Market
Review
Indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan
kemarin
dengan ditutup menguat cukup signifikan, Dow Jones menguat 123 poin (+0,72%)
pada level 17.252, S&P naik 15 poin (+0,77%) pada level 2.021 dan Nasdaq
ditutup menguat 46 poin (+0,93%) pada level 4.969.
Saham-saham Wall Street berakhir menguat cukup signifikan mengakhiri pelemahan
pada hari sebelumnya, penguatan dipimpin oleh sektor tekhnologi dan sektor
keuangan. Beredarnya isu mengenai stimulus dari China yang menimbulkan
ekspektasi bahwa pemerintah China akan berupaya mendongkrak ekonomi mereka agar
tidak jatuh lebih dalam juga turut memberikan sentiment positif bagi pergerakan
bursa saham Wall Street. Penguatan ini terjadi ditengah masih terjadinya
pelemahan pada harga minyak dunia yang masih menekan saham-saham sektor energi.
Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah
cukup signifikan, DAX melemah 110 poin (-1,04%) pada level 10.498 sementara
FTSE melemah 17 poin (-0,29%) pada level 6.035. Bursa saham eropa ditutup
melemah cukup signifikan merespon masih berlanjutnya pelemahan pada harga
minyak dunia yang berhasil menekan harga saham-saham sektor energi.
Indeks harga saham gabungan mengawali
perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari
pelemahan signifikan bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar.
Namun, Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level
Rp13.808 per USD) mampu membuat IHSG berbalik menguat. Penguatan pada bursa saham
asia dan pembukaan perdagangan bursa eropa yang mengalami penguatan turut
memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Faktor-faktor positif
tersebut membuat IHSG mampu berbalik arah ke zona hijau. IHSG akhirnya ditutup
menguat sebesar 22 poin (+0,49%) pada level 4.491. Investor asing mencatatkan
jual bersih (foreign net sell) sebesar 502M di pasar regular dan negosiasi. Sektor industri dasar
dan infrastruktur yang masing-masing menguat sebesar 10 poin (+2,64%) dan 10
poin (+1,03%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
Seiring bervariasinya pergerakan bursa
saham global, penguatan pada IHSG dan penguatan pada nilai tukar rupiah
kemarin, ditengah masih terjadinya aksi jual oleh investor asing membuat IHSG
berpotensi untuk bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada
rentang support 4.450 dan resistance 4.560. Pergerakan keluar masuknya dana
asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing
mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati
antara lain: SSIA(Buy), BSDE(Buy), PPRO (Buy), dan SMGR(Spec Sell).
News Highlights
PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk (BMRI) akan mengkaji penurunan suku bunga kreditnya di tahun depan. Dengan
asumsi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang dipangkas 50 basis poin (bps)
atau 0,5% di tahun depan, diperkirakan bunga kredit Bank Mandiri juga akan
diturunkan di Semester II-2016. Selain itu, Mandiri berencana menaikan tingkat
suku bunga deposito nasabah kaya di tahun depan. Kebijakan ini seiring raupan
dana pihak ketiga perbankan dan tahun depan diperkirakan likuiditas perbankan
kembali mengetat. Kenaikan suku bunga deposito Bank Mandiri hanya diperuntukan
bagi nasabah kakap alias special rate,
sementara yang lainnya tidak berubah.
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (BBRI) mencatat pertumbuhan agresif dalam penyaluran kredit di
sektor minyak dan gas (migas). Hingga 30 November 2015, bank plat merah
tersebut sudah menyalurkan kredit di sektor migas sebesar Rp 11,2T, atau
mencapai 65% dari plafon yang ditargetkan di tahun 2015 sebesar Rp 17,24T.
Sementara tahun lalu, penyaluran kredit di sektor migas hanya sebesar Rp 5,42T.
Hampir seluruh kredit terdistribusi pada korporasi kakap yang menjadi
Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S). Kredit yang disalurkan sebesar Rp 16,19T
dengan nilai pinjaman rata-rata di atas Rp50M, dan sisanya Rp 1,05T oleh ritel
menengah sektor migas.
PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
kembali menyuntik modal anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR). Perseroan
menambah modal WTR sebesar Rp 519M. Dengan penambahan modal tersebut maka modal
dasar WTR meningkat menjadi Rp 6,5T. Persentase kepemilikan perseroan dalam WTR
mencapai 99,9%. Sebelumnya, WSKT telah menambah modal WTR sebesar Rp 1,051
triliun secara tunai. Penambahan ini dilakukan untuk tambahan modal pada PT
Solo Ngawi Jaya, PT Ngawi Kertosono Jaya dan pembelian saham di PT Trans Jabar
Tol (TJT).
PT Krakatau Steel (KRAS)
mendulang pundi-pundi pemasukan dari proyek pemerintah yang didapat. Dari
laporan keuangan perseroan terlihat bahwa penjualan bersih pada kuartal III,
sebesar US$ 993 juta, tumbuh hingga 48,8% dibandingkan kuartal sebelumnya tahun
ini, yakni US$ 667 juta. Namun pendapatan bersih YoY menyusut hingga 27%. Pada kuartal III
tahun lalu persoran berhasil mencetak pendapatan sebesar US$ 1.360 juta.
Pemerintah mengumumkan
Paket Kebijakan Ekonomi VIII yang isinya diarahkan untuk menyambut pemberlakuan
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015. Ada 3 kebijakan pokok didalamnya :
- Percepatan pelaksanaan satu peta (One Map Policy)
·
Pembuatan peta standard rasio 1:50.000
·
Mencegah tumopang tindih penggunaan lahan
·
Seluruh kementrian / lembaga memakai peta standard yang sama
·
Mempercepat perizinan
·
Peta bias untuk simulasi dan mitigasi bencana
- Insentif pembangunan kilang
·
Ditargetkan ada kilang baru di Bontang dan Tuban
·
Insentif masih dibahas dan akan dituangkan kedalam peraturan
presiden (Perpres)
·
Meningkatkan kapasitas produksi dari 900.000 ke 1.200.000 bph
·
Asing boleh bangun kilang
- Bea masuk suku cadang pesawat 0%
·
Selama ini dikenakan 5-15%, nanti jadi 0%
·
Bentuknya bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP)
·
Diatur melalui peraturan menteri perdagangan (Permendag)
·
Pesanan suku cadang pesawat dari dalam negeri lebih cepat
sampai.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on
information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make
any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to
its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject
to change without notice. This document is prepared for general circulation.
Any recommendation contained in this document does not have regard to the
specific investment objectives, financial situation and the particular needs of
any specific addressee. This document is not and should not be construed as an
offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any
securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved
in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have
positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or
its affiliates may seek or will seek investment banking or other business
relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar