Market
Review
Indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan
kemarin
dengan ditutup melemah tipis, Dow Jones melemah 5 poin (-0,03%) pada level 17.863,
S&P turun 2 poin (-0,11%) pada level 2.100 dan Nasdaq ditutup melemah 14
poin (-0,28%) pada level 5.128. Bursa AS ditutup melemah pada perdagangan Kamis ketika
investor menunggu data pekerja AS yang diperkirakan akan menjadi penentu soal
kenaikan suku bunga. Pergerakan besar berfluktuasi antara pergerakan positif
dan negatif selama perdagangan meski diawal dibuka menguat. Dari Eropa,
bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup bervariasi, DAX
mengalami penguatan 43 poin (+0,39%) pada level 10.888, sementara FTSE melemah 48
poin (-0,75%) pada level 6.365. Bursa eropa bergerak bervariasi setelah pelaku
pasar merespon adanya kemungkinan stimulus tambahan dari European Central Bank
(ECB), namun tertekan oleh pelemahan harga minyak dan komoditas dunia.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan
kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan pada
mayoritas index di bursa saham global membuat IHSG langsung berada di zona merah.
Sempat bergerak di zona hijau ditengah-tengah perdagangan, namun rilis data
pertumbuhan ekonomi kuartal III yang di bawah ekspektasi membuat IHSG kembali
berada di zona merah di perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup melemah
sebesar 35 poin (-0,77%) pada level 4.612. Investor asing mencatatkan beli
bersih (foreign net buy) sebesar 66,3M
di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor berada di zona merah, sektor pertanian
dan pertambangan yang masing-masing melemah sebesar 41 poin (-2,28%) dan 9 poin
(-0,98%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin. Nilai
tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan tipis (ditutup di level Rp
13.543 per USD).
Seiring penguatan nilai tukar rupiah
terhadap USD kemarin, kembali masuknya dana asing ke bursa saham kita dan
rilisnya paket kebijakan ekonomi VI, ditengah bervariasi nya bursa saham global
membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.545 dan resistance 4.600. Pergerakan
keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus
diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: CTRA(Buy), PTPP(Spec Buy),
BEST(Spec Buy) dan MPPA(Spec Buy).
News Highlights
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan laba bersih pada Q3 2015 sebesar
Rp4,11T atau Rp2.135 per saham. Laba bersih tersebut menunjukkan pertumbuhan
kinerja sebesar 1,73% bila dibandingkan dengan laba bersih pada Q3 2014 sebesar
Rp4,04T atau Rp2.101 per saham. Pencapaian kinerja Perseroan pada Q3 2015
didukung oleh Pertumbuhan penjualan Perseroan sebesar 5,85% pada Q3 2015
menjadi Rp51,01T dari Penjualan pada periode yang sama tahun 2014 sebesar
Rp48,19T.
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) pada Q3 2015 menurun sebesar
0,78%
yang
tercermin dari Laba bersih sebesar
Rp7,60T atau Rp1.733 per saham dibandingkan Rp7,66T atau Rp1.747 per saham di
Q3 2014. Meskipun kinerja Sampoerna menurun pada Q3 2015, Penjualan perseroan
tetap mengalami pertumbuhan yang cukup besar yaitu 9,91% atau naik dari
Rp59,61T Q3 2014 menjadi Rp65,52T di Q3 2015. Penjualan perseroan mayoritas
berasal dari Penjualan rokok dengan konstribusi di Q3 2015 dan Q3 2014
masing-masing sebesar 99,8% dari Penjualan dan 99,8% dari penjualan. Beban
Pokok Penjualan mengalami kenaikan dari Rp44,59T menjadi Rp49,77T, dan Beban
Usaha dan lainnya mengalami kenaikan dari Rp4,69T menjadi Rp5,56T.
PT Lippo Cikarang Tbk, perusahaan pengembang properti dan kawasan
industri, berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 11,4% mencapai Rp1,4T pada kuartal III 2015. Keberhasilan meraih pendapatan ini juga diikuti dengan
kenaikan laba bruto dan laba bersih masing-masing sebesar 6,1% menjadi Rp874,9M serta 8% menjadi Rp734,3M.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) mengakuisisi perusahaan sawit PT
Menteng Kencana Mas melalui anak usahanya senilai US$35 juta setara dengan
Rp472,5 miliar. Perseroan mengakuisisi 100% saham MKM
melalui PT Mitra Mendawai Sejati. Akuisisi
untuk memperkuat inti perseroan di bidang perkebunan kelapa sawit. Sumber pendanaan untuk akuisisi berasal dari kas internal dengan dukungan
pinjaman perbankan.
PT Blue Bird Tbk (BIRD), menyiapkan dana belanja modal atau capital
expenditure (capex) sekitar Rp1,5 hingga Rp1,7 triliun, yang akan digunakan
untuk mendukung kinerja di tahun depan. Dana
belanja modal tersebut, rencananya akan digunakan perseroan untuk menambah
kepemilikan sekitar 1.600-1.700 armada anyar.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sudah melakukan pembelian kembali
sahamnya sebanyak 3.468.500 lembar saham dari periode 2-29 Oktober 2015.
Sjeniwati Gusman, Direktur Perseroan dalam keterangan Kamis menyebutkan bahwa
harga rata-rata pembelian sebesar Rp3.191 per lembar saham. umlah dana yang
telah digunakan sebesar Rp11.083.028.195 dari total dana yang disiapkan
Rp116.200.000.000. Sementara itu total saham yang akan dibeli kembali mencapai
33.200.000 lembar saham.
Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan
III-2015 tumbuh 4,73%, kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS
Suhariyanto di Jakarta, Kamis.Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi kuartal II
sebesar 4,67%. Angka ini juga lebih bagus dari pertumbuhan ekonomi kuartal
I-2015 yang sebesar 4,72%. Perekonomian global pada kuartal tiga diperkirakan
masih melambat. Dipengaruhi oleh masih rendahnya harga komoditas dan gejolak
dari pasar keuangan global, yang berdampak terhadap perekonomian domestik.
Pemerintah meluncurkan
paket kebijakan ekonomi VI sebagai upaya menggerakkan perekonomian di wilayah
pinggiran dengan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Melalui paket ini
ada beberapa kawasan di daerah itu ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus
yang tujuan utamanya adalah mengolah sumber daya yang ada di wilayah itu dan
sekitarnya. Kedelapan KEK yang ditetapkan melalui peraturan pemerintah, yaitu
Tanjung Lesung (Banten), Sei Mangkei (Sumatera Utara), Palu (Sulawesi Tengah),
Bitung (Sulawesi Utara), Mandalika (NTB), Morotai (Maluku Utara), Tanjung
Api-Api (Sumatera Selatan) dan Maloi Batuta Trans Kalimantan/MBTK (Kalimantan
Timur). Dalam paket kebijakan ekonomi VI ini juga mengatur tentang penyediaan
air untuk masyarakat secara berkelanjutan dan berkeadilan. Dalam paket
kebijakan ekonomi VI ini juga melakukan penyerdehanaan perizinan di Badan
Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar