Senin, Desember 21

Equity Update 21 Desember 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu dengan ditutup melemah signifikan, Dow Jones melemah 367 poin (-2,10%) pada level 17.129, S&P turun 36 poin (-1,76%) pada level 2.006 dan Nasdaq ditutup melemah 80 poin (-1,59%) pada level 4.923. Saham-saham Wall Street berakhir melemah cukup signifikan melanjutkan pelemahan pada hari sebelumnya, pelemahan di picu oleh masih berlanjutnya tekanan pada saham-saham sektor energi. Pelemahan saham-saham sektor energi ini merespon pelemahan pada harga minyak dunia. Pelemahan pada harga minyak dunia juga menimbulkan ekspektasi akan adanya permasalahan terhadap pinjaman-pinjaman perusahaan energi di bank. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, DAX melemah 130 poin (-1,21%) pada level 10.608 sementara FTSE melemah 51 poin (-0,83%) pada level 6.052. Bursa saham eropa ditutup melemah cukup signifikan merespon masih berlanjutnya pelemahan pada harga minyak dunia.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan akhir pekan lalu langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan signifikan bursa saham Wall Street langsung direspon oleh pelaku pasar. Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.918 per USD) tidak mampu membuat IHSG berbalik menguat. Pelemahan pada bursa saham asia serta aksi jual oleh investor asing terus membuat IHSG berada di zona merah di sepanjang perdagangan akhir pekan lalu. IHSG akhirnya ditutup melemah signifikan sebesar 87 poin (-1,92%) pada level 4.469. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 309,4M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona merah. Sektor keuangan dan barang konsumsi yang masing-masing melemah sebesar 21 poin (-3,09%) dan 47 poin (-2,28%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu.


equity21

Seiring pelemahan signifikan pada pergerakan bursa saham global, pelemahan signifikan pada IHSG di akhir pekan lalu yang disertai keluarnya arus dana investor asing, ditengah penguatan pada nilai tukar rupiah membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.425 dan resistance 4.525. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: MPPA(BoW),  ICBP (Sell), BBCA(Spec Sell), dan TLKM(SoS).
           

News Highlights

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) pada tanggal 18 Desember 2015 mendapatan proyek Pembangunan Jembatan Musi IV dari Direktoral Jenderal Bina Marga, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional 3, Satuan kerja Pelaksanaan Jalan Metropolitan Palembang. Proyek Tersebut akan dikerjakan oleh ADHI dengan masa waktu pelaksanaan 26 bulan, dan Lingkup pekerjaaan Drainase, Pekerjaan Tanah, Struktur dan Lainnya dengan total nilai Proyek senilai Rp526,3M.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) telah berhasil mengantongi marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 2,92T hingga akhir November 2015. Dengan demikian, pengembang Gandaria City ini telah merealisasikan 97% dari target marketing sales yang dipatok tahun ini yakni Rp3T. ebagian besar marketing sales tersebut didapat dari proyek landed house (rumah tapak) di Gand Pakuwon dan Pakuwon City Surabaya. Rumah tapak berkontribusi sebesar Rp 52%, sementara sebesar 48% atau sekitar Rp 1,4 triliun didapat dari proyek high rise building Tunjungan Plaza (TP) 5 dan TP 6, perluasan Supermall Pakuwon, pengembangan kota casablanca II.yang ada di Jakarta dan Surabaya.

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) mengeluarkan dana USD7 juta untuk membangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 2MW. Satu power plant akan berlokasi di kawasan pabrik kelapa sawit (PKS) SGRO, yakni PKS Permata Bunda dan satu lainnya di area PKS Selapan Jaya. Kedua PLTBg ini telah dibangunn sejak awal 2015 dan telah beroperasi sejak akhir November 2015. Power plant ini merupakan proyek pertama bagi perseroan.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) diguyur utang US$100 juta dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Rencananya dana ini untuk perluasan Pabrik Feronikel Pomala (P3FP) di Sulawesi Tenggara. Perluasan pabrik ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi feronikel dari 18.000-20.000 ton nikel dalam feronikel (TNi) menjadi 27.000-30.000 TNi. Selain itu, P3FP juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pabrik feronikel pomala, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara berkekuatan 2x30 MW.

PT Duta Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) berencana mengakuisisi perusahaan penangkap ikan dan perusahaan pengolahan ikan untuk mendorong penjualan ekspor perseroan dalam dua tahun ke depan. Perseroan mengincar perusahaan domestik namun memiliki pangsa pasar di Amerika Serikat untuk diakuisisi. Rencana akuisisi tersebut merupakan salah satu langkah DPUM untuk meningkatkan ekspor. Dalam tiga tahun ke depan perseroan ingin meningkatkan porsi penjualan ekspor 40% hingga 50%. Sementara saat ini penjualan negeri emiten perikanan ini baru 20%. Untuk mendanai rencana akuisisi tersebut, DPUM berencana melakukan aksi korporasi dengan mengincar dana sekitar Rp 1T.


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund


DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar