Market Review
Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi seiring dengan keluarnya beberapa data ekonomi yang cukup bagus namun tidak cukup kuat untuk mendorong indeks. Selain itu volume perdagangan juga terpantau relative tipis menjelang libur thanksgiving Day. Indeks Dow Jones membukukan kenaikan 1,20 poin (+0,01%) pada level 17.813, S&P 500 terkoreksi 0,27 (-0,01%) di level 2.089 dan Nasdaq naik 13 poin (+0,26%) pada level 5.116. Sementara itu indeks di bursa Eropa berhasil membukukan kenaikan yang cukup signifikan di dorong oleh sentimen positif kinerja emiten. FTSE mencatatkan kenaikan 60 poin (+0,96%) pada level 6.338, DAX bertambah 236 poin (+2,15%) di level 11.169 dan CAC 40 naik 73 poin (+1,151%) pada level 4.893.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan di teritori positif dan terus bertahan hingga akhirnya ditutup menguat 40 poin (+0,88%) pada level 4.586. Sektor industri dasar dan barang konsumsi yang masing-masing mencatatkan kenaikan 6 poin (+1,54%) dan 28 poin (+1,36%) menjadi penyumbang terbesar bagi penguatan tersebut. Sementara itu investor asing mencatatkan pembelian bersih 89 miliar di pasar regular dan nego.

Minimnya sentimen negatif dari bursa global dan naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan CPO serta komoditas tambang mineral diprediksi akan mendorong penguatan indeks. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.555 dan resistance 4.615. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AKRA( Spec Buy ),BMRI(SoS), LPPF(SoS) dan UNVR (Spec Buy).
News Highlights
PT Medco Energi Internasional (MEDC) berencana mengambil alih 76% saham PT Newmont Nusa Tenggara di Lapangan Batu Hijau, NTB. Perseroan juga akan membangun smelter berkapasitas produksi 500.000 ton/hari dengan investasi sekitar USD500-600 juta dolar. Nilai sahamnya US$2,2M untuk Lapangan Batu Hijau yang telah melewati puncak produksi namun di sebelahnya terdapat lapangan baru yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Target transaksi pada akhir 2015.
PT Waskita Karya (WSKT) menambah modal ke anak usahanya yakni PT Waskita Toll Road (WTR) sebesar Rp757M. Penambahan modal ini dilakukan agar WTR dapat membeli 38,5% saham PT Sembilan Benua Makmur dari PT Waskita MNC Transjawa Toll Road.
PT Pertamina Gas dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) pada bulan depan sepakat untuk melakukan efisiensi demi penurunan harga gas industri menjadi US$12,22/Mmbtu dari US$13,86/MMbtu. Penurunan biaya distribusi perseroan US$0,55/MMbtu merupakan perhitungan baik untuk distribusi LNG maupun gas melalui pipa. Adapun, saat ini biaya distribusi LNG PGN US$1,6 per MMbtu dan untuk gas pipa US$1,45 per MMbtu.
PT Multi Indocitra (MICE) telah melakukan penyetoran 2.999 saham atau senilai Rp2.9M pada 24 November 2015 ke PT Citra Makmur Retailindo (CMR) anak perusahaan yang didirikan perseroan sejak 14 September 2015 lalu. CMR berkedudukan di Jakarta Pusat dengan menjalankan usaha antara lain perdagangan, percetakan, pembangunan, pengangkutan, pertanian dan jasa.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku sudah selesai melakukan revaluasi aset. Dari hasil revaluasi aset ini, tercatat ada tambahan aset sebesar Rp 10 triliun sampai Rp 12 triliun. Dari hasil revaluasi aset ini rasio kecukupan modal tier 1 BNI berpotensi mengalami kenaikan menjadi 17,4 persen dari posisi saat ini sebesar 14,7 persen. Selain digunakan untuk menambah modal, dana hasil revaluasi ini akan digunakan untuk tambahan investasi di tahun depan.
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar