Market
Review
Indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah tipis, Dow Jones melemah
24 poin (-0,13%) pada level 17.756, S&P turun 1 poin (-0,06%) pada level
2.089 dan Nasdaq ditutup melemah 22 poin (-0,43%) pada level 5.074. Saham-saham Wall Street berakhir turun tipis pada
Kamis (Jumat pagi WIB), setelah pertumbuhan ekonomi negara itu pada kuartal
ketiga di rilis lebih rendah dari yang diperkirakan. Dalam laporan Departemen
Perdagangan AS, Produk domestik bruto (PDB) riil AS tumbuh pada tingkat tahunan
1,5% di kuartal ketiga, turun dari kenaikan 3,9% pada kuartal kedua dan gagal
memenuhi harapan pasar untuk tumbuh 1,7%. Dari Eropa, bursa saham
mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah, DAX melemah 31 poin
(-0,29%) pada level 10.801, sementara FTSE melemah 42 poin (-0,65%) pada level
6.396. Pelemahan pada bursa saham eropa mengikuti pergerakan pada pasar equitas
Asia serta di picu beragamnya respon terhadap hasil FOMC di AS dan laporan
kinerja emiten di eropa yang juga bervariasi.
Indeks harga saham gabungan mengawali
perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment positif dari
penguatan pada mayoritas index di bursa saham global tidak mampu membuat IHSG
berada di zona hijau. Laporan kinerja beberapa emiten yang kurang baik serta
aksi jual oleh investor asing dan Pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap
dollar AS (di tutup di level Rp13.619 per USD) serta adanya issue deadlock
dalam pengesahan anggaran RAPBN 2016 menekan IHSG di sepanjang perdagangan
kemarin. IHSG akhirnya ditutup melemah signifikan sebesar 137 poin (-2,97%)
pada level 4.472. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell)
sebesar 998,8M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor mengakhiri
perdagangan di zona merah, sektor industri dasar dan aneka industri yang
masing-masing mengalami pelemahan sebesar 19 poin (-4,82%) dan 43 poin (-4,03%)
menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
|
Seiring pelemahan pada bursa saham gobal,
pelemahan yang signifikan pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin
serta kembali derasnya arus keluar dana asing membuat IHSG berpotensi untuk
bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.380
dan resistance 4.565. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah
satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi
pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
ICBP(BoW), EXCL(Spec Buy), BBRI(Spec Sell)
dan ASII(Sell).
News Highlights
PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk (BMRI) membukukan laba bersih pada triwulan III 2015 mencapai Rp14,6T
meningkat tipis dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp14,4T.
PT Semen Indonesia
(Persero) Tbk (SMGR) alami penurunan laba bersih sebesar 21,55% hingga
September 2015 menjadi Rp3,19T atau Rp539 per saham dibandingkan laba bersih
periode sama tahun sebelumnya yang Rp4,07T. Pendapatan turun tipis menjadi
Rp19,11T dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp19,35T.
PT Astra Internasional Tbk
(ASII) alami penurunan laba bersih sebesar 17,25% per September 2015 menjadi
Rp11,99T dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp14,49T.
Pendapatan bersih turun menjadi Rp138,17T dari pendapatan bersih tahun
sebelumnya yang Rp150,58T dan beban pokok mencapai Rp110,91T dari beban pokok
tahun sebelumnya Rp121,79T.
PT Indofood Sukses Makmur
Tbk (INDF) meraih penjualan neto konsolidasi tumbuh 1,5% menjadi Rp47,56T
hingga September 2015 dibandingkan penjualan neto tahun sebelumnya yang
Rp46,88T. Laba periode berjalan
yang dapat didistribusi kepada pemilik entitas induk turun 45,2% menjadi
Rp1,68T dari laba Rp3,07T.
PT United Tractors Tbk
(UNTR) meraih kenaikan laba bersih sebesar 16,64% hingga September 2015 menjadi
Rp5,57T naik dari laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp4,77T.
Pendapatan bersih turun menjadi Rp38,29Tdari pendapatan bersih tahun sebelumnya
yang Rp40,81T namun beban pokok turun jadi Rp29,37M dari Rp32,17M.
PT AKR Corporindo Tbk
(AKRA) alami pertumbuhan laba bersih sebesar 46,08% hingga periode September
2015 menjadi Rp845,29M dari laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang
sebesar Rp578,65M. Penjualan tercatat Rp15,03T turun dari penjualan tahun
sebelumnya yang Rp16,98T namun beban pokok turun jadi Rp13,39T dari beban pokok
tahun sebelumnya Rp15,75T.
PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
mencatat penurunan laba sebesar 9,4% hingga periode September 2015 menjadi
Rp960,93M atau Rp137,44 per saham dibandingkan laba periode sama tahun
sebelumnya yang Rp1,06T atau Rp155,95 per saham. Pendapatan usaha turun jadi
Rp6,26T dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang Rp6,67T.
PT Bumi Serpong Damai Tbk
(BSDE) alami penurunan laba bersih sebesar 46,28 persen per September 2015
menjadi Rp1,73T dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp3,21T.
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat Tbk (BJBR) hingga periode akhir September 2015 laba bersih berhasil
tumbuh 25,30% menjadi Rp894,71M. Sementara secara konsolidasi laba bersih
tercatat tumbuh 20,63% menjadi Rp864,18M. Naiknya laba perseroan seiring dengan
naiknya pendapatan bunga bersih perseroan di periode tersebut sebesar 7,76%
menjadi Rp3,31T sedang secara konsolidasi pendapatan bunga bersih naik 9,17%
menajdi Rp3,57T. Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), BJBR berhasil menghimpun
dana Rp77,04T atau tumbuh 45,38% dari total DPK yang dihimpun sepanjang tahun
lalu. Tercatat tingkat rasio NPL
perseroan hingga periode akhir September 2015 yakni sebesar 0,75%, sedang di
periode sama tahun lalu sebesar 0,96%.
PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
mencatat laba bersihnya mencapai Rp867,12M di akhir periode September 2015 atau
melesat 246,2% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp250,47M.
Penjualan bersih yang dibukukan hingga akhir September 2015 mencapai Rp10,69T,
naik tipis 1,3% dari sebelumnya Rp10,56T. Beban pokok penjualan berhasil
ditekan hingga 13,4% dari sebelumnya Rp8,81T menjadi Rp7,63T.
PT Elnusa Tbk (ELSA)
mencatat adanya penurunan perolehan labanya di kuartal III 2015. Penurunan ini
seiring dengan merosotnya pendapatan yang dibukukan oleh perseroan di periode
tersebut. laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 21,49%
menjadi Rp226,32M dari sebelumnya Rp288,29M. Sementara pendapatan perseroan
yang dibukukan hingga kuartal III 2015 turun 13,29% menjadi Rp2,62T dari
sebelumnya Rp3,02T.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar