Rabu, April 17

EQUITY_UPDATE 20130417


Market Review

Dow Jones Selasa malam ditutup naik 158 poin (+1,08%) dan tutup di level 14.756,58 setelah keluarnya beberapa laporan keuangan Kuartal I-2013 yang tercatat cukup baik serta data-data ekonomi seperti housing start, CPI, dan industrial production. Laporan keuangan kuartal I-2013 Coca-Cola tercatat cukup baik yang ditopang oleh kenaikan volume penjualan di Amerika Latin sementara Johnson & Johnson juga mencatatkan kenaikan penjualan pasca peluncuran obat jenis baru dan akuisisi Synthes Inc. Data ekonomi juga turut mendorong naiknya bursa AS setelah data housing start pada bulan Maret tercatat sebesar 1,036 juta atau lebih tinggi dari perkiraan semula sebesar 930 ribu. Sementara itu data industrial production pada bulan Maret tercatat sebesar 0,4%, lebih tinggi dari perkiraan sebesar 0,2%.

Pasar komoditas juga turut mengalami kenaikan dimana minyak WTI naik 0,19 poin (+0,20%) ke level AS$88,90 per barel sementara emas naik 7,30 poin (+0,78%) ke level AS$1.378,00 per troy ons mengikuti data ekonomi yang tercatat positif.

IHSG hari ini diperkirakan bergerak menguat dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INTP, TLKM, dan MAIN.


(wafi@ipc.co.id)


News Highlights

Emiten media pengelola MNC Grup, PT Global Mediacom Tbk (BMTR), berencana menerbitkan sebanyak 1.26 miliar lembar saham baru atau 9.01% dari total saham perseroan dan ditargetkan meraup dana Rp2.97 triliun. Berdasarkan informasi yang dirilis perseroan hari Selasa (16/4/2013), rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau right issue dilakukan dengan harga minimum Rp2,360/lembar saham. Dengan begitu, dana yang akan diterima dari hasil penerbitan saham baru ini minimal sebesar Rp2.97 triliun. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk menambah kepemilikan saham pada anak usaha perseroan, yakni PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY). (Bisnis Indonesia)

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), emiten yang bergerak di bidang agribisnis dan produk makanan, menargetkan penjualan sebesar Rp5 triliun untuk tahun ini, naik 66% dari target penjualan tahun lalu sebesar Rp3 triliun. Berdasarkan target tersebut, mereka telah melakukan beberapa cara antara lain dengan menerbitkan obligasi sebesar Rp600 miliar dan sukuk sebesar Rp300 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp900 miliar. Pada tahun buku 2012 perusahaan tersebut mencetak penjualan sebesar Rp2.7 triliun, naik 57% dari Rp1.7 triliun pada 2011 sementara laba bersih pada tahun buku 2012 adalah sebesar Rp211 miliar, naik 66% dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp126.9 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari divisi rice sebesar 58.5%, disusul dengan food 39.4% dan kemudian palm oil sebesar 2.1%. (Bisnis Indonesia)

PT Bank Nationalnobu Tbk (Bank Nobu) siap menawarkan 52% saham atau sebanyak 2.15 miliar kepada masyarakat dalam penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada kisaran harga Rp325-Rp400 per lembar saham sehingga target dana dari IPO ini kami perkirakan sebesar Rp600 miliar-Rp800 miliar. Dengan demikian, pasca-IPO nanti maka struktur pemegang saham Bank Nobu menjadi 52% publik dan 48% pemegang saham lama. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi dalam proses penawaran publik tersebut yakni PT Ciptadana Securities. Untuk proses bookbuilding sendiri, akan dimulai pada 12 April dan berakhir pada 19 April 2013. (Investor Daily)

Perusahaan penerbangan AirAsia Indonesia dipastikan akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal IV tahun ini. Perusahaan itu berencana melepas 20% sahamnya dan sudah menunjuk penjamin emisi untuk pelaksanaan IPO tersebut. Seperti diketahui, rencana IPO itu akan dilakukan pada kuartal pertama tahun lalu, namun tertunda karena perusahaan itu juga berencana mengakuisisi Batavia Air. (Investor Daily)

Pemerintah akan menaikkan harga BBM bersubsidi untuk mobil pribadi dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.500 hingga Rp 7.000 per liter, sedangkan harga untuk sepeda motor dan angkutan umum tetap di Rp 4.500 per liter. Jika disetujui, kebijakan ini akan diberlakukan pada Mei 2013. Kebijakan ini juga akan secara resmi diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam waktu dekat. Implementasi sistem dual price ini diperkirakan akan menghemat belanja subsidi sebesar Rp 21 triliun, jika harga BBM untuk mobil pribadi menjadi Rp 6.500 per liter. (Kontan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar