Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 - Indonesia | Call Center 021 5088 7200 | Email : support@indopremier.com | www.indopremier.com
Rabu, April 10
EQUITY_UPDATE 20130410
Market Review
Dow Jones Selasa malam ditutup naik 60 poin atau 0,4% pada 14.673, terutama atas optimisme yang meliputi rilis kinerja kuartal I-2013 Alcoa Inc. yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih walaupun pendapatan sedikit dibawah estimasi konsensus. Untuk tahun 2013, Alcoa menyatakan optimisme bisa mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan kinerja 2012. Juga, untuk tahun 2013, perseroan memperkirakan permintaan global aluminium akan meningkat 7%. Sementara itu, estimasi konsensus berdasarkan Thomson Reuters, kinerja emiten Amerika untuk kuartal I-2013 akan bertumbuh 1,6%yoy, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal I-2012 pada 6,2%yoy.
Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dari 6,23% tahun 2012 menjadi 6,4% tahun 2013 dan 6,6% pada 2014. Optimisme terhadap kinerja ekonomi Indonesia juga sejalan dengan meningkatnya kepercayaan asing. Meningkatnya kepercayaan asing ini tercermin dari rendahnya imbal hasil pada global bond (obligasi global) yang kemarin ditransaksikan. Untuk tenor 10 tahun yield berada pada tingkatan 3,5% (kupon 3,38%) dan yield tenor 30 tahun sebesar 4,75% (kupon 4,62%). Yield untuk obligasi global yang ditransaksikan kemarin ini lebih baik dibandingkan dengan penerbitan pertama global bond pada tahun 1996, pada kisaran 7%. Kementerian keuangan Indonesia baru saja menutup penjualan global bond di pasar internasional untuk pendanaan US$ 3 miliar (sekitar Rp 29,12 triliun). Permintaan yang masuk dalam penawaran global bond ini mencapai US$ 12,5 miliar atau lebih tinggi lebih dari empat kali nilai yang disetujui pemerintah.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Saham pilihan INDF, TLKM,ASRI,JSMR
(dang.maulida@ipc.co.id)
News Highlights
Adhi Karya (ADHI) resmi menjual saham PT Indonesia Transit Central (ITC) dan Jakarta Monorail (JM) kepada Ortus Infrastructure Capital Limited, unit usaha Ortus Group, kelompok usaha yang dikendalikan oleh Edward Soeryadjaya. Dari penjualan yang telah ditransaksikan 5 April ini, ADHI memperoleh dana sebesar Rp 21,91 miliar. Perseroan menyatakan ADHI menjual 3.440 saham ITC sebesar Rp 4,12 miliar kepada Ortus. Selain itu, perseroan melepas 15.300 saham JM sebesar US$ 1,83 juta atau setara Rp 17,79 miliar. (Investor Daily)
Emiten batubara Baramulti Suksessarana (BSSR) mencatatkan laba bersih 2012 sebesar US$ 9,78 juta, naik 124,82% dari 2011 sebesar US$ 4,35 juta. Penjualan bersih 2012 sebesar US$ 108,97 juta, naik 95,32% dari US$ 55,79 juta. Penjualan batubara paling banyak ke pihak berelasi yaitu PT Baramulti Sugih Sentosa, US$ 121,27 juta. Sementara itu, laba usaha 2012 sebesar US$ 15,45 juta, naik 103,5% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 7,59 juta. (Bisnis Indonesia)
AKR Corporindo (AKRA) optimistis pendapatan akan meningkat 20% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. Pendapatan perusahaan tersebut terutama akan ditopang dari peningkatan penjualan bahan bakar (BBM) bersubsidi maupun BBM non subsidi. Perseroan menyatakan, untuk meningkatkan pendapatan di tahun ini, AKRA sedang mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur yang bertujuan mendukung perluasan distribusi BBM, baik untuk BBM non subsidi maupun untuk BBM bersubsidi. (Kontan)
Penjualan eceran turun 0,4% mom (+13,9% yoy) pada Februari 2013, menyusul penurunan 5,5% pada bulan sebelumnya. Survei penjualan eceran terbaru Bank Indonesia menunjukkan penurunan penjualan suku cadang dan bahan bakar kendaraan serta makanan dan minuman. Sebaliknya, penjualan peralatan informasi dan komunikasi, perlengkapan rumah tangga lainnya, barang budaya dan rekreasi, serta sandang mengalami peningkatan pada bulan tersebut. Survei yang sama juga menunjukkan perkiraan pertumbuhan penjualan eceran sebesar 1,6% mom pada Maret 2013. (BI)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar