Selasa, Desember 22

Equity Update 22 Desember 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifikan, Dow Jones menguat 123 poin (+0,72%) pada level 17.252, S&P naik 15 poin (+0,77%) pada level 2.021 dan Nasdaq ditutup menguat 46 poin (+0,93%) pada level 4.969. Saham-saham Wall Street berakhir menguat cukup signifikan mengakhiri pelemahan pada hari sebelumnya, penguatan dipimpin oleh sektor tekhnologi dan sektor keuangan. Beredarnya isu mengenai stimulus dari China yang menimbulkan ekspektasi bahwa pemerintah China akan berupaya mendongkrak ekonomi mereka agar tidak jatuh lebih dalam juga turut memberikan sentiment positif bagi pergerakan bursa saham Wall Street. Penguatan ini terjadi ditengah masih terjadinya pelemahan pada harga minyak dunia yang masih menekan saham-saham sektor energi. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, DAX melemah 110 poin (-1,04%) pada level 10.498 sementara FTSE melemah 17 poin (-0,29%) pada level 6.035. Bursa saham eropa ditutup melemah cukup signifikan merespon masih berlanjutnya pelemahan pada harga minyak dunia yang berhasil menekan harga saham-saham sektor energi.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan signifikan bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Namun, Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.808 per USD) mampu membuat IHSG berbalik menguat. Penguatan pada bursa saham asia dan pembukaan perdagangan bursa eropa yang mengalami penguatan turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Faktor-faktor positif tersebut membuat IHSG mampu berbalik arah ke zona hijau. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 22 poin (+0,49%) pada level 4.491. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 502M di pasar regular dan negosiasi. Sektor industri dasar dan infrastruktur yang masing-masing menguat sebesar 10 poin (+2,64%) dan 10 poin (+1,03%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.










Seiring bervariasinya pergerakan bursa saham global, penguatan pada IHSG dan penguatan pada nilai tukar rupiah kemarin, ditengah masih terjadinya aksi jual oleh investor asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.450 dan resistance 4.560. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SSIA(Buy),  BSDE(Buy), PPRO (Buy), dan  SMGR(Spec Sell).


News Highlights

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) akan mengkaji penurunan suku bunga kreditnya di tahun depan. Dengan asumsi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang dipangkas 50 basis poin (bps) atau 0,5% di tahun depan, diperkirakan bunga kredit Bank Mandiri juga akan diturunkan di Semester II-2016. Selain itu, Mandiri berencana menaikan tingkat suku bunga deposito nasabah kaya di tahun depan. Kebijakan ini seiring raupan dana pihak ketiga perbankan dan tahun depan diperkirakan likuiditas perbankan kembali mengetat. Kenaikan suku bunga deposito Bank Mandiri hanya diperuntukan bagi nasabah kakap alias special rate, sementara yang lainnya tidak berubah.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat pertumbuhan agresif dalam penyaluran kredit di sektor minyak dan gas (migas). Hingga 30 November 2015, bank plat merah tersebut sudah menyalurkan kredit di sektor migas sebesar Rp 11,2T, atau mencapai 65% dari plafon yang ditargetkan di tahun 2015 sebesar Rp 17,24T. Sementara tahun lalu, penyaluran kredit di sektor migas hanya sebesar Rp 5,42T. Hampir seluruh kredit terdistribusi pada korporasi kakap yang menjadi Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S). Kredit yang disalurkan sebesar Rp 16,19T dengan nilai pinjaman rata-rata di atas Rp50M, dan sisanya Rp 1,05T oleh ritel menengah sektor migas.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kembali menyuntik modal anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR). Perseroan menambah modal WTR sebesar Rp 519M. Dengan penambahan modal tersebut maka modal dasar WTR meningkat menjadi Rp 6,5T. Persentase kepemilikan perseroan dalam WTR mencapai 99,9%. Sebelumnya, WSKT telah menambah modal WTR sebesar Rp 1,051 triliun secara tunai. Penambahan ini dilakukan untuk tambahan modal pada PT Solo Ngawi Jaya, PT Ngawi Kertosono Jaya dan pembelian saham di PT Trans Jabar Tol (TJT).

PT Krakatau Steel (KRAS) mendulang pundi-pundi pemasukan dari proyek pemerintah yang didapat. Dari laporan keuangan perseroan terlihat bahwa penjualan bersih pada kuartal III, sebesar US$ 993 juta, tumbuh hingga 48,8% dibandingkan kuartal sebelumnya tahun ini, yakni US$ 667 juta. Namun pendapatan bersih YoY menyusut hingga 27%. Pada kuartal III tahun lalu persoran berhasil mencetak pendapatan sebesar US$ 1.360 juta.

Pemerintah mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi VIII yang isinya diarahkan untuk menyambut pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015. Ada 3 kebijakan pokok didalamnya :

  1. Percepatan pelaksanaan satu peta (One Map Policy)
·          Pembuatan peta standard rasio 1:50.000
·          Mencegah tumopang tindih penggunaan lahan
·          Seluruh kementrian / lembaga memakai peta standard yang sama
·          Mempercepat perizinan
·          Peta bias untuk simulasi dan mitigasi bencana

  1. Insentif pembangunan kilang
·          Ditargetkan ada kilang baru di Bontang dan Tuban
·          Insentif masih dibahas dan akan dituangkan kedalam peraturan presiden (Perpres)
·          Meningkatkan kapasitas produksi dari 900.000 ke 1.200.000 bph
·          Asing boleh bangun kilang

  1. Bea masuk suku cadang pesawat 0%
·          Selama ini dikenakan 5-15%, nanti jadi 0%
·          Bentuknya bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP)
·          Diatur melalui peraturan menteri perdagangan (Permendag)
·          Pesanan suku cadang pesawat dari dalam negeri lebih cepat sampai.


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar