Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifikan, Dow Jones menguat 224 poin (+1,28%) pada level 17.749, S&P naik 30 poin (+1,45%) pada level 2.073 dan Nasdaq ditutup menguat 76 poin (+1,51%) pada level 5.071. Saham-saham Wall Street kembali berakhir menguat cukup signifikan melanjutkan rally di perdagangan hari sebelumnya. Penguatan merespon keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam Sembilan tahun terakhir dan menjanjikan pendekatan bertahap untuk kenaikan suku bunga mendatang. Pelaku pasar memuji langkah yang diambil oleh The Fed yang menyatakan akan melakukan pendekatan bertahap terhadap kenaikan suku berikutnya. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat, DAX menguat 19 poin (+0,18%) pada level 10.469, sementara FTSE menguat 43 poin (+0,72%) pada level 6.061. Bursa saham eropa berhasil ditutup menguat melanjutkan penguatan pada perdagangan hari sebelumnya. Penguatan yang terjadi merespon keputusan yang di ambil oleh Federal Reserve.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan signifikan bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Meskipun terjadi pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp14.071 per USD), namun penguatan pada bursa saham asia dan aksi beli oleh investor asing terus membuat IHSG berada di zona hijau di sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat signifikan sebesar 74 poin (+1,68%) pada level 4.483. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 302,2M di pasar regular dan negosiasi. Sektor keuangan dan infrastruktur yang masing-masing menguat sebesar 18 poin (+2,75%) dan 22 poin (+2,37%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

Seiring penguatan cukup signifikan pada pergerakan bursa saham global, penguatan cukup signifikan pada IHSG kemarin dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap USD ditengah serta sudah mulai masuknya arus dana investor asing membuat IHSG berpotensi untuk kembali melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.445 dan resistance 4.545. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PGAS(Spec Buy), PTPP(Spec Buy), UNVR(Spec Buy), dan WSKT(Spec Buy).
News Highlights
PT Hanjaya Mandala (HM) Sampoerna Tbk (HMSP) hari ini merayakan pemasukan kembali sahamnya ke dalam Perhitungan Indeks Bursa Efek Indonesia (BEI). Diusianya yang ke-25 tahun sebagai perusahaan terbuka di BEI ini, HMSP berhasil mencatat kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa mencapai angka Rp440,612T.
PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) telah mendirikan perusahaan baru yang bergerak di bidang usaha perkebunan. Penyertaan saham dilakukan pada 14 Desember 2015 lalu. Nama perusahaan itu adalah PT Wushan Lestari Hijau dimana modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp20.000.000.000.
PT Soechi Lines Tbk (SOCI) memberikan jaminan perusahaan atas fasilitas kredit yang diterima oleh PT Armada Bumi Pratiwi Lines (ABPL) pada 14 Desember 2015 senilai US$9.800.000. Fasilitas itu diterima dari CIMB Bank Berhad Singapore branch yang merupakan pihak ketiga. Nilai transaksi penjaminan sama dengan nilai hutang apabila ABPL tidak dapat melaksanakan kewajibannya berdasarkan nilai pinjaman. ABPL adalah entitas anak perseroan dengan kepemilikan 99,91%. Dana yang diperoleh ABPL akan digunakan untuk membiayai belanja modal ABPL.
PT Intiland Development Tbk (DILD), mengincar angka perolehan pra penjualan (marketing sales) dapat menyentuh Rp2,5T pada 2016. Atau tumbuh sekitar 10-15% dibandingkan pencapaian di tahun ini. Untuk akhir tahun ini sendiri, emiten properti dengan kode saham DILD ini hanya memperkirakan marketing sales sekitar Rp1,8T. Artinya, marketing sales tahun ini hanya sebesar 60% dari target perseroan yang sebesar Rp3T.
PT United Tractors Tbk (UNTR) telah mendirikan perusahaan baru yakni PT Unitra Persada Energia (UPE) yang telah disahkan pada 14 Desember 2015 oleh Kemenkum Ham. UPE adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pembangkit tenaga listrik yang meliputi kegiatan pembangkitan, penjualan, transmisi dan distribusi serta usaha kelistrikan lain. Adapun menurut Sara, tujuan pendirian UPE sebagai bentuk ekspansi dan diversifikasi seluruh kegiatan usaha grup perseroan. Pemegang saham UPE adalah perseroan bersama anak usaha PT Pamapersada Nusantara yang melakukan penyetoran modal Rp259 juta dari perseroan dan Rp1.000.000 dari Pama.
Federal Reserve AS pada Rabu (Kamis pagi WIB) mengumumkan kenaikan suku bunga pertama dalam lebih dari sembilan tahun, sebuah peristiwa penting yang menandakan AS telah mengakhiri langkah luar biasa untuk mengatasi krisis 2008. The Fed menaikkan suku bunga acuan federal funds, dikunci dekat nol sejak Resesi Besar, sebesar 25 basis poin menjadi 0,25-0,50%, menandakan ekonomi sedang tumbuh pada kecepatan moderat dan akan menjadi lebih cepat pada tahun depan. Langkah itu telah secara luas diperkirakan namun demikian menandai akhir dari sebuah era di mana The Fed menyuntikkan triliunan dolar murah ke dalam ekonomi AS untuk memicu apa yang ternyata menjadi pemulihan sangat panjang. Pada saat yang sama, median proyeksi oleh FOMC meramalkan bahwa tingkat suku bunga di sekitar 1,4 persen pada akhir 2016, menunjukkan lebih dari tiga atau empat kenaikan akan dilalui pada tahun depan.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar