Jumat, Mei 3

EQUITY_UPDATE 20130503


Market Review


Dow Jones kemarin malam (2/5) ditutup naik 131 poin atau 0,9% pada 14.832, terutama atas rilis data klaim pengangguran mingguan (terendah sejak Januari 2008) yang di luar dugaan konsensus. Selain itu, aksi beli di Wall Street juga dipicu oleh hasil rapat kebijakan ECB yang menurunkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 0,5%. Penurunan tingkat bunga refinancing rate oleh ECB merupakan yang pertama sejak Juli 2012.

Berbeda dengan apa yang terjadi di Wall Street, pasar saham Eropa kemarin tidak diwarnai oleh aksi beli yang signifikan. Kebanyakan indeks saham Eropa kemarin dibuka pada teritori negatif atas rilis data ekonomi yang kurang memuaskan, namun berhasil ditutup naik tipis atas rilis berita penurunan tingkat bunga. Kemarin dirilis data PMI untuk zona euro yang masih memperlihatkan indikasi pelemahan ekonomi. Rilis data PMI ini juga sejalan dengan rilis data indeks manufaktur negara Cina yang mengindikasikan tren pelemahan ekspor negara tersebut ke Eropa.

WTI pada perdagangan kemarin ditutup naik 3,25% pada US$ 93,99/barel, terutama dipengaruhi oleh data klaim pengangguran mingguan Amerika yang memuaskan dan technical rebound dari tingkat sehari sebelumnya yang turun signifikan.

IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan TLKM, KLBF, PTBA, ADHI
(dang.maulida@ipc.co.id)


News Highlights


Pemilik jaringan ritel Alfamart, Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), membidik kawasan Kalimantan untuk ekspansi jaringan guna mengejar target penambahan 800 gerai tahun ini. Perseroan menyatakan hingga kuartal I/2013 jumlah gerai yang dimiliki AMRT sebanyak 7.000 gerai yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. (Bisnis Indonesia)

Visi Media Asia (VIVA) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 27,5% menjadi Rp 312 miliar pada kuartal I-2013, dibanding periode sama tahun lalu Rp 244,8 miliar. Selama kuartal I-2013, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) melonjak 61,4% menjadi Rp 88,1 miliar. Laba bersih melonjak 7 kali lipat menjadi Rp 1,4 miliar dari Rp 200 juta pada periode sama tahun lalu. (Investor Daily)

Sarana Meditama Metropolitan (SAME), pengelola Rumah Sakit (RS) Omni Pulomas dan RS Omni Alam Sutera, berhasil mencetak laba bersih pada 2012 sebesar Rp 23,27 miliar dibandingkan 2011 yang membukukan rugi bersih Rp 12,19 miliar. Perolehan laba bersih didukung oleh pendapatan konsolidasi yang meningkat 12% menjadi Rp 270,47 miliar pada 2012 dibandingkan 2011 sebesar Rp 241,57 miliar. Di lain pihak, beban pokok pendapatan meningkat sebesar 7% menjadi Rp 147,85 miliar dari Rp 138,28 miliar. Peningkatan beban yang lebih kecil dibandingkan dengan peningkatan pendapatan selama 2012 mengakibatkan peningkatan laba kotor sebesar 19% pada 2012 menjadi Rp 122,61 miliar dibandingkan 2011 sebesar Rp 103,29 miliar. Marjin laba kotor perseroan untuk 2012 pada 45%. (Investor Daily)

Lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) mengubah prospek rating Indonesia dari positif menjadi stabil. Rating utang jangka panjang Indonesia tetap bertahan di BB+. Menurut S&P, momentum reformasi yang tertahan dan profil eksternal yang lebih lemah telah mengurangi potensi perbaikan peringkat selama 12 bulan ke depan. Prospek stabil itu mencerminkan pandangan S&P bahwa pelemahan lingkungan kebijakan dan tekanan eksternal Indonesia mengimbangi prospek pertumbuhannya yang kuat, kebijakan fiskalnya yang konservatif, dan kinerja utang yang baik. (Bloomberg)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar