif tersebut membuat IHSG mampu kembali ke zona hijau. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 5 poin (+0,11%) pada level 4.523. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 5,4M di pasar regular dan negosiasi. Sektor industri dasar dan infrastruktur yang masing-masing menguat sebesar 4 poin (+0,86%) dan 5 poin (+0,48%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan rabu lalu.


equity28


Seiring bervariasinya pergerakan pada bursa saham global, penguatan pada IHSG dan penguatan pada nilai tukar rupiah akhir pekan kemarin, ditengah masih terjadinya aksi jual oleh investor asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.490 dan resistance 4.555. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PGAS(Spec Buy),  ASII(BoW), AKRA(BoW), dan  TLKM(SoS).


News Highlights

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) menorehkan kinerja gemilang di kuartal III 2015. Laba bersih perseroan yang telah diaudit selama sembilan bulan pertama tahun ini tercatat tumbuh 29,8% YoY. Laba bersih perseroan kuartal III 2015 tercatat sebesar Rp 378,11M, naik 29,8% dibanding Rp 291,15M pada periode yang sama tahun sebelumnya. Alhasil laba bersih per saham PTPP naik dari Rp 60 menjadi Rp 78 per saham. Pertumbuhan laba bersih tersebut seiring dengan peningkatan pendapatan 12,29% YoY menjadi Rp 8,77T. Pertumbuhan pendapatan ini terutama didukung oleh kinerja segmen properti dan realty.

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) akan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 150M di tahun depan. Untuk mendanai capex perseroan masih akan mengandalkan kas internal. Capex akan digunakan membeli tanah untuk akan perusahaan, merenovasi gedung, serta membeli peralatan proyek, peralatan IT, software IT dan lain-lain

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) masih menunggu-nungu revisi aturan Kontrak Investasi Kolektif melalui Dana Investasi Real Estate (DIRE). Perseroan berencana menerbitkan DIRE sebagai alternatif pendanaan untuk melanjutkan ekpansi jika aturannya menguntungkan. Asset recurring income perseroan yang berpotensi untuk diterbitkan ke DIRE saat ini sudah mencapai Rp 10T yang tersebar di di berbagai kota mulai dari Jabodetabek, Surabaya, Semarang dan lain-lain.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada 22 Desember kemarin telah menandatangani Perjanjian Kredit Nomor 102. Perjanjian itu dibuat dihadapan Dewi Hilmijati SH Notaris di Jakarta dimana perseroan telah memperoleh pinjaman fasilitas kredit investasi Rp550M.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) kembali mengubah rencana untuk menambah anak usaha yang ikut melantai di bursa saham. Tahun depan, perseroan akan memprioritaskan PT Wika Realty untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) dibanding dengan PT Wika Gedung. Padahal sebelumnya, emiten konstruksi pelat merah ini berencana akan fokus mengantarkan PT Wika Gedung lebih dahulu melantai di bursa saham lantaran kontribusinya terhadap laba bersih perseroan jauh lebih besar dibanding anak usahanya yang lain yang belum IPO.

PT United Tractors Tbk (UNTR) bersama dengan Sumitomo Corporation telah mencapai kesepakatan untuk mengembangkan ekspansi proyek Tanjung Jati B Pembangkit Tenaga Listrik Batubara unit 5 & 6. Selain itu perseroan pada 21 Desember 2015 telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli listrik (PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara. Proyek yang dikerjakan dengan skema Build, Operate and Transfer (BOT) ini adalah untuk membangun dua pembangkit listrik ultra-supercritical di Jawa Tengah dengan kapasitas masing-masing 1.000 MW dan mengoperasikan 2 unit pembangkit listrik tersebut serta memasok listrik ke PLN selama 25 tahun.



-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund


DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar