Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 - Indonesia | Call Center 021 5088 7200 | Email : support@indopremier.com | www.indopremier.com
Jumat, April 12
EQUITY_UPDATE 20130412
Market Review
Dow Jones Kamis malam ditutup naik 63 poin atau 0,42% pada 14.682, terutama atas rilis data klaim pengangguran baru mingguan yang lebih baik dibandingkan estimasi konsensus. Walaupun ada beberapa isu yang belum meyakinkan positif, antara lain, pertumbuhan kinerja emiten kuartal I-2013, DJIA masih diliputi sentimen positif atas valuasi yang menarik. Di lain pihak, harga minyak WTI kemarin turun pertama kali setelah naik empat hari berturut, terutama atas revisi turun IEA (International Energy Agency) terhadap permintaan global minyak. IEA kemarin merilis data estimasi permintaan minyak global yang diturunkan sebesar 45ribu barel per hari, menjadi 90,58 juta barel per hari tahun 2013, atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,9% yoy. Pemicu utama revisi turun adalah masih lemahnya perekonomian di zona Eropa dan kemungkinan tersendatnya pemulihan ekonomi Amerika. IEA, masing-masing, menurunkan estimasi permintaan dari kedua wilayah tersebut.
Bank Indonesia, di tengah tekanan inflasi tinggi yang mencapai 5,9%yoy per Maret 2013, mempertahankan suku bunga acuan BI rate pada tingkat 5,75% kemarin. Level suku bunga acuan yang sudah berlangsung 15 bulan itu konsisten dengan komitmen bank sentral untuk mendorong penurunan suku bunga kredit perbankan untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Saham pilihan TLKM, ASRI, BSDE, ASII, BWPT
(dang.maulida@ipc.co.id)
News Highlights
Bumi Serpong Damai (BSDE), unit usaha Grup Sinar Mas, membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) unit properti sebesar Rp 2,6 triliun pada kuartal I-2013. Penjualan itu melonjak 214% dibandingkan periode sama 2012 senilai Rp 828,4 miliar. Segmen penjualan kavling tanah merupakan kontributor terbesar perseroan, atau sebesar 77% terhadap total marketing sales senilai Rp 2,6 triliun. (Investor Daily)
Indofarma (INAF) menganggarkan investasi sebesar Rp 250 miliar selama 2013-2014. Dari jumlah itu, sebanyak Rp 160 miliar dihabiskan tahun ini. Dana itu digunakan untuk pembangunan pabrik sebesar Rp 72 miliar, pengembangan lokasi II Rp 18 miliar, pengembangan obat herbal Rp 23 miliar, dan renovasi Rp 17 miliar. Sisanya dialokasikan untuk pengembangan sistem teknologi informasi (TI) dan peralatan pabrik (Investor Daily)
XL Axiata (EXCL) akan membagikan dividen sebesar Rp 1,15 triliun atau 40% dari laba bersih 2012. Dividen itu setara Rp 135 per saham (dividend yield = 1,74%). (Investor Daily)
Bank Indonesia (BI) kemarin mempertahankan BI rate di 5,75%. Meski demikian, untuk menyikapi peningkatan tekanan inflasi jangka pendek dan masih adanya tekanan terhadap keseimbangan eksternal, BI menyatakan akan memperkuat operasi moneter dengan menyerap lebih banyak ekses likuiditas pada tenor yang lebih panjang. Selain itu, BI juga akan menyesuaikan respon kebijakan sesuai kebutuhan. BI memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2013 dan 2014. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diturunkan dari 6,3%–6,8% menjadi 6,2%–6,6%, sedangkan proyeksi pertumbuhan 2014 dipangkas ke 6,6%–7% dari 6,7%–7,2%. (BI)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar