Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifikan, Dow Jones menguat 165 poin (+0,96%) pada level 17.417, S&P naik 18 poin (+0,88%) pada level 2.039 dan Nasdaq ditutup menguat 32 poin (+0,65%) pada level 5.001. Saham-saham Wall Street berakhir kembali menguat cukup signifikan melanjutkan penguatan hari sebelumnya, penguatan dipimpin oleh sektor energy dan bahan baku merespon menguatnya harga minyak dan komoditas dunia. Selain itu, bursa AS juga disokong oleh data anggaran belanja konsumen yang positif. Data yang di rilis kemarin juga menunjukkan ekonomi AS tumbuh 2% pada kuartal III, kenaikan ekonomi disokong oleh tingginya anggaran belanja konsumen. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup bervariasi, DAX melemah tipis 9 poin (-0,08%) pada level 10.489 sementara FTSE menguat cukup signifikan 48 poin (+0,80%) pada level 6.083. Bursa saham eropa ditutup bervariasi setelah melemah cukup signifikan dari awal pekan ini, bervariasinya bursa saham eropa merespon rebound nya harga minyak dan komoditas dunia, ditengah mulai sepinya perdagangan menjelang libur hari raya natal.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan cukup signifikan pada bursa saham AS langsung direspon oleh pelaku pasar. Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.671 per USD) mampu membuat IHSG berbalik menguat. Penguatan pada bursa saham asia dan pembukaan perdagangan bursa eropa yang mengalami penguatan turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Faktor-faktor positif tersebut membuat IHSG mampu bertahan di zona hijau sepanjang perdagaangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 27 poin (+0,60%) pada level 4.518. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 396,4M di pasar regular dan negosiasi. Sektor barang konsumsi dan perdagangan yang masing-masing menguat sebesar 45 poin (+2,22%) dan 7 poin (+0,89%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

Seiring penguatan pada mayoritas bursa saham global, penguatan pada IHSG dan penguatan pada nilai tukar rupiah kemarin, ditengah masih terjadinya aksi jual oleh investor asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.490 dan resistance 4.540. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: HMSP(Spec Buy), LPKR(BoW), ASII(BoW), dan BBCA(BoW).
News Highlights
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP Tbk (PTPP) memenangi tender proyek terminal penumpang Bandara Internasional Kertajati, Jawa barat. Di proyek senilai Rp1,39T ini, WIKA menjadi pemimpin konsorsium dengan porsi 55% dari total proyek. WIKA dan PTPP akan menggarap proyek bangunan utama penumpang atau Paket II Konstruksi Sisi Darat Tahap 1A Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati Majalengka. Pada 23 November 2015, PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB), pemilik proyek, menunjuk WIKA-PTPP setelah melalui evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi dan verifikasi. Dengan porsi tersebut, WIKA meraih kontrak senilai Rp 767,25M. Sedang PTPP mendapatkan Rp 627,75M.
PT PP Properti Tbk (PPRO) melaporkan kinerja pada Q3 2015 yang mengembirakan dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 313,93% atau naik 4,14X menjadi Rp205,89M atau Rp19,12 per saham dari laba bersih pada periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp49,74M atau Rp5,45 per saham. Pencapaian kinerja PPRO pada Q3 2015 ini didukung oleh lonjakkan pendapatan pokok Perseroan sebesar 245,86% menjadi Rp1,00T dari pendapatan pada periode yang sama tahun lalu yaitu Rp290,35M.
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) masih menunggu revisi aturan Kontrak Investasi Kolektif melalui Dana Investasi Real Estate (DIRE). Maklum, perseroan ini berencana menerbitkan DIRE sebagai alternatif pendanaan ekspansi. Aset recurring income yang potensial sebagai aset dasar DIRE sudah mencapai Rp 10T. Aset tersebut tersebar di berbagai kota dari Jabodetabek, Surabaya, Semarang dan lain-lain.
Total Bangun Persada Tbk (TOTL) memperoleh kontrak baru senilai Rp90M untuk proyek pembangunan bioskop di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Bioskop yang memiliki luas sekitar 24.400 meter persegi tersebut sudah dalam proses pembangunan dan bisa diselesaikan pada September 2016. TOTL menargetkan pendapatan tahun 2015 sebesar Rp2,3T, naik 9% YoY dibandingkan sebelumnya sebesar Rp2,11T. Sedangkan laba bersih ditargetkan Rp190M atau naik 15,85%. Total Persada menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2016 senilai Rp150M. Sumber dana capex tersebut dari kas internal.
PT Indofarma (Persero) Tbk bersiap ekspansi. Tahun depan, INAF menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 269,27M. Angka tersebut melonjak 99,45% dari Rp 135M tahun ini. Emiten farmasi pelat merah ini menganggarkan Rp 174,5M untuk bangunan dan instalasi. Kemudian, INAF menganggarkan pembelian mesin Rp 37,6M dan peralatan pabrik Rp 34,6M. Selain itu, ada pula pembelian kendaraan Rp 8M, peralatan kantor Rp 1,92M, dan implementasi ERP senilai Rp 12,66M. Untuk sumber pendanaannya, INAF akan mengandalkan pinjaman perbankan dengan porsi 70% dan dana internal 30%. Adapun, kas dan setara kas INAF tercatat Rp 14,79M di kuartal ketiga.
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) akan memperlambat laju ekspansi mulai tahun 2016 dengan pertimbangan utama kesehatan perusahaan. Ekspansi perseroan ke negara lain ditunda terlebih dahulu, termasuk ekspansi ke Myanmar. Hal ini dikarenakan perusahaan tidak ingin terlalu revolusioner karena harus mempertimbangkan kesehatan rasio utang, kondisi sosial dan politik. Walaupun demikian, perusahaan tetap menjajaki peluang ekspansi ke negara lain, seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Selain itu, AISA tidak akan gencar dalam peningkatan produksi beras dan pembangunan pabrik dalam negeri beberapa tahun ke depan. Selanjutnya, perseroan juga tengah mempertimbangkan rencana pernerbitan saham baru (right issue) untuk 2016.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan anak usahanya, Medco Energi Nusantara, telah menyelesaikan pembelian 51% saham Api Metra Graha (AMG), pemilik gedung perkantoran The Energy di SCBD, Jakarta Selatan. Nilai transaksi mencapai USD166,84 juta. Setelah pembelian saham AMG menjadi efektif, maka susunan pemegang saham AMG berubah menjadi Medco Energi Internasional sebesar 99,32% dan sisanya 0,68% milik Medco Energi Nusantara.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar