Indeks Nikkei 225, Jepang, melaju 0,43% (82,05 poin) ke level 18.985,07 pada pukul 08.30 WIB. Penguatan indeks dipicu oleh rilis data produksi industri September yang memperlihatkan kenaikan 1,0 persen, mengalahkan ekspektasi penurunan sebesar 0,5 persen.
Survei manufakur mengekspektasikan kenaikan output Oktober sebesar 4,1 persen, dan melemah 0,3 persen pada November.
Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia melemah 0,55% (-29,52) menjadi 5.305,70, tertekan oleh penurunan harga saham emiten pertambangan akibat turunnya harga emas. Indeks Kospi, Korea Selatan naik 0,94% ke posisi 2.061,78.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu keluar dari kubangan zona merah mengikuti sentimen positif yang mendominasi bursa global.
Analis memperkirakan indeks akan melakukan rebound, dan dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengakumulasi pembelian setelah mengalami penurunan tajam selama beberapa hari kemarin. Gempuran aksi jual masih berpotensi melanjutkan tren penurunan indeks.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan pada bursa saham gobal, kenaikan harga minyak dunia [pagi tadi], serta penguatan nilai tukar rupiah di tengah pelemahan signifikan pada IHSG dan keluarnya dana asing [kemarin], berpotensi menggerakkan IHSG bervariasi dengan kecenderungan menguat.
IHSG akan bergerak pada rentang support 4.560 dan resistance 4.650. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AKRA [AKRA 5,725
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir dengan membukukan lompatan kenaikan semua indeks saham acuan, setelah hasil rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahaankaan suku bunga Federal Reserve mendekati nol dan terbukanya kembaali kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember nanti.
Analis menilai, para investor terpacu oleh perubahan dalam pandangan The Fed yang menyiratkan berkurangnya kekhawatiran terhadap pelambatan pertumbuhan di China negara berkembang lainnya.
Harga saham emiten perbankan berlompatan menyambut keputusan untuk mempertahnakan suku bunga yang mendekati nol.
Dow Jones Industrial melaju 1,13% (198,09 poin) menjadi 17.779,52,
S&P 500 melonjak 1,18% (24,46 poin) berakhir di 2.090,35.
Nasdaq Composite melesat 1,30% (65,55 poin) ke posisi 5.095,69.
Namun harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange anjlok 2,73% menjadi US$21,02.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam, juga ditutup dengan membukukan kenaikan indeks saham acuan, jelang keputusan suku bunga The Fed. Sekaligus mematahkan tren penurunan yang bergulir dari bursa Asia.
Pasar meyakini bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga dengan mengacu pada data ekonomi yang kurang mendukung. Rilis kinerja keuangan yang positif dari sejumlah emiten, dan rebound harga minyak ikut mendongkrak indeks.
FTSE 100 London melesat 1,14% (72,53 poin) ke level 6,437.80.
DAX 40 Jerman melompat 1,31% (139,77 poin) ke posisi 10.831,96.
CAC 40 Paris melaju 0,9% (43,51 poin) ditutup di 4.890,58.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi menguat seiring pernyataan The Fed yang menyatakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun.
Para pejabat The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dengan memperhattikan pelemahan ekspor dan inflasi. Namun The Fed membuka pintu untuk kenaikan suku bunga di pertemuan pada Desember mendatang, dengan memperhatikan data ketenagakerjaan dan inflasi.
Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS utama, naik 0,88 persen menjadi 97,77.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Komoditas
Harga minyak dunia pagi tadi melonjak, setelah laporan Departemen Energi Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa pasokan minyak mentah naik 3,4 juta barel hingga 23 Oktober lalu namun lebih rendah dari perkiraan American Petroleum Institute sebesar 4,1 juta barel, sehingga meredam kekhawatiran akan membanjirnya pasokan global.
Persediaan minyak di pelabuhan ekspor minyak AS di Cushing, Oklahoma juga turun 785.000 barel, Pernyataaan perusahaan minyak Meksiko, Pemex untuk mengimpor 75.000 barel minyak mentah AS per hari ikut mendongkrak harga minyak WTI.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember melambung US$2,74 (6,3%) menjadi US$ 45,94 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember melompat US$2,24 (4,8%) menjadi US$49,05 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan, menjelang pernyataan suku bunga The Fed.
Investor telah mengantisipasi keputusan tersebut dengan mengacu pada hasil analisis FedWatch CMEGroup, yang meniratkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober hanya 4,6 persen, sedangkan pada pertemuan FOMC Desember peluang tersebut menjadi sebesar 38 persen.
Namun harga emas di pasar spot bergerak melemah, setelah rilis pernyataan The Fed yang membuka pintu untuk kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang.
Harga emas untuk pengiriman Desember US$10,3 (0,88%) menjadi US$1.176,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,9% menjadi US$1,155,86 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Menguat__IHSG_Berpeluang_Rebound&level2=newsandopinion&id=3928286&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VjF2UV7cp5Y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar