Rabu, November 18

Equity Update 18 November 2015

Market Review

Mayoritas indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat tipis, Dow Jones menguat 7 poin (+0,04%) pada level 17.490, S&P turun 3 poin (-0,16%) pada level 2.050 dan Nasdaq ditutup menguat 1 poin (+0,03%) pada level 4.986. Saham-saham Wall Street menjalani perdagangan dengan volatilitas tinggi karena investor mencermati sejumlah laporan ekonomi yang beragam. Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk semua konsumen perkotaan meningkat 0,2% pada Oktober disesuaikan secara musiman, sejalan dengan konsensus pasar. Sementara IHK inti, yang tidak termasuk biaya makanan dan energi, naik tipis 0,2% pada Oktober, menyusul kenaikan serupa pada September. Sementara itu, produksi industri AS turun 0,2% pada Oktober setelah penurunan pada tingkat yang sama pada September, gagal memenuhi perkiraan pasar naik 0,1%, menurut statistik dari Federal Reserve. Investor juga terus mengawasi risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terakhir yang akan keluar Rabu. Pelaku pasar akan mencari lebih banyak petunjuk tentang waktu kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat signifikan, DAX menguat 258 poin (+2,41%) pada level 10.971, sementara FTSE menguat 123 poin (+1,99%) pada level 6.269. Penguatan signifikan pada bursa saham eropa melanjutkan penguatan yang terjadi di hari sebelumnya. Penguatan signifikan ini salah satunya ditopang oleh penguatan pada saham-saham sektor energi.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentimen positif dari penguatan pada bursa saham global dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.746 per USD) langsung di respon oleh pelaku pasar. Aksi beli terhadap saham-saham dengan kapitalisasi pasar yang besar berhasil membuat IHSG bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 59 poin (+1.32%) pada level 4.501. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 168,6M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor menutup perdagangan dizona hijau, hanya sektor pertambangan yang mengakhiri perdagangan dizona merah. Sektor infrastruktur dan industry dasar yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 25 poin (+2,81%) dan 10 poin (+2,70%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

 equity18

Seiring penguatan pada bursa saham gobal dan penguatan yang cukup signifikan pada IHSG kemarin ditengah pelemahan rupiah dan kembali derasnya arus keluar dana asing membuat IHSG berpotensi untuk melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.470 dan resistance 4.540. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  BBRI(Spec Buy), PTPP(Spec Buy), ASII (Spec Sell) dan TLKM(SoS).


News Highlights

PT XL Axiata Tbk (EXCL) kemarin secara resmi mengomersialisasi layanan 4G LTE (long term evolution) secara nasional, termasuk untuk wilayah DKI Jakarta. Layanan ini membuat pelanggan XL dapat memanfaatkan internet super cepat untuk membantu meningkatkan produktivitas. Manajemen EXCL meyampaikan, bahwa pihaknya tidak akan menaikkan tarif dengan adanya penambahan layanan 4G LTE.

PT Astra International Tbk (ASII) di bisnis mobil domestik naik menjadi 52% pada Oktober 2015, dibandingkan September 2015 sebesar 51%. Penjualan mobil Astra turun 4% menjadi 45.668 unit dari September sebesar 47.562 unit. Adapun penjualan mobil domesik turun 5% dari 93.038 unit pada September menjadi 88.325 unit pada Oktober. Total penjualan mobil perseroan hingga Oktober 2015 mencapai 428.027 unit dengan pangsa pasar mencapai 50%. Sementara itu, penjualan motor Honda oleh perseroan naik menjadi 453.944 unit pada Oktober 2015, dibandingkan September sebanyak 425.458 unit. Pasar motor domestik turun dari 603.102 unit menjadi 602.882 unit sehingga pangsa pasar Honda meningkat menjadi 75% pada Oktober 2015 dari September sebesar 71%. Hingga Oktober 2015, penjualan Honda mencapai 3.720.171 unit dengan pangsa pasar 69%.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kembali melakukan pendiran perusahaan baru lewat anak perusahaannya yang dimiliki 99,99% sahamnya oleh WSKT yakni PT Waskita Bali Mandara (WBM). pendirian perusahaan baru ini dilakukan bersama Perusahaan Daerah Propinsi Bali.

PT Soechi Lines Tbk (SOCI) kembali menambah satu unit lagi kapal tanker minyak. Perseroan baru saja mengakuisisi satu unit kapal tanker minyak tipe aframax kapasitas ±100.000 dead weight tonnage (DWT). Pengiriman kapalnya pada awal November, sehingga saat ini SOCI memiliki enam unit kapal jenis tersebut dengan adanya kapal baru tersebut, maka kapasitas armada perseroan saat ini sebesar 1,48 juta DWT. Penambahan kapal tersebut dilakukan demi menangkap peluang pertumbuhan bisnis distribusi minyak di Indonesia. Seperti diketahui, pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun kilang-kilang migas baru. Selain itu, berbagai langkah pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah akan menjadi pendorong permintaan distribusi dan logistik migas melalui jasa perusahaan pelayaran, khususnya untuk kapal-kapal berbendera Indonesia yang dilindungi azas cabotage.

PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) telah menandatangani kontrak pembelian 1 unit kapal Container 2nd hand dengan Prosper World Marine Co Ltd, Liberia senilai USD5.50 juta pada 12 November 2015 dari Prosper World Marine Co Liberia yang bukan merupakan afiliasi terhadap perseroan. Tujuan pembelian 1 unit kapal 2nd hand ini adalah dalam rangka melanjutkan program peremajaan armada milik perseroan dan meningkatkan kapasitas usaha perseroan. Serah terima kapal akan dilaksanakan pada Q1 2016. Perseroan menganggarkan Rp685 miliar untuk pembelian kapal ini yang berasal dari dana perseroan untuk investasi barang modal.

PT Akhasa Wira International Tbk (ADES) membukukan laba bersih pada Q3 2015 sebesar Rp17,01 miliar atau Rp29 per saham, menurun 33,06% YoY (Year on Year) dari Rp25,41 miliar atau Rp43 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Penurunan kinerja tersebut ADES pada Q3 2015 tersebut disebabkan oleh peningkatan Beban Pokok Pendapatan Perseroan pada Q3 2015 sebesar 26,96% menjadi Rp248,41M dari Rp195,66M pada periode yang sama tahun 2014. Beban usaha Perseroan juga meningkat dari Rp175,25M menjadi Rp212,32M. Sedangkan beban keuangan menurun sedikit dari Rp7,56M menjadi Rp9,00M.

Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan pada level 7,50%. Meski banyak kalangan termasuk pemerintah menilai level tersebut masih terlalu tinggi dan tidak mendorong pertumbuhan ekonomi yang tengah melambat. Upaya untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi adalah dengan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) primer dalam rupiah dari 8% menjadi 7,5%. BI juga memperkirakan rata-rata pertumbuhan ekonomi sepanjang 2015 akan mencapai 4,7%-4,8% batas bawah perkiraan BI sebelumnya. Untuk tingkat inflasi 2015 BI memperkirakan akan berada di bawah 3%(yoy) yang didorong berlanjutnya stabilitas harga bahan pangan (volatile food) dan hilangnya efek kenaikan harga bahan bakar minyak.


-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar