Selasa, November 3

Equity Update 3 November 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifikan, Dow Jones menguat 165 poin (+0,94%) pada level 17.829, S&P naik 25 poin (+1,18%) pada level 2.104 dan Nasdaq ditutup menguat 73 poin (+1,45%) pada level 5.127. Saham-saham Wall Street berakhir menguat, setelah rilis data belanja konstruksi AS yang mencapai angka tertinggi selama tujuh tahun terakhir, data Belanja untuk membangun rumah baru, jalan raya dan proyek lainnya pada September datang di laju tahunan 1,09 triliun dolar AS, tingkat tertinggi sejak Maret 2008. Penguatan di topang oleh saham-saham farmasi dan tekhnologi serta saham-saham sector minyak. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat, DAX mengalami penguatan 101 poin (+0,93%) pada level 10.951, sementara FTSE menguat 1 poin (+0,01%) pada level 6.362. Bursa eropa mengawali perdagangan dengan melemah, namun setelah rilis data aktivitas pabrik negra-negara zona eropa yang di lebih baik dari perkiraan memberikan dorongan untuk pergerakan bursa saham ke zona hijau.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan pada mayoritas index di bursa saham global membuat IHSG langsung berada di zona merah. Namun, aksi beli yang dilakukan pelaku pasar domestik setelah melakukan penjualan pada beberapa hari perdagangan sebelumnya, mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 10 poin (+0,22%) pada level 4.465. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 277,30M di pasar regular dan negosiasi. Sektor aneka industri dan infrastruktur yang masing-masing menguat sebesar 47 poin (+4,46%) dan 15 poin (+1,70%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

Seiring penguatan pada bursa saham gobal, penguatan yang terjadi pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin membuat IHSG berpotensi untuk mengalami penguaatn. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.435 dan resistance 4.480. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  WSKT(Buy), LPKR(Spec Buy), ASII(Spec Buy) dan BSDE(SoS). 


News Highlights

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencetak penurunan laba bersih pada Q3 2015 sebesar 45,28% YoY (Year on Year) menjadi Rp1,68T atau Rp152 per saham dari Rp3,03T atau Rp294 per saham pada periode yang sama tahun 2014.

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melaporkan peningkatan laba bersih pada Q3 2015 sebesar 16,19% YoY (Year on Year) menjadi Rp2,44T atau Rp419 per saham dari Rp2,10Tatau Rp360 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Pencapaian kinerja ICBP pada Q3 tersebut didukung oleh penurunan bahan pokok dan minyak, yang mengakibatkan penurunan Beban pokok dari Rp16,69T menjadi Rp16,70T, dan Pendapatan pokok Perseroan meningkat dari Rp22,78T menjadi Rp24,10T atau meningkat 5,79%.

PT Charoen Pokhpand Indonesia Tbk (CPIN) membukukan laba bersih pada Q3 2015 sebesar Rp1,25T atau Rp76 per saham. Laba bersih tersebut memperlihatkan penurunan kinerja CPIN pada Q3 2015 sebesar 26,90% bila dibandingkan dengan Laba bersih Q3 2014 yaitu Rp1,71T atau Rp104 per saham.

PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) alami rugi bersih sebesar Rp70,95M per September 2015 dibandingkan laba bersih yang diraih periode sama tahun sebelumnya Rp21,21M. Penjualan bersih padahal naik menjadi Rp3,53T dibandingkan penjualan bersih tahun sebelumnya Rp3,39Tdan beban pokok naik jadi Rp3,17T dari beban pokok tahun sebelumnya Rp3,06T.

PT Eka Sari Lorena Tbk (LRNA) alami penurunan laba bersih tahun berjalan per September 2015 menjadi Rp484,89 juta dibandingkan laba bersih pada periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,40M.


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar