Jumat, November 13

Market Summary: IHSG Menghijau Ditengah Pelemahan Regional

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjejak teritori hijau pada penutupan perdagangan hari Jumat (13/11). Sempat merah pada sesi opening pagi tadi, IHSG finis naik +0,24 persen (+10,61 poin) ke level 4.472,83 poin.

Indeks LQ45 naik +0,47% ke posisi 762 poin. Jakarta Islamic Index (JII) naik +0,87% ke posisi 587 poin. Indeks IDX30 menguat +0,63 ke level 398 poin.Indeks Sri Kehati menguat +0,93 persen pada posisi 257 poin dan indeks SMInfra 18 menguat +1,49% ke posisi 295 poin.

Nilai transaksi mencapai Rp3,934 triliun. Volume trading sebanyak 3,636 miliar saham. Pemodal asing net sell (jual bersih) -Rp59 miliar.

Sektor
Consumer +1,65%,
Agri -1,97%,
Manufaktur +1,12%,
Misc-ind -0,18%,
Mining -2,42%,
Infrastruktur +0,41%,
Trade -0,17%,
Finance +0,13%,
Properti -0,91%,
Basic-ind +2,05%.

Saham-saham yang tergabung dalam sektor mining melanjutkan koreksi tajam yang sudah terjadi sejak sesi pagi. Pelemahan sektor mining seiring jatuhnya harga komoditi. Saham mining yang tumbang antara lain PTBA -8,6 persen. INCO -7,4 persen. ITMG -4,9 persen. ADRO -4,9 persen. 

Sektor agri termasuk yang turun signifikan. Emiten dari sektor tersebut seperti LSIP melemah -5,4 persen. AALI drop -2,7 persen. Emiten properti juga ikut menekan IHSG seiring koreksi saham seperti ASRI yang minus -3,4 persen. BSDE drop -1,2 persen. WIKA -1,4 persen. ADHI -2,2 persen.

Adapun sektor industri dasar (basic-ind) dan consumer menguat paling signifikan. Saham basic-ind yang menguat CPIN +0,74 persen. DAJK +2,51 persen. INTP +3,63 persen. SMGR +5,17 persen. Sedangkan saham consumer yang melonjak HMSP +3,54 persen. KLBF +0,37 persen. MRAT +9,60 persen. UNVR +4,91 persen. WIIM +8,54 persen.

Nilai Tukar Rp/USD:
Rupiah melemah 0,61% ke level Rp13.677 per dolar AS.

Asia:
Pasar saham Asia babak belur pada penutupan perdagangan hari Jumat (13/11). Bursa regional Asia berguguran seiring jatuhnya harga komoditi.

Harga minyak makin terpuruk karena pada perdagangan Jumat pagi melemah 0,3 persen ke posisi 41,62 dolar AS per barel. Minyak tertekan dalam 2,5 bulan terakhir per closing perdagangan hari Kamis kemarin setelah pemerintah AS menyatakan cadangan energi 4 kali di atas perkiraan pasar.

Harga emas juga tumbang ke level terendah jika dihitung sejak 2010, tertekan estimasi bahwa the Fed sudah berada di jalur yang tepat untuk menaikkan suku bunga pada Desember mendatang. Begitu pula dengan harga tembaga, juga terhempas ke level terendah dalam 6 tahun terakhir.

Indeks Nikkei 225 (Jepang) turun -0,51% (-100,86 poin) ke level 19.596,91 poin
Indeks Hang Seng (Hong Kong) drop -2,15% (-492,78 poin) ke level 22.396,14 poin.
Indeks Shanghai (China) turun -1,43% (-52,06 poin) ke posisi 3.580,84 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) turun 1,01% (-29,96 poin) ke level 2.929,05 poin.

Bursa Eropa :
Indeks saham Eropa dibuka melemah pada perdagangan hari Jumat (13/11) usai turun tajam pada perdagangan sehari sebelumnya karena faktor kekhawatiran yang berlama-lama terhadad perekonomian China.

Indeks FTSE 100 turun 0,32% ke level 6.158,93 poin.
Indeks DAX 30 drop 0,17% ke posisi 10.764,57 poin.
Indeks CAC 40 melemah 0,43% ke level 4.835,69 poin

Oil
Harga minyak tetap dalam tekanan pada perdagangan hari Jumat di bursa komoditi Asia setelah naiknya data persediaan minyak di AS. Hal tersebut memperkuat proyeksi bahwa banjir pasokan di pasar global akan terus berlangsung sampai tahun depan. Minyak jenis WTI turun 22 sen ke level 41,53 USD per barel. Jenis Brent naik 2 sen ke posisi 44,08 USD per barel.

(afp/cnbc/awsj)


Sumber : IPOTNEWS

https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__IHSG_Menghijau_Ditengah_Pelemahan_Regional&level2=newsandopinion&id=3963306&img=level1_topnews_1&urlImage=ihsg_200big.jpg#.VkWq40_cp5Y



Tidak ada komentar:

Posting Komentar