Mengawali perdagangaan hari ini, bursa saham Australia dibuka melemah. Pada awal perdagangan indeks ASX 200 sempat melorot 0,5%, namun sedikit membaik dengan mencatatkan penurunan 0,15% (-8,10 poin) di level 5.240,20 pada pukul 08.30 WIB. Indeks tertekan penurunan harga saham emiten sumber daya alam yang dilanda aksi jual.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang sedikit turun 0,07% (-13,48 poin) ke level 18.540,80. Indeks sempat melemah 0,2%, terpengaruh oleh penurunan harga saham emiten terkait migas dan emiten eksportir. Indeks Kospi, Korea Selatan turun 0,46% (-9,37 poin) menjadi 2.033,61.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan kembali bermanuver di zona hijau, setelah kemarin berhasil bertahan dari tekanan jual. Analis memperkirakan, indeks masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan, setelah mampu bertahan dari tekanan regional dan depresiasi rupiah. Tekanan aksi jual akan tetap mewarnai pasar, di tengah aksi beli yang tetap semarak.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya bursa saham gobal, penguatan pada IHSG kemarin dan masuknya dana investor asing di tengah berfluktuasinya nilai tukar rupiah membuat IHSG berpotensi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.560 dan resistance 4.650. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: AALI [AALI 21,350
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan di bursa saham Wall Street pagi tadi berakhir melemah, setelah mangalami gejolak akibat rilis laporan keuangan sejumlah emiten big caps yang kurang memuaskan.
Harga sahham General Motors naik hinggga 5,8 persen, sementara Yahoo terjungkal 5,2 persen. Penawaran saham perdana Ferrari berhasil mencatatkan kenaikan 5,8 persen dari harga perdana. Investor juga mencemaskan harga minyak yang dinilai sudah terlalu rendah dan dapat mengancam perekonomiann AS.
Dow Jones Industrial Average turun 0,28% (-48,50 poin) menjadi 17.168,61,
S&P 500 melemah 0,58% (-11,83 poin) ke posisi 2.018,94.
Nasdaq Composite melorot 0,84% (-40,85 poin) ke level 4.840,12.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melorot 1,13% menjadi US$21.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berhasil mengakhiri sesi perdagangan dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan, di tengah penantian investor akan hasil pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) di Malta, dan rilis laporan keuangan sejumlah emiten.
Pasar mengekspektasikan ECB akan mengeluarkan kebijakan stimulus baru untuk mengatasi masalah penurunan harga yang dapat memicu deflationary spiral.
FTSE 100 London, naik tipis 0,05% (3,29 poin) ditutup di 6.348,42.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,89% (90,42 poin) menjadi 10.238,10.
CAC 40 Paris menguat 0,45% (21,29 poin) ke level 4.695,10.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap euro, pagi tadi menguat menyambut pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) Kamis ini, yang memicu spekulasi tentang tambahan stimulus moneter untuk zona euro.
Gubernur ECB awal bulan ini menyatakan, Uni Eropa menghadapi risiko penurunan yang "signifikan", yang bisa memaksa zona euro untuk melakukan penyesuaian dalam kebijakan pelonggaran kuantitatifnya.
Namun secara keseluruhan nilai tukar dolar terhadap sejumlah mata uang dunia mengalami kenaikan, terutema terhadap mata uang emerging market. Indeks Dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang utama AS naik 0,12 persen menjadi 95,030.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
Sumber : Bloomberg.com 21/10/2015
Komoditas
Harga minyak dunia, pagi tadi kembali mengalami penurunan harga akibat rilis data persediaan minyak mentah AS yang menunjukkan kenaikan, memperkuat kekhawatiran akan kelebihan pasokan global.
Laporan mingguan Departemen Energi AS (DoE) mengungkapkan persediaan minyak mentah komersial AS melonjak 8 juta barel menjadi 476,6 juta barel hingga 16 Oktober lalu. Kenaikan ini lebih dari dua kali lipat ekspektasi pasar sebesar 3,75 juta barel.
Persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak AS, turun 0,1 juta barel menjadi 54,1 juta barel. Pasar hanya sedikit memberi perhatian terhadap pertemuan teknis para produsen minyak di Wina, Rabu. OPEC dan produsen minyak non-OPEC tidak mendiskusikan batas produksi atau target harga.
Harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember, turun US$1,09 (- 2,4%) menjadi US$45,20 per barel.
Harga minyak mentah Brent untuk penyerahan Desember turun 86 sen (-1,8%) menjadi US$47,85 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan, terpengaruh oleh penguatan dolar AS menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB).
Sejumlah analis berpendapat, Gubernur ECB telah mengindikasikan kemungkinan perluasan pelonggaran kuantitatif, sehingga menjaga kurs euro tetap rendah.
Analis lain mengatakan harga emas terus berada dalam tekanan karena ketidakpastian waktu kenaikan suku bunga Federal Reserve AS dan perdagangan emas akan tetap lesu menjelang pertemuan kebijakan The Fed pada pekan depan.
Harga emas untuk pengiriman Desember melorot US$10,4 (-0,88%) menjadi US$1.167,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,7% menjadi US$1.166,76 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__AS_dan_Asia_Melemah__Aksi_Jual_Ancam_IHSG&level2=newsandopinion&id=3913550&img=level1_topnews_1&urlImage=ihsg-daylife.jpg#.Vihf31471qA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar