Selasa, April 16

EQUITY_UPDATE 20130416


Market Review


Dow Jones Senin malam ditutup turun 266 poin (-1,79%) ke level 14.599,20 mengikuti turunnya sejumlah harga komoditas terutama emas yang kembali turun 1,47% di pasar tunai pada level AS$1,328.35 per troy ons ditambah keluarnya data Empire State Manufacturing Survey Index yang tercatat sebesar 3.05 pada bulan April, lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 7.50. Ledakan yang terjadi di Boston Marathon yang menyebabkan korban jiwa juga diperkirakan turut andil dalam penurunan indeks saham di AS.

Dari regional, Cina kemarin melaporkan GDP kuartal I-2013 yang tercatat tumbuh 7.7%, lebih rendah dari estimasi pertumbuhan consensus sebesar 8%. GDP Cina kuartal I-2013 ini juga tercatat lebih rendah dari capaian kuartal IV-2012.

IHSG hari ini diperkirakan bergerak melemah dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BTPN, MEDC, dan MAPI.
(wafi@ipc.co.id)


News Highlights


Penjualan Bumi Resouces Tbk (BUMI) selama kuartal I-2013 turun 11% menjadi AS$1.3 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai AS$1.46 miliar. Hal itu dipicu karena penurunan harga rata-rata penjualan menjadi AS$73 per ton dari sebelumnya AS$92.7 per ton. Volume penjualan BUMI sendiri tercatat meningkat sebesar 20.6% menjadi 19.1 juta ton dari 15.8 juta ton. Adapun produksi naik 23.7% menjadi 19.7 juta ton dari 15.9 juta ton. (Investor)

Bank Indonesia (BI) hingga saat ini masih merampungkan rencana proses akuisisi DBS Group Holding Ltd terhadap PT Bank Danamon Tbk (BDMN). BI menargetkan hal itu bisa diumumkan pada bulan depan. Gubernur BI Darmin Nasution hingga saat ini belum mau membocorkan informasi terkait skenario DBS mengambil alih Bank Danamon. Dalam dokumen rencana akuisisi Bank Danamon oleh DBS yang telah disampaikan ke BI sejak September 2012, beberapa dokumen memang belum lengkap sehingga proses akuisisi harus molor hingga saat ini. (Kompas)

Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) akan melepas sahamnya sebesar 940 juta lembar saham atau setara 23,85 persen total saham perseroan. Setiap saham memiliki nominal Rp 100 per lembar. Perseroan menargetkan perolehan dana dari initial public offering (IPO) sebesar maksimum 160 juta dolar AS. Dana hasil penawaran umum saham perdana akan dipakai untuk pengembangan kelapa sawit. "Saat ini kami sedang melihat kemungkinan akuisisi 40 ribu hektar kebun kelapa sawit," ujar Direktur Utama ANJ Suwito Anggoro usai pelaksanaan due diligence meeting dan public expose di Jakarta, Senin (15/4). Selain mengakuisisi lahan baru, dana hasil IPO juga akan dipakai untuk pengembangan infrastruktur unit usaha sagu, proyek pembangkit listrik biogas, dan pembayaran fasilitas pinjaman dan modal kerja. (Republika)

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, neraca pembayaran akan mengalami defisit pada 1Q13. Ini terjadi karena defisit neraca transaksi berjalan tidak bisa diimbangi oleh surplus di neraca modal dan finansial. Meski demikian, BI memperkirakan defisit neraca pembayaran yang jauh lebih pada 2Q13 sebelum beralih menuju surplus dan keseimbangan pada dua kuartal berikutnya. (Investor Daily)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar