|
Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot -1,4 persen (-65,32 poin) ke level 4608,74 poin pada penutupan perdagangan hari Rabu (28/10). IHSG melanjutkan pelemahan sebagaimana terjadi pada penutupan perdagangan hari Selasa. Indeks LQ45 drop 1,82% ke posisi 795 poin. Jakarta Islamic Index (JII) melemah 1,61% ke posisi 610 poin. Indeks IDX30 drop 1,95% ke level 413 poin. Indeks SRI KEHATI melemah -1,67 persen ke posisi 268 poin. Indeks SMInfra 18 melorot -0,97% ke posisi 302 poin. Nilai transaksi tercatat Rp5,545 triliun. Volume trading sebanyak 6,499 miliar saham. Pemodal asing membukukan net sell (jual bersih) Rp367 miliar. Sektor Consumer -1,21%, Agri -1,19%, Manufaktur -1,65%, Misc-ind -2,45%, Mining -1,10%, Infrastruktur -0,19%, Trade -1,41%, Finance -1,91%, Properti -0,94%, Basic-ind -1,45% IHSG tertekan oleh sektor aneka industri (misc-ind) yang melemah paling buruk. Begitu pula dengan sektor finance yang turun kedua terburuk. Saham dari sektor misc-ind yang minus seperti AALI turun -2,80 persen. AUTO -5,51 persen. GJTL -1,64 persen. PTSN turun -1,49 persen. SMSM turun -0,40 persen dan SRIL turun -0,26 persen. Sedangkan saham-saham finance yang bergerak negatif di antaranya: ADMF -0,26 persen. BCA -0,55%. BNI -2,90%. BIR -4,31%. Bank Danamon -4,21 persen. Bank Mandiri -2,07 persen. Nilai Tukar Rp/USD Sementara itu Rupiah menguat 0,93% ke level Rp13.537 per dolar AS. Asia Mayoritas indeks di pasar saham Asia melorot pada penutupan jeda perdagangan hari Rabu (28/10) disertai turunnya harga saham-saham energi di tengah harga minyak yang kembali melemah. Para trader di pasar saham Asia tampaknya menjadi ragu-ragu menjelang pelaksanaan meeting the Fed yang akan berakhir hari Kamis esok. Kondisi pasar gelisah dalam sebulan terakhir wait and see keputusan kenaikan suku bunga the Fed dalam 9 tahun terakhir. Sementara sebagian besar analis memperkirakan kenaikan suku bunga the Fed akan diputuskan pada meeting the Fed saat ini. The Fed akan secara terpisah mengeluarkan statement indikasi kapan (suku bunga) akan berubah. Harga minyak WTI tadi malam turun 78 sen ke posisi 43,28 USD per barel. Sementara di pasar Asia harga minyak pada tengah hari ini naik tipis 8 sen ke posisi 43,28 USD per barel. Chief Investment Officer Polaris Greystone Financial, Jeff Powell seperti dikutip cnbc menyalahkan koreksi tajam harga minyak sehubungan kegagalan OPEC menurunkan tingkat produksi. Indeks Nikkei 225 naik 0,67% (125,98 poin) di posisi 18.903,02 poin. Indeks Hang Seng (Hong Kong) drop -0,80% (-186,16 poin) ke level 22.956,57 poin. Indeks Shanghai (China) melorot -1,72% (59,14 poin) ke posisi 3.475,20. Indeks Strait Times (Singapura) melemah 0,28% (-8,62 poin) ke level 3.043,91 poin. Bursa Eropa Sesi opening bursa Eropa pada perdagangan hari Rabu (28/10) bergerak positif sebelum publikasi kesimpulan meeting the Fed di AS tentang keputusan kenaikan suku bunga acuan. Indeks FTSE 100 naik 0,22% ke level 6.379,62 poin. Indeks DAX 30 naik 0,34% ke posisi 10.728,16 poin. Indeks CAC 40 naik 0,22% ke level 4.857,85 poin Oil Harga minyak di pasar Asia bergerak flat pada perdagangan hari Rabu (28/10) sore seiring sikap para investor yang menunggu publikasi data persediaan minyak di AS serta meeting the Fed yang berakhir Kamis. Meeting the Fed periode ini diharapkan mengeluarkan sinyal kepastian kenaikan suku bunga acuan. Harga minyak jenis WTI naik 5 sen ke level 43,25 USD per barel. Sementara jenis Brent naik 4 sen ke posisi 46,85 USD per barel. |
Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 - Indonesia | Call Center 021 5088 7200 | Email : support@indopremier.com | www.indopremier.com
Rabu, Oktober 28
Market Summary: IHSG Melanjutkan Pelemahan, Melorot 1,4 Persen
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar