Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 - Indonesia | Call Center 021 5088 7200 | Email : support@indopremier.com | www.indopremier.com
Rabu, Mei 1
EQUITY_UPDATE 20130501
Market Review
Dow Jones Selasa malam ditutup naik 21 poin pada 14.840 terutama atas rilis data kepercayaan konsumen Conference Board untuk bulan April pada 68,1, lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus pada 61. Secara umum, pasar saham Amerika diliputi oleh spekulasi positif bahwa baik bank sentral Eropa dan the Fed masih akan tetap melangsungkan program stimulus moneternya. The Fed akan mengumumkan hasil rapat kebijakannya malam ini, sementara ECB pada Kamis (2/5). Sampai saat ini, rilis kinerja emiten Amerika untuk kuartal I-2013 dianggap tidak terlalu mengecewakan. 69% dari emiten S&P 500 yang sudah merilis kinerja kuartal I-2013, rata-rata mencatatkan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus. Kombinasi fakta ini dan valuasi yang masih memungkinkan telah menggerakkan pasar saham Amerika sampai setingkat saat ini.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed cenderung rawan aksi ambil untung. Saham pilihan KLBF, UNVR, TLKM, BSDE
(dang.maulida@ipc.co.id)
News Highlights
Emiten konstruksi swasta, Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK), mencatatkan kenaikan laba bersih 250% menjadi Rp 18,04 miliar pada kuartal I/2013, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp 5,16 miliar. Capaian laba bersih tersebut ditopang dari kenaikan pendapatan usaha 28% menjadi Rp 314,79 miliar, dari periode sama tahun lalu Rp 245,51 miliar. Beban pokok pendapatan perseroan tercatat Rp 278,03 miliar, naik 27,7% dari periode yang sama Rp 217,8 miliar. Alhasil, laba kotor perseroan naik 33% menjadi Rp 36,76 miliar. (Bisnis Indonesia)
Unilever Indonesia (UNVR) merilis kinerja kuartal I-2013 dengan penjualan bersih naik 14,7% menjadi Rp 7,6 triliun dibandingkan dengan penjualan pada periode sama tahun lalu Rp 6,6 triliun. Laba kotor selama kuartal I-2013 tumbuh 17,0% menjadi Rp 3,9 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,3 triliun. Pertumbuhan laba kotor sedikit meningkatkan marjin laba kotor untuk kuartal I-2013 menjadi 51,2% dibandingkan kuartal I-2012 pada 50,2%. Laba usaha selama kuartal I-2013 meningkat sebesar 22,5% menjadi Rp 1,93 triliun dibandingkan dengan pencapaian kuartal I-2012 pada Rp 1,6 triliun. Marjin laba usaha perseroan selama kuartal I-2013 pada 25,5% dibandingkan dengan 23,3% pada kuartal I-2012. Laba bersih selama kuartal I-2013 meningkat sebesar 23,2% menjadi Rp 1,4 triliun dibandingkan dengan Rp 1,2 triliun pada periode sama tahun lalu. (Laporan keuangan)
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) merilis kinerja kuartal I-2013 dengan pendapatan naik 9,8% menjadi Rp 19,5 triliun dibandingkan dengan pendapatan kuartal I-2012 pada Rp 17,8 triliun. Laba usaha perseroan selama kuartal I-2013 naik sebesar 8,5% menjadi Rp 6,6 triliun dibandingkan Rp 6,2 triliun. Marjin laba usaha selama kuartal I-2013 berada pada tingkatan 35% , sebanding dengan tingkatan pada periode sama tahun lalu. Laba bersih kuartal I-2013 tercatat Rp 3,5 triliun (naik 4,7% ) dibandingkan Rp 3,3 triliun periode sama tahun lalu. (Laporan keuangan)
Pemerintah menargetkan defisit APBN 2014 sebesar Rp 154,2 triliun atau 1,5% dari produk domestik bruto. Anggaran tahun depan akan didasarkan pada sejumlah asumsi, antara lain pertumbuhan ekonomi 6,4%–6,9%, inflasi 3,5%–5,5%, imbal hasil Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan 4,5%–5,5%, nilai tukar Rp 9.600–Rp 9.800 per dolar AS, dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 100–US$ 120 per barel. Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa dibutuhkan waktu dua atau tiga minggu setelah pertengahan Mei 2013 bagi pemerintah dan DPR untuk membahas revisi APBN 2013. Persetujuan dari DPR mengenai program kompensasi dibutuhkan sebagai pelengkap kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan dilakukan pemerintah. (Bisnis Indonesia, Investor Daily)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar