Senin, Mei 6

EQUITY_UPDATE 20130506


Market Review


Dow Jones Jum’at (3/5) ditutup naik 142 poin atau 0,96% pada 14.974, terutama atas rilis data tenaga kerja Amerika yang di atas estimasi konsensus. Jum’at minggu lalu dirilis data penambahan lapangan kerja non-farm payrolls untuk bulan April 2013 pada 165ribu unit, lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus 155ribu unit. Selain itu, tingkat pengangguran Amerika untuk bulan April 2013 juga turun menjadi 7,5% (terendah selama 4 tahun terakhir) dibandingkan bulan sebelumnya pada 7,6%, sementara estimasi konsensus pada 7,6%. Terutama dua data ini memicu aksi beli signifikan di Wall Street pada Jum’at minggu lalu.

Pasar saham Jepang libur hari ini. Sementara itu, Badan Pusat Statistik akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal I-2013 hari ini. Perkiraan laju pertumbuhan PDB kuartal I-2013 diperkirakan melambat menjadi kisaran 6,1-6,2%yoy dibandingkan dengan pertumbuhan PDB kuartal I-2012 pada 6,29%yoy. Tema lain yang menggerakkan IHSG adalah penurunan peringkat prospek Indonesia oleh Standard and Poor’s Rating Services (S&P), dari positif menjadi stabil. Berita yang dirilis minggu lalu ini memicu aksi jual pasar saham dan mata uang Rupiah pada Kamis dan Jum’at minggu lalu. Tidak adanya arahan sentimen dari pasar saham Jepang hari ini, serta mood cenderung negatif di pasar saham domestik diperkirakan tidak akan memberikan peluang sentimen kenaikan DJIA untuk berdampak signifikan. Diperkirakan pasar saham Jakarta bergerak dalam kisaran terbatas.

IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan UNVR, KLBF, TLKM, ADHI
(dang.maulida@ipc.co.id)


News Highlights


United Tractors (UNTR), anak usaha Astra International (ASII), menjajaki ekspansi ke Mongolia, Asia Timur. (Investor Daily)

Tahun ini, United Tractors (UNTR) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 230 juta atau lebih rendah dari rencana semula US$ 250 juta. Belanja modal tahun ini juga lebih kecil dibandingkan 2012 senilai US$ 500 juta. Perseroan menyatakan, sebagian besar belanja modal tahun ini (US$ 190 juta) dialokasikan untuk Pamapersada Nusantara, anak usaha perseroan di bidang kontraktor pertambangan. Sisanya dipakai untuk bisnis lain. Penurunan belanja modal tahun ini disebabkan oleh berkurangnya kebutuhan dana Pamapersada. Hal itu seiring dengan pelemahan harga batubara dunia. (Investor Daily)

United Tractors (UNTR) memproyeksikan penjualan alat berat tahun ini sebanyak 5.000 unit, turun 19,3% dibandingkan 2012 sebanyak 6.200 unit. Perseroan menyatakan, industri alat berat masih penuh tantangan seiring belum pulihnya harga batubara. Namun demikian, volume penjualan alat berat perseroan, selama Januari-Maret 2013, mencapai 400 unit per bulan. Tingkat penjualan periode kuartal I-2013 ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata penjualan selama kuartal IV-2012 sebesar 200 unit per bulan. (Investor Daily)

Mitra Investindo (MITI) menargetkan laba bersih tahun ini naik 30-35% menjadi Rp 29-30 miliar dibandingkan 2012 senilai Rp 22,09 miliar. Pendapatan diproyeksi tumbuh 30% menjadi Rp 196 miliar dari Rp 150,83 miliar. Perseroan menyatakan bahwa tahun ini perseroan menargetkan kapasitas produksi granit naik menjadi dua juta ton pertahun. Target tersebut naik 25% dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 1,6 juta ton. Perseroan sudah memiliki tiga mesin dan akan menambah satu mesin lagi tahun ini. Hampir sekitar 93% penjualan granit MITI dikontribusi dari pasar domestik, sedangkan sisanya 7% diekspor ke Jepang dan Singapura. Granit perseroan banyak dipakai untuk pembangunan properti atau infrastruktur lainnya. Termasuk pelanggan MITI adalah Wijaya Karya (WIKA), Nusantara Konstruksi Enjiniring (DGIK). (Investor Daily)

Mitra Investindo (MITI) akan melaksanakan pembagian dividen sebesar Rp 2 per saham (dividend yield=2,2%). Pembagian dividen ini merupakan yang pertama kali sejak perseroan tercatat di BEI pada Juni 1997. (Investor Daily)

Meski harga batubara masih rendah, produsen batubara milik grup Sinarmas, Golden Energy Mines (GEMS) tetap menargetkan pertumbuhan produksi dan penjualan tahun ini. Perseroan menyatakan bahwa penjualan tahun ini dipatok sebesar 9 juta-10 juta ton, meningkat sekitar 30% dari tahun lalu 7,6 juta ton. Sementara itu, tingkat produksi tahun ini ditargetkan sebesar 7 juta ton , meningkat dari tahun lalu 5,6 juta ton. Perseroan optimistis mencapai target tersebut seiring dengan akan beroperasinya dua proyek infrastruktur, yakni proyek Bunati dan Nilau. Dengan selesainya kedua proyek tersebut tahun ini, pengapalan batubara bisa lebih cepat dan lebih banyak. (Bisnis Indonesia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar