Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan kemarin dengan ditutup menguat, Dow Jones menguat 91 poin (+0,51%) pada level 17.824, S&P naik 8 poin (+0,37%) pada level 2.089 dan Nasdaq ditutup menguat 31 poin (+0,62%) pada level 5.105. Saham-saham di bursa Wall Street mengakhiri perdagangan dengan menguat setelah tidak adanya data ekonomi utama yang dirilis di akhir pekan lalu, sehingga membuat pelaku pasar hanya fokus pada komentar-komentar mengenai potensi kenaikan suku bunga The Fed di desember. Pelaku pasar melihat perbaikan ekonomi terus berlanjut karena adanya potensi kenaikan pada consumer spending AS. Kenaikan di topang salah satunya oleh saham Nike yang melonjak 5,46%. Penguatan pada bursa saham di Wall Street terjadi ditengah pelemahan pada harga minyak dunia, yang disebabkan oleh adanya ekspektasi bahwa AS mengalami kelebihan persediaan. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat tipis, DAX menguat 35 poin (+0,31%) pada level 11.120, sementara FTSE menguat 5 poin (+0,08%) pada level 6.335. Penguatan tipis pada bursa saham eropa terjadi menyusul mulai meredamnya kekhawatiran mengenai aksi terror yang terjadi di Paris. Penguatan juga mrespon pernyataan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi yang menyatakan bahwa ECB akan melakukan apapun yang harus dilakukan untuk mengangkat inflasi secepat mungkin.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan akhir pekan kemarin langsung berada di teritori negatif. Namun, Sentimen positif dari penguatan pada bursa saham global langsung, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.623 per USD) dan aksi beli oleh pelaku pasar terhadap saham-saham berkapitalisasi cukup besar membuat IHSG berbalik ke zona hijau. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 42 poin (+0,94%) pada level 4.561. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 145,7M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor mengakhiri perdagnagn di zona hijau, hanya sektor pertambangan yang berakhir di zona merah. Sektor pinfrastruktur dan properti yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 19 poin (+2,08%) dan 7 poin (+1,52%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

Seiring penguatan pada mayoritas bursa saham gobal, penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap USD dan pada IHSG akhir pekan kemarin serta arus dana asing yang mulai kembali masuk membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.505 dan resistance 4.610. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNVR(Buy), INDF(Spec Buy), WIKA(Spec Buy) dan BSDE(Spec Buy).
News Highlights
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan penggabungan pipa gas PGAS dengan pipa gas yang dimiliki Pertagas anak usaha PT Pertamina (Persero) segera terwujud agar tidak terjadi kompetisi antar kedua korporasi tersebut. Opsi penggabungan pipa gas kedua perusahaan tersebut akan ditempuh melalui akuisisi atau sewa, masih dalam status pengkajian mendalam. Prinsipnya, penggabungan pipa gas kedua perusahaan tersebut akan menghasilkan kekuatan kapasitas jalur distribusi gas dalam jumlah signifikan dalam satu pengelolaan.
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) membidik pendapatan sebesar Rp1,307T di akhir tahun ini. Jumlah ini naik sebanyak 15,3% dari pos pendapatan di akhir tahun lalu sebesar Rp1,132T. Hingga kuartal III ini pendapatan perseroan sudah mencapai Rp1,086T, naik 19,8% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp906,80M. Pendapatan tol mengalami kenaikan sebanyak 4,9% menjadi Rp767,08M per September 2015 bila dibanding raihan sebesar Rp763,37M di kuartal III 2014. Pendapatan non tol mencapai Rp319,0M, dari posisi sebesar Rp143,43M per September 2014.
PT Mega Manunggal property (MMLP) menggadeng Daiwa House Industry dari Jepang dalam pembangunan infrastruktur properti logistik khususnya pembangunan sentra bisnis dan perkantoran terpadu di Indonesia. Baru-baru ini telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang intinya MMLP dan Daiwa House sepakat untuk bersama-sama mengembangkan bisnis properti logistik terpadu (Proyek Baru Logistik), di mana Daiwa House akan mengambil bagian saham dalam Proyek Baru Logistik setinggitingginya sampai dengan (up to) 49%. Secara teknis, kerjasama MMLP dengan Daiwa House ini akan dilaksanakan pada entitas korporasi tersendiri yang merupakan anak perusahaan MMLP. Jadi, Proyek Baru Logistik ini sama sekali di luar PT. Daiwa Manunggal Logistik Properti, suatu perusahaan patungan yang sekarang sudah ada, demikian menurut Fernandus Chamsi, Direktur Utama/CEO MMP.
PT Merck Indonesia Tbk (MERK) akan menambah kegiatan usaha perseroan yakni berupa penyewaan ruangan dimana hal ini sesuai dengan kebijakan Merck Group dimana perseroan hanya menyewakan ruangan kepada perusahaan afiliasinya. Menurut keterangan perseroan yang diperoleh Senin, saat ini pelanggan perseroan yaitu PT Merck Chemicals dan Life Sciences dengan kegiatan usaha perdagangan besar dan impor. Gedung yang disewakan adalah gedung perkantoran Merk yang terletak di Jalan TB Simatupang Pasar Rebo seluas 483m2 yang terdiri dari dua lantai dengan harga sewa Rp250.000/m2 hingga tahun 2017 dan akan dinaikan menjadi Rp295.000 pada 2018-2020.
Bank Indonesia (BI) menilai, posisi utang luar negeri Indonesia saat ini masih dalam batas aman dengan rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 34,9%. Angka ini jauh lebih rendah dari batas aman di posisi 51,5%. Hingga akhir triwulan III-2015, nilai utang luar negeri Indonesia gabungan pemerintah dan swasta mencapai US$ 302,4M, turun 0,6% atau sekitar US$ 2,1M, dari posisi triwulan II-2015 sebesar US$ 304,5M. Utang luar negeri sektor swasta turun US$ 1,7M, terutama disebabkan oleh turunnya utang luar negeri bank. Sementara itu, posisi utang luar negeri sektor publik turun US$ 0,4M, terutama disebabkan oleh turunnya utang luar negeri pemerintah.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar