Selasa, April 30

EQUITY_UPDATE 20130430


Market Review


Dow Jones Senin malam ditutup naik 106 poin atau 0,7% pada 14.819, terutama atas rilis data perumahan Amerika. Pending home sales untuk bulan Maret 2013 diumumkan naik 1,5%yoy, lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus yang memperkirakan kenaikan 1,0%yoy, dan juga lebih tinggi dibandingkan data bulan Februari 2013 pada penurunan 0,4%yoy.

Aksi beli di Wall Street kemarin juga dipengaruhi oleh perkembangan di Eropa yang mana sebahagian indeks Eropa ditutup menguat. Pemerintahan koalisi Italia yang dipimpin oleh perdana menteri baru Enrico Letta sudah membentuk kabinet baru pada akhir minggu lalu. Hal ini memberikan optimisme mengenai arah kebijakan ekonomi Italia ke depan, dimana perdana menteri baru cenderung mengadopsi kebijakan pro pertumbuhan. Menanggapi perkembangan ini, imbal hasil obligasi negara Italia tenor 10 tahun pada lelang kemarin turun menjadi 3,94%, dari 4,66% pada lelang yang sama sebulan yang lalu.

Harga komoditas WTI ditutup naik 1,6% pada US$ 94,5 /barel pada perdagangan kemarin, terutama atas prospek hasil rapat kebijakan the Fed yang diperkirakan masih tetap akan melanjutkan program QE sebesar US$ 85 miliar per bulan.

IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas. Saham pilihan ADHI, INTP, TLKM, AKRA
(dang.maulida@ipc.co.id)



News Highlights



Grup Lippo dan Sentul City (BKSL) berencana membangun kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) di Sentul City senilai Rp 8 triliun. Luas lahan proyek itu mencapai 20 hektare (ha). (Investor Daily)

Express Transindo Utama (TAXI) akan membagikan dividen sebesar Rp 21 miliar atau 27% dari laba bersih 2012 yang mencapai Rp 79,4 miliar. Dividen itu setara Rp 10 per saham (dividend yield= 0,8%). (Investor Daily)

Indofood Sukses Makmur (INDF) merilis kinerja kuartal I-2013 (unaudited) dengan laba bersih Rp 722,4 miliar, turun 11,4% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 815,0 miliar. Penjualan selama kuartal I-2013 naik 8,7% menjadi Rp 12,9 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 11,8 triliun. Laba kotor kuartal I-2013 turun sebesar 5,1% menjadi Rp 3,1 triliun dibandingkan Rp 3,3 triliun pada kuartal I-2012. Laba kotor yang menurun mengakibatkan juga penurunan pada laba usaha selama kuartal I-2013 sebesar 24,8% menjadi Rp 1,3 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,8 triliun. Sehingga, laba sebelum pajak turun sebesar 25,4% menjadi Rp 1,3 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,7 triliun. (Bisnis Indonesia)

Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) merilis kinerja kuartal I-2013 (unaudited) dengan laba bersih Rp 643,8 miliar, naik 8,9% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 591,1 miliar. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh kenaikan penjualan selama kuartal I-2013 sebesar 14,6% menjadi Rp 6,1 triliiun dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 5,3 triliun. Laba kotor selama kuartal I-2013 naik 15,3% menjadi Rp 1,6 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,4 triliun. Kenaikan laba kotor menghasilkan laba usaha yang meningkat sebesar 7,2% menjadi Rp 852,9 miliar pada kuartal I-2013 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp 795,5 miliar. Laba sebelum pajak kuartal I-2013 meningkat 6,7% menjadi 899,2 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 842,5 miliar. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah memutuskan untuk mengesampingkan rencana penetapan dua harga untuk BBM bersubsidi dan malah beralih ke peningkatan harga secara menyeluruh. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana menyatakan bahwa pemerintah akan menetapkan harga BBM yang baru di angka Rp 6.000/liter, 33,33% lebih tinggi dari harga sekarang, dan kebijakan ini akan secara resmi diumumkan hari ini. Kenaikan harga BBM ini akan dibarengi dengan pemberian bantuan langsung tunai kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi dan tambahan belanja ini akan dianggarkan pada APBN-P 2013. Menurut Kementerian Keuangan, kenaikan harga BBM secara menyeluruh akan menghemat belanja subsidi lebih dari Rp 30 triliun. Ini dibandingkan perkiraan penghematan akibat penerapan sistem dua harga yang maksimum sebanyak Rp 21 triliun. (Bisnis Indonesia, Kontan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar