Market
Review
Indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan
kemarin
dengan ditutup menguat cukup signifikan, Dow Jones menguat 165 poin (+0,94%)
pada level 17.829, S&P naik 25 poin (+1,18%) pada level 2.104 dan Nasdaq
ditutup menguat 73 poin (+1,45%) pada level 5.127. Saham-saham Wall Street berakhir menguat, setelah rilis data belanja
konstruksi AS yang mencapai angka tertinggi selama tujuh tahun terakhir, data
Belanja untuk membangun rumah baru, jalan raya dan proyek lainnya pada
September datang di laju tahunan 1,09 triliun dolar AS, tingkat tertinggi sejak
Maret 2008. Penguatan di topang oleh saham-saham farmasi dan tekhnologi serta
saham-saham sector minyak. Dari Eropa, bursa saham
mengakhiri perdagangan
kemarin
dengan ditutup menguat, DAX mengalami penguatan 101 poin (+0,93%) pada level
10.951, sementara FTSE menguat 1 poin (+0,01%) pada level 6.362. Bursa eropa
mengawali perdagangan dengan melemah, namun setelah rilis data aktivitas pabrik
negra-negara zona eropa yang di lebih baik dari perkiraan memberikan dorongan
untuk pergerakan bursa saham ke zona hijau.
Seiring
penguatan pada bursa saham gobal, penguatan yang terjadi pada IHSG dan nilai
tukar rupiah terhadap USD kemarin membuat IHSG berpotensi untuk mengalami
penguaatn. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.435 dan resistance 4.480.
Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting
yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di
IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: WSKT(Buy), LPKR(Spec Buy),
ASII(Spec Buy) dan BSDE(SoS).
News Highlights
PT Indofood Sukses Makmur
Tbk (INDF) mencetak penurunan laba bersih pada Q3 2015 sebesar 45,28% YoY (Year
on Year) menjadi Rp1,68T atau Rp152 per saham dari Rp3,03T atau Rp294 per saham
pada periode yang sama tahun 2014.
PT Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk (ICBP) melaporkan peningkatan laba bersih pada Q3 2015 sebesar
16,19% YoY (Year on Year) menjadi Rp2,44T atau Rp419 per saham dari Rp2,10Tatau
Rp360 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Pencapaian kinerja ICBP pada
Q3 tersebut didukung oleh penurunan bahan pokok dan minyak, yang mengakibatkan
penurunan Beban pokok dari Rp16,69T menjadi Rp16,70T, dan Pendapatan pokok
Perseroan meningkat dari Rp22,78T menjadi Rp24,10T atau meningkat 5,79%.
PT Charoen Pokhpand
Indonesia Tbk (CPIN) membukukan laba bersih pada Q3 2015 sebesar Rp1,25T atau
Rp76 per saham. Laba bersih tersebut memperlihatkan penurunan kinerja CPIN pada
Q3 2015 sebesar 26,90% bila dibandingkan dengan Laba bersih Q3 2014 yaitu Rp1,71T
atau Rp104 per saham.
PT Malindo Feedmill Tbk
(MAIN) alami rugi bersih sebesar Rp70,95M per September 2015 dibandingkan laba
bersih yang diraih periode sama tahun sebelumnya Rp21,21M. Penjualan bersih
padahal naik menjadi Rp3,53T dibandingkan penjualan bersih tahun sebelumnya
Rp3,39Tdan beban pokok naik jadi Rp3,17T dari beban pokok tahun sebelumnya
Rp3,06T.
PT Eka Sari Lorena Tbk (LRNA) alami penurunan laba bersih
tahun berjalan per September 2015 menjadi Rp484,89 juta dibandingkan laba
bersih pada periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,40M.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on
information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make
any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to
its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject
to change without notice. This document is prepared for general circulation.
Any recommendation contained in this document does not have regard to the
specific investment objectives, financial situation and the particular needs of
any specific addressee. This document is not and should not be construed as an
offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any
securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved
in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have
positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or
its affiliates may seek or will seek investment banking or other business
relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar