Rabu, November 25

Equity Update 25 November 2015

Market Review

Pada perdagangan semalam indeks di bursa Wall Street berakhir di teritori positif meskipun kenaikannya hanya tipis. Indeks Dow Jones menguat 20 poin (+0,11%) pada level 17.812, S&P 500 bertambah 3 poin (+0,12%) pada level 2.089 dan Nasdaq naik 0,33 poin (+0,01%) pada level 5.103. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh saham sektor energi seiring dengan naiknya harga minyak mentah setelah pesawat tempur Rusia di tembak jatuh oleh Turki di perbatasan antara Turki dan Suriah. Sementara itu data pertumbuhan ekonomi Amerika pada kuartal tiga tumbuh 2,1% lebih tinggi dari perkiraan awal di 1,5% dan sesuai dengan ekspetasi. Berbeda dengan indeksdi bursa Wall Street, indeks di bursa Eropa terkoreksi cukup tajam seiring dengan meningkatnya ketegangan politik di Timur Tengah setelah ditembak jatuhnya pesawat tempur Rusia oleh Turki. Indeks FTSE terkoreksi 28 poin (0,45%), Dax turun 158 poin (1,43%) sedangkan CAC 40 melemah 69 poin (1,41%).
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori pnegatif. Sentimen negatif dari pelemahan pada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Namun, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.718 per USD) dan penguatan pada beberapa bursa saham Asia membuat IHSG perlahan berbalik ke zona hijau. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 4 poin (+0,09%) pada level 4.545. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 26,7M di pasar regular dan negosiasi. Sektor Infrastruktur dan perdagangan yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 12 poin (+1,24%) dan 3 poin (+0,40%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

 equity25

Menguatnya harga minyak mentah dunia sebagai dampak dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah pesawat tempur Rusia ditembak Jatuh oleh Turki dan melemahnya nilai tukar dollar terhadap mata uang dunia diprediksi akan mendorong penguatan indeks.  IHSG akan bergerak pada rentang support 4.520 dan resistance 4.570. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  BBRI(SoS),SILO(Spec Buy), SSIA(Spec Buy) dan INTP (BoW).


News Highlights 

PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) membeli saham perusahaan properti, PT Hasta Kreasimandiri (HKM) senilai Rp 64,35M. Dari transaksi itu, PTPP menguasai 99% saham HKM dengan jumlah 49.500 saham. Selain untuk menambah recurring income, pembelian saham itu juga untuk menyelesaikan piutang HKM. Nilai transaksi itu tak lebih besar dari 20% ekuitas perseroan yang sebesar Rp 2,3T. Dengan akuisisi itu, PTPP akan mendapat nilai tambah dari pendapatan berulang dan peningkatan aset. Tahun 2016 mendatang, PTPP memang akan lebih ekpansif dibanding tahun ini. erseroan menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 2 triliun, naik 11% dibanding dengan anggaran 2015 sebesar Rp 1,8T.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) boleh saja masih bertahan sebagai pemain semen tier I. Namun, bisnis perseroan cenderung tertekan akibat persaingan semakin ketat. da dua pemain baru yang yang menjadi pesaing baru ITNP, yaitu Anhui Conch dan Siam Cement. Anhui Conch bisa bertahan dan menjadi pesaing baru di Kalimantan karena pabriknya berada di sana.

PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mencatat adanya penurunan pada perolehan laba yang dibukukan hingga kuartal III 2015 dibanding dengan perolehan laba di periode sama tahun lalu. Turunnya laba perseroan ini seiring dengan adanya penurunan pada penjualan dan pendapatan usaha yang dibukukan oleh perseroan hingga kuartal III 2015. Penjualan dan pendapatan usaha yang dibukukan oleh perseroan hingga kuartal III 2015 yakni sebesar Rp919,89M, turun dari sebelumnya mencapai Rp1,19T di periode sama tahun lalu. laba yang dapat diatribusikan hingga kuartal III 2015 turun menjadi Rp53,09M dari sebelumnya Rp198,58M.

PT Asia Pasific Fibers (POLY) akan fokus pada produk untuk segmen khusus seperti serat tahan api yang penggunaannya diutamakan untuk industri otomotif seperti jok mobil, dengan perkiraan capex 2016 sebesar US$ 8-10 juta.

PT Indosat Ooredoo (ISAT) dan PT Erajaya Group sepakat membentuk joint venture dalam rangka meningkatkan jumlah gerai layanan sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh layanan telekomunikasi dan digital di Indonesia.  Pembentukan perusahaan patungan untuk membantu masyarakat menikmati layanan seluler secara menyeluruh, mulai dari paket data Indosat, berbagai aplikasi dan konten digital, pembelian handset terbari, tukar tambah (trade in) hanset hingga arusansi perlindungan sesuai kebutuhan.

-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar