Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 - Indonesia | Call Center 021 5088 7200 | Email : support@indopremier.com | www.indopremier.com
Kamis, Mei 2
EQUITY_UPDATE 20130502
Market Review
Dow Jones Rabu malam ditutup turun 139 poin atau 0,9% pada 14.701, terutama atas serangkaian rilis data ekonomi yang lebih rendah dibandingkan estimasi konsensus. Pertama, data penambahan lapangan kerja versi lembaga swasta ADP Employer Services untuk bulan April 2013 sebesar 119ribu unit, lebih rendah dibandingkan estimasi sebesar 155ribu unit. Kedua, belanja konstruksi untuk bulan Maret 2013 turun sebesar 1,7%yoy dibandingkan estimasi konsensus plus 0,5%yoy. Ketiga, indeks manufaktur ISM untuk bulan April 2013 sebesar 50,7, lebih rendah dibandingkan estimasi konsensus pada 51. Kemarin juga diumumkan hasil rapat kebijakan bank sentral yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada 0,25% dan program stimulus moneter. Ada tambahan pernyataan pada hasil rapat the Fed kemarin, yaitu pernyataan bahwa the Fed akan menyesuaikan kecepatan program stimulus dengan perkembangan data tenaga kerja dan tingkat inflasi. Saat ini the Fed melaksanakan program pembelian obligasi sebesar US$ 85 miliar per bulan. Pengumuman hasil rapat kebijakan bank sentral Amerika tidak dapat mengimbangi aksi jual Wall Street kemarin.
Harga komoditas WTI pada perdagangan kemarin ditutup turun 2,6% pada US$ 91,03/barel terutama atas rilis data persediaan pada tingkatan tertinggi sejak 82 tahun. Aksi jual komoditas WTI juga masih dibayangi oleh pelemahan pertumbuhan ekonomi Amerika dan Cina.
Di Indonesia, berdasarkan data BPS, pertumbuhan produksi sepanjang Januari-Maret 2013 mencapai 8,94%yoy. Angka pertumbuhan ini jauh lebih besar dibandingkan dengan kinerja pada periode sama 2012 sebesar 1,72%yoy. Angka pertumbuhan produksi Januari-Maret 2013 juga melampaui target Kementerian Perindustrian yang ditetapkan 6,2%yoy. Kementerian Perindustrian menyatakan pertumbuhan produksi pada kuartal I/2013 ditopang oleh peningkatan realisasi investasi serta tingginya pertumbuhan sebagian besar industri.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed cenderung rawan aksi ambil untung. Saham pilihan INDF, KLBF, BSDE, UNVR
(dang.maulida@ipc.co.id)
News Highlights
Nippon Indonesia Corporindo (ROTI), emiten produsen roti, membukukan laba bersih Rp 56 miliar pada kuartal I/2013, melonjak 72% dari periode sama tahun lalu Rp 32,5 miliar. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan penjualan sebesar 30% menjadi Rp 357 miliar selama kuartal I-2013, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 274 miliar. Sementara itu laba usaha pada tiga bulan pertama tahun ini senilai Rp 79 miliar, naik 82% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu senilai Rp 43 miliar. Beban pokok penjualan perusahaan meningkat 22% dari Rp 150 miliar pada kuartal I/2012 menjadi Rp 184 miliar. (Bisnis Indonesia)
Bumi Serpong Damai (BSDE) berencana menambah modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD). Perusahaan properti milik Grup Sinar Mas tersebut siap melepas 10% saham. Manajemen BSDE akan meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana tersebut, dan akan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 Mei 2013. (Investor Daily)
Indo Tambangraya Megah (ITMG) akan investasi untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan perseroan di Bontang dari 20,5 juta ton menjadi 30 juta ton. Selain itu, peningkatan kapasitas juga akan dilakukan untuk pelabuhan Bunyut menjadi 15 juta ton dari sebelumnya 9 juta ton. Pembangunan pelabuhan di Bontang ditargetkan selesai dalam 2-3 tahun, sedangkan pelabuhan Bunyut dalam 1-2 tahun. Total biaya ekspansi untuk kedua pelabuhan tersebut sekitar US$ 90 juta, dan dana bersumber dari kas internal. (Investor Daily)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya deflasi harga konsumen sebesar 0,1% mom atau inflasi 5,57% yoy pada April 2013. Inflasi inti pada saat yang sama mencapai 4,12% yoy. Deflasi di bulan lalu selaras dengan penurunan indeks harga konsumen di segmen bahan makanan dan sandang yang masing-masing mencapai 0,8% dan 1,13% mom. Sebaliknya, inflasi muncul di kelompok lain dengan kisaran 0,1% hingga 0,41% mom. (BPS)
Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar US$ 304,9 juta pada Maret 2013. Ekspor turun 0,08% mom pada bulan itu, sedangkan impor terpangkas 4,01%. Secara yoy, ekspor dan impor masing-masing melemah 13,03% dan 9,97%. Meski mengalami surplus di bulan Maret, masih terjadi defisit perdagangan sebanyak US$ 67,5 juta pada 1Q13. Pada kuartal tersebut ekspor dan impor turun 6,44% dan 0,62% yoy. (BPS)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar