Market
Review
Mayoritas indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan
akhir
pekan kemarin dengan ditutup menguat, Dow Jones menguat 47 poin (+0,26%) pada
level 17.910, S&P turun tipis 1 poin (-0,04%) pada level 2.099 dan Nasdaq
ditutup menguat 19 poin (+0,38%) pada level 5.147. Bursa AS ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan merespon laporan
ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari estimasi, sekaligus mengangkat
kemungkinan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunganya. Departemen
ketenagakerjaan AS melaporkan penambahan 271.000 pekerjaan di bulan oktober. Dari Eropa, mayoritas
bursa saham mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup menguati, DAX
mengalami penguatan 100 poin (+0,92%) pada level 10.988, sementara FTSE melemah
tipis 11 poin (-0,17%) pada level 6.354. Bursa
eropa bergerak menguat setelah pelaku pasar merespon positif data
ketenagakerjaan di AS.
Pelemahan pada IHSG dan nilai tukar rupiah
serta kembali keluarnya dana investor asing kemarin, ditengah penguatan pada
mayoritas indeks dibursa saham global membuat IHSG berpotensi untuk bergerak
bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang
support 4.530 dan resistance 4.600. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap
menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing
mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati
antara lain: WSKT(Spec Buy), KAEF(Spec Buy),
BBNI(Spec Sell) dan BBCA(SELL).
News Highlights
PT United Tractors Tbk (UNTR) kembali memangkas target raihan alat
berat tahun ini hanya menjadi 2.000 unit. Target ini turun hingga 43,1% ketimbang realisasi penjualan tahun 2014
lalu sebanyak 3.513 unit. Ini bukan kali pertama UNTR memangkas target alat berat
tahun 2015.
Di
awal tahun, UNTR sempat optimistis dengan raihan target alat berat sebesar
4.000 unit.
Lalu
target itu diturunkan beberapa kali hingga 2.600 unit. Target baru UNTR dianggap realistis mengingat realisasi penjualan alat
berat hingga Kuartal III 2015 baru mencapai 1.799 unit, jauh lebih rendah
dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 2.982 unit.PT Acset Indonusa Tbk (ACST) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 81,21% YoY (Year on Year) menjadi Rp12,98M atau Rp26 per saham dari Rp69,09M atau Rp138 per saham pada periode yang sama tahun 2014.Penurunan kinerja ACST pada Q3 2015 disebabkan oleh Beban Pokok meningkat sedangkan Pendapatan Pokok Perseroan menurun, sehingga laba kotor Perseroan ikut menurun. Beban Pokok Perseroan meningkat dari Rp686,35Mmenjadi Rp712,87M, hal tersebut disebabkan biaya tenaga kerja meningkat dan biaya sub-kontraktor ikut naik. Untuk Pendapatan Pokok Perseroan menurun dari Rp857,66M menjadi Rp852,52M.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) masih terus menjajaki akuisisi perusahaan ritel. Perseroan akan memperpanjang proses akuisisi yang semula yang ditargetkan akhir tahun ini menjadi akhir 2016. SRIL saat ini masih terus membuka peluang baik bagi perusahaan dalam negeri maupun internasional. Terkait pendanaan, perseroan akan menyiapkan dana senilai USD100-200 juta. Dana tersebut khusus dialokasikan untuk akuisisi perusahaan ritel hingga 2018. SRIL tengah memperkuat penetrasi pasar ke Kamboja. Saat ini, perseroan tengah menjajaki peluang untuk mendirikan perusahaan patungan di Kamboja. Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) melalui anak usahanya, Mitra Mendawai Sejati (MMS), mengakuisisi 100% saham Menteng Kencana Mas (MKM) di Pulau Pisang, Kalimantan Tengah. Nilai akuisisi sebesar USD35 juta atau sekitar Rp470M. Perseroan mengusahakan total lahan seluas 20.800 ha termasuk 5.857 ha inti tertanam dan plasma seluas 1.400 ha.
PT Petrosea Tbk (PTRO) melaporkan kinerja perseroan kurang memuaskan dengan membukukan kerugian bersih pada Q3 2015 sebesar USD1,35 juta juta atau USD(0,0013) dibandingkan kinerja pada periode yang sama tahun 2014 dengan mencatat laba bersih sebesar USD3,12 juta. kinerja PTRO yang merosot pada Q3 2015 disebabkan oleh Penurunan pendapatan Pokok Perseroan sebesar 60,80% menjadi USD164,58 juta dari Pendapatan pokok pada periode yang sama tahun 2014 yaitu USD264,64 juta.
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) mendapat rapor merah
di kuartal III 2015. Laba bersih perseroan merosot 77,6% secara tahunan. DGIK
hanya berhasil meraih laba bersih kuartal III 2015 sebesar Rp 12,09M, melorot
77,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 54M. Alhasil, laba
bersih per saham turun dari Rp 9,81 menjaid Rp 2,19.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on
information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make
any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to
its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject
to change without notice. This document is prepared for general circulation.
Any recommendation contained in this document does not have regard to the
specific investment objectives, financial situation and the particular needs of
any specific addressee. This document is not and should not be construed as an
offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any
securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved
in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have
positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or
its affiliates may seek or will seek investment banking or other business
relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar