Selasa, Mei 7

EQUITY_UPDATE 20130507


Market Review


Dow Jones Senin malam ditutup turun 5 poin pada 14.969, masih ditopang oleh sentimen positif rilis data tenaga kerja Amerika minggu lalu. Tidak ada rilis data ekonomi di Wall Street Senin malam. Pasar saham Jepang dibuka menguat signifikan pagi ini setelah libur kemarin, menyusul sentimen positif Wall Street minggu lalu.

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2013, pada 6,02%yoy. Walaupun tingkat pertumbuhan ini melambat dibandingkan dengan kuartal I-2012 pada 6,29%yoy, pertumbuhan PDB Indonesia masih dinilai baik, menimbang situasi krisis ekonomi global. Perlambatan pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal I-2013, terutama juga disebabkan oleh pelemahan pertumbuhan ekspor pada kuartal I-2013 sebesar 3,39%yoy dibandingkan pertumbuhan periode sama 2012 pada 7,8%yoy. Di lain pihak sektor konsumsi rumah tangga masih menopang PDB Indonesia kuartal I-2013 dengan pertumbuhan 5,17%yoy dibandingkan dengan pertumbuhan 4,9%yoy pada kuartal I-2012. Pertumbuhan PDB Indonesia kuartal I-2013, pada 6,02%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDB untuk kuartal yang sama bagi negara India (5%yoy), Amerika Serikat (1,8%yoy), Korea Selatan (1,5%yoy), dan Singapura (-0,6%yoy). Per kuartal I-2013, struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran adalah Konsumsi Rumah Tangga dan Pemerintah (62,5%), Investasi (32%), Inventori dan Diskrepansi Statistik (6,6%), dan Ekspor dikurangi Impor (-1%). Struktur PDB yang mengandalkan konsumsi domestik merupakan faktor positif signifikan yang memungkinkan ekonomi Indonesia memiliki ketahanan atas resesi global.

IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan INDF, KLBF, PTBA, INTP
(dang.maulida@ipc.co.id)


News Highlights


Malindo Feedmill (MAIN) berencana menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) minimal senilai Rp 482,05 miliar. Perseroan siap menjual 169,5 juta saham baru atau setara 10% modal disetor.  Harga pelaksanaan minimal Rp 2.844 per saham, yang merupakan harga penutupan rata-rata saham perseroan di pasar regular selam 25 hari bursa sebelum 6 Mei 2013. MAIN akan merealisasikan rencana non-HMETD paling lambat dua tahun ke depan. (Investor Daily)

Global Teleshop (GLOB) akan membagikan dividen tunai Rp 51 per saham (dividend yield=4,21%) untuk tahun buku 2012. (Investor Daily)

Petrosea (PTRO) akan membagikan dividen senilai US$ 7 juta atau setara dengan US$ 0,00694 per saham (dividend yield = 4,16%) untuk tahun buku 2012. (Investor Daily)

Golden Energy Mines (GEMS) berencana mengakuisisi dua hingga tiga Konsesi Pertambangan (KP) di wilayah Kalimantan pada tahun ini dengan nilai US$ 50 juta. Rencana tersebut bakal direalisasikan sebelum akhir 2013. Perseroan menyatakan KP yang akan diakuisisi memiliki batubara dengan kalori 5.000 kilokalori per kilogram. Perusahaan yang akan diakuisisi GEMS merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). (Kontan)

Tingkat pengangguran Indonesia mencapai 5,92% pada Februari 2013, turun dari 6,14% pada Agustus 2012. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan jumlah orang yang bekerja dari 110,81 juta pada Agustus 2012 menjadi 114,02 juta pada Februari 2013. Pada periode yang sama, jumlah pengangguran turun dari 7,24 juta menjadi 7,17 juta. Menurut BPS, pada Februari 2013, pekerja formal mencapai 45,6 juta (39,98% dari total), sedangkan 68,4 juta sisanya (60,02%) bekerja di sektor informal. (BPS)

Produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 6,02% yoy (1,41% qoq) pada 1Q13, terendah selama 10 kuartal. Lima sektor ekonomi (dari total sembilan) mengalami pelemahan kinerja pada 1Q13 dibanding pada kuartal sebelumnya. Sektor-sektor itu adalah pertambangan, manufaktur, utilitas, konstruksi, dan perdagangan. Di sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan terjadi pada konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto, yang pada kuartal lalu mencetak pertumbuhan yoy 5,17% dan 5,9%. Meski demikian, kinerja konsumsi pemerintah dan ekspor membaik, masing-maisng dengan pertumbuhan yoy 0,42% dan 3,39%. (BPS, CEIC)

Moody’s Investors Service memperingatkan bahwa penundaan upaya pengurangan subsidi secara terus-menerus akan berdampak negatif terhadap rating utang Indonesia. Menurut lembaga pemeringkat ini, ada kemungkinan bahwa DPR akan menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi karena waktu Pemilu 2014 yang makin dekat. Penolakan ini dapat terjadi melalui penolakan terhadap program bantuan langsung tunai kepada masyarakat miskin yang menjadi kompensasi bagi kenaikan harga BBM. Kegagalan pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM juga akan berakibat pada kenaikan defisit APBN dan defisit neraca transaksi berjalan serta tekanan yang makin kuat terhadap nilai tukar. (Investor Daily)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar