Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah tipis, Dow Jones melemah 56 poin (-0,32%) pada level 17.702, S&P turun 7 poin (-0,32%) pada level 2.075 dan Nasdaq ditutup melemah 16 poin (-0,32%) pada level 5.067. Saham-saham Wall Street berakhir turun tipis pada perdagangan kemarin, setelah munculnya kekhawatiran tentang penjualan ritel AS dan kemerosotan pada harga minyak dunia. Lonjakan besar pada data persediaan minyak AS menekan harga minyak dunia sekaligus menyeret saham-saham sektor tersebut ke zona merah, ditambah lagi laporan kuartalan dari emiten departemen store yang mengecewakan turut menekan indeks dbursa saham Wall Steet. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat, DAX menguat 22 poin (+0,35%) pada level 10.908, sementara FTSE menguat 22 poin (+0,35%) pada level 6.297. Penguatan pada bursa saham eropa ditopang oleh penguatan pada saham emiten SABMiller PLC dan Carlsberg, ditembah lagi kenaikan pada saham emiten TalkTalk Telecom Group PLC. Kenaikan terjadi ditengah pernyataan president European Central Bank (Mario Draghi) yang dinilai mengecewakan oleh beberapa analis.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan pada IHSG kemarin menekan IHG di awal perdagangan. Namun, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.619 per USD) ditengah aksi jual oleh investor asing membuat IHSG perlahan bergerak ke zona hijau. IHSG akhirnya ditutup menguat tipis sebesar 1 poin (+0,01%) pada level 4.452. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 614,0M di pasar regular dan negosiasi. Sektor industri dasar dan aneka industri yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 17 poin (+4,53%) dan 37 poin (+3,25%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

Seiring bervariasinya pergerakan pada bursa saham gobal, penguatan yang terjadi pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin ditengah kembali derasnya arus keluar dana asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.410 dan resistance 4.500. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMGR(Spec Buy), INTP(Spec Buy), BBCA (BoW) dan MPPA(BoW).
News Highlights
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) optimistis target laba bersih mereka pada 2015 sebesar Rp730M bisa terlampaui yang seiring dengan pencapaian salah satu perusahaan plat merah tersebut hingga Oktober 2015. Hingga Oktober 2015, PTPP berhasil mengantongi kontrak baru sebesar Rp18,63T atau 69% dari total target hingga akhir tahun. Order book perseroan sampai dengan Oktober 2015, telah mencapai Rp48,49T termasuk carry over sebesar Rp29,8T atau mengalami peningkatan 34% dari periode yang sama tahu lalu sebesar Rp36T. PTPP juga berencana untuk menerbitkan obligasi untuk mensubtitusi Penyertaan Modal Negara sebagai opsi pendanaan, jika dalam pembahasan APBN-P pada 2016 mendatang masih tidak disetujui oleh DPR.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyebutkan, saat ini pihaknya berencana mengakuisisi perusahaan sekuritas, setelah di 2015 ini resmi terdaftar sebagai bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN). Upaya untuk memiliki anak usaha di industri sekuritas itu sudah tertuang di dalam Rencan Bisnis Bank (RBB) 2016.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menargetkan laba bersih pada tahun 2016 dapat tumbuh lebih dari 25% dibandingkan dengan raihan laba bersih tahun 2015. Target bisnis (laba bersih) untuk satu tahun ke depan tersebut sejalan dengan asumsi makro ekonomi yang diperkirakan bakal membaik. Kenaikan laba bersih pada tahun depan akan seiring dengan pertumbuhan kredit dan pembiayaan dikisaran 18%-20%. Untuk dana pihak ketiga (DPK), diharapkan dapat tumbuh sekitar 19%-21%. Dengan demikian, total aset perseroan di tahun depan diperkirakan bisa meningkat sekitar 18%-20%. BTN juga bakal mempertahankan rasio kecukupan modal (CAR) dilevel 14%-16% serta menjaga kredit bermasalah (NPL) gross dilevel minimal 3% atau lebih rendah lagi. Perusahaan juga mengincar rasio marjin bunga bersih (NIM) dilvel 5%-5,2%, loan to deposit ratio (LDR) 103%-105%, serta BOPO 82%-84%.
PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melaporkan pertumbuhan kinerja pada Q3 2015 sebesar 57,57% dengan laba bersih menjadi USD39,36 juta atau USD0,0056 per saham dibandingkan USD24,98 juta atau USD0,0042 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Pencapaian kinerja Perseroan pada Q3 2015 didukung oleh pertumbuhan pendapatan Pokok Perseroan pada Q3 2015 sebesar 17,09% menjadi USD100,76 juta dari pendapatan pokok pada periode yang sama tahun 2014 yaitu USD87,84 juta, dan Perseroan memperoleh keuntungan kurs yang sangat besar pada Q3 2015 yaitu USD10,91 juta, sedangkan pada Q3 2014 hanyak USD0,32 juta.
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berencana akan melakukan revaluasi aset mulai tahun 2015. Hal tersebut dilakukan oleh perseroan untuk menindaklanjuti paket kebijakan pemerintah yang memberikan potongan pajak bagi perusahaan yang merevaluasi asetnya jadi tiga persen hingga akhir tahun 2015 ini. Perusahaan energi plat merah itu akan melakukan revaluasi secara bertahap dan pada tahun 2015 ini dia mengatakan perusahaan merencanakan melakukan revaluasi pada aset tanah perusahaan terlebih dahulu.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar US$957.331 untuk kegiatan eksplorasi bulan Oktober 2015. Daerah eksplorasi di blok Soroako di Bukit Konde, Bukit Tonia di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan serta Blok Pomalaa di Kolaka Sulawesi Tenggara serta Blok Bahodoppi di Morowali Sulawesi Tengah. Eksplorasi dilakukan oleh PT Vale Indonesia bersama dengan pihak ketiga yang melibatkan tiga kontraktor. Adapun hasil pengujian sedang dalam proses penghitungan cadangan dengan metoda block modeling di Soroako.
PT Metropolitan Land Tbk (Metland) menganggarkan belanja modal (capital expenditures/capex) sebesar Rp 500M pada tahun 2016. Angka ini lebih rendah dibandingkan belanja modal pada tahun sebelumnya mencapai Rp 660M. Sumber pendanaan capex tahun depan akan berasal dari kas internal perusahaan. Selain itu, dana juga bakal disumbang dari pinjaman perbankan.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar