Jumat, November 6

Equity Update 06 November 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah tipis, Dow Jones melemah 5 poin (-0,03%) pada level 17.863, S&P turun 2 poin (-0,11%) pada level 2.100 dan Nasdaq ditutup melemah 14 poin (-0,28%) pada level 5.128. Bursa AS ditutup melemah pada perdagangan Kamis ketika investor menunggu data pekerja AS yang diperkirakan akan menjadi penentu soal kenaikan suku bunga. Pergerakan besar berfluktuasi antara pergerakan positif dan negatif selama perdagangan meski diawal dibuka menguat. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup bervariasi, DAX mengalami penguatan 43 poin (+0,39%) pada level 10.888, sementara FTSE melemah 48 poin (-0,75%) pada level 6.365. Bursa eropa bergerak bervariasi setelah pelaku pasar merespon adanya kemungkinan stimulus tambahan dari European Central Bank (ECB), namun tertekan oleh pelemahan harga minyak dan komoditas dunia.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan pada mayoritas index di bursa saham global membuat IHSG langsung berada di zona merah. Sempat bergerak di zona hijau ditengah-tengah perdagangan, namun rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III yang di bawah ekspektasi membuat IHSG kembali berada di zona merah di perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup melemah sebesar 35 poin (-0,77%) pada level 4.612. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 66,3M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor berada di zona merah, sektor pertanian dan pertambangan yang masing-masing melemah sebesar 41 poin (-2,28%) dan 9 poin (-0,98%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan tipis (ditutup di level Rp 13.543 per USD).




Seiring penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin, kembali masuknya dana asing ke bursa saham kita dan rilisnya paket kebijakan ekonomi VI, ditengah bervariasi nya bursa saham global membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.545 dan resistance 4.600. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: CTRA(Buy), PTPP(Spec Buy), BEST(Spec Buy) dan MPPA(Spec Buy).


News Highlights

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan laba bersih pada Q3 2015 sebesar Rp4,11T atau Rp2.135 per saham. Laba bersih tersebut menunjukkan pertumbuhan kinerja sebesar 1,73% bila dibandingkan dengan laba bersih pada Q3 2014 sebesar Rp4,04T atau Rp2.101 per saham. Pencapaian kinerja Perseroan pada Q3 2015 didukung oleh Pertumbuhan penjualan Perseroan sebesar 5,85% pada Q3 2015 menjadi Rp51,01T dari Penjualan pada periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp48,19T. 
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) pada Q3 2015 menurun sebesar 0,78% yang tercermin dari Laba bersih sebesar Rp7,60T atau Rp1.733 per saham dibandingkan Rp7,66T atau Rp1.747 per saham di Q3 2014. Meskipun kinerja Sampoerna menurun pada Q3 2015, Penjualan perseroan tetap mengalami pertumbuhan yang cukup besar yaitu 9,91% atau naik dari Rp59,61T Q3 2014 menjadi Rp65,52T di Q3 2015. Penjualan perseroan mayoritas berasal dari Penjualan rokok dengan konstribusi di Q3 2015 dan Q3 2014 masing-masing sebesar 99,8% dari Penjualan dan 99,8% dari penjualan. Beban Pokok Penjualan mengalami kenaikan dari Rp44,59T menjadi Rp49,77T, dan Beban Usaha dan lainnya mengalami kenaikan dari Rp4,69T menjadi Rp5,56T.

PT Lippo Cikarang Tbk, perusahaan pengembang properti dan kawasan industri, berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 11,4% mencapai Rp1,4T pada kuartal III 2015. Keberhasilan meraih pendapatan ini juga diikuti dengan kenaikan laba bruto dan laba bersih masing-masing sebesar 6,1% menjadi Rp874,9M serta 8% menjadi Rp734,3M.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) mengakuisisi perusahaan sawit PT Menteng Kencana Mas melalui anak usahanya senilai US$35 juta setara dengan Rp472,5 miliar. Perseroan mengakuisisi 100% saham MKM melalui PT Mitra Mendawai Sejati. Akuisisi untuk memperkuat inti perseroan di bidang perkebunan kelapa sawit. Sumber pendanaan untuk akuisisi berasal dari kas internal dengan dukungan pinjaman perbankan.
PT Blue Bird Tbk (BIRD), menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp1,5 hingga Rp1,7 triliun, yang akan digunakan untuk mendukung kinerja di tahun depan.  Dana belanja modal tersebut, rencananya akan digunakan perseroan untuk menambah kepemilikan sekitar 1.600-1.700 armada anyar.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sudah melakukan pembelian kembali sahamnya sebanyak 3.468.500 lembar saham dari periode 2-29 Oktober 2015. Sjeniwati Gusman, Direktur Perseroan dalam keterangan Kamis menyebutkan bahwa harga rata-rata pembelian sebesar Rp3.191 per lembar saham. umlah dana yang telah digunakan sebesar Rp11.083.028.195 dari total dana yang disiapkan Rp116.200.000.000. Sementara itu total saham yang akan dibeli kembali mencapai 33.200.000 lembar saham.
Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan III-2015 tumbuh 4,73%, kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suhariyanto di Jakarta, Kamis.Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 4,67%. Angka ini juga lebih bagus dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 yang sebesar 4,72%. Perekonomian global pada kuartal tiga diperkirakan masih melambat. Dipengaruhi oleh masih rendahnya harga komoditas dan gejolak dari pasar keuangan global, yang berdampak terhadap perekonomian domestik.
Pemerintah meluncurkan paket kebijakan ekonomi VI sebagai upaya menggerakkan perekonomian di wilayah pinggiran dengan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Melalui paket ini ada beberapa kawasan di daerah itu ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus yang tujuan utamanya adalah mengolah sumber daya yang ada di wilayah itu dan sekitarnya. Kedelapan KEK yang ditetapkan melalui peraturan pemerintah, yaitu Tanjung Lesung (Banten), Sei Mangkei (Sumatera Utara), Palu (Sulawesi Tengah), Bitung (Sulawesi Utara), Mandalika (NTB), Morotai (Maluku Utara), Tanjung Api-Api (Sumatera Selatan) dan Maloi Batuta Trans Kalimantan/MBTK (Kalimantan Timur). Dalam paket kebijakan ekonomi VI ini juga mengatur tentang penyediaan air untuk masyarakat secara berkelanjutan dan berkeadilan. Dalam paket kebijakan ekonomi VI ini juga melakukan penyerdehanaan perizinan di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar