Jumat, April 5

EQUITY_UPDATE 20130405

Market Review DJIA Kamis malam ditutup naik 56 poin atau 0,38% pada 14.606, terutama atas optimisme investor terhadap kebijakan bank sentral Jepang yang diumumkan usai rapat kebijakan kemarin. Dow Jones sempat menyentuh titik tertinggi 14.625, namun rilis data pengangguran Amerika melemahkan gerak indeks ke titik terendah 14.538 di teritori merah. Langkah Bank of Japan (BoJ) untuk menyuntikkan stimulus sekitar US$ 1,4 triliun untuk jangka waktu yang kurang dari dua tahun telah membuat nilai tukar yen melemah terhadap US$ dan imbal hasil obligasi mencapai rekor terendah. Kebijakan BoJ termasuk rencana membeli obligasi jangka panjang senilai 7,5 triliun yen per bulan atau setara 70% dari obligasi yang diperdagangkan di pasar. Selain itu BoJ juga akan melaksanakan program pembelian aset dan kredit serta operasi pasar. Salah satu target Boj dalam kebijakan ini adalah untuk mencapai target inflasi sebesar 2% dan mengakhiri era deflasi yang sudah berlangsung selama 15 tahun. Bulan Februasi 2013, Jepang masih mengalami deflasi 0,3%yoy.Rilis kebijakan ini juga masih mengerek indeks Nikkei naik sebesar 4,5% sesaat sesudah pembukaan pada pagi ini, setelah kemarin ditutup naik 2%. Sebahagian besar pihak optimistik atas dampak kebijakan ini, namun sebagian kecil lainnya menyatakan pesimisme. Alasan pesimisme ini, antara lain adalah, pelemahan nilai tukar mata uang yen akan melemahkan daya beli populasi domestik yang sebahagian besar berada dalam usia tidak produktif. Kebijakan ini akan cenderung mendorong masyarakat Jepang untuk menempatkan tabungan/investasi ke luar Jepang dimana daya beli tidak akan merosot. Aksi ini akan membuat tujuan QE tidak tercapai, dan pada akhirnya bank sentral Jepang tidak bisa lagi mengendalikan tingkat bunga atau dengan kata lain kebijakan moneter menjadi kurang relevan. Wall Street kemarin menerima data klaim pengangguran baru untuk bulan Maret 2013 pada 385ribu unit vs. estimasi konsensus 345ribu unit. Sementara, data klaim pengangguran lanjutan untuk bulan yang sama pada 3,06juta unit vs. estimasi konsensus 3,04juta unit. Rilis data ini mendorong DJIA ke titik terendah hariannya. IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan rawan aksi ambil untung. Saham pilihan BSDE,PTBA,TLKM,MAPI. (dang.maulida@ipc.co.id) News Highlights Sentul City (BKSL) akan membeli kembali maksimal 20% saham PT Bukit Jonggol Asri (BJA) dari Bakrieland Development (ELTY). Nilai transaksinya diperkirakan sekitar Rp 300-500 miliar. ELTY menguasai 51% saham BJA dan sisanya 49% dimiliki BKSL. Bukit Jonggol memiliki cadangan lahan (landbank) seluas 11 ribu hektare di Jonggol. Jika transaksi ini terealisasi, BKSL akan menjadi pemegang saham pengendali BJA dengan 69% kepemilikan,dan kepemilikan ELTY menurun menjadi 31%. (Investor Daily) Indofood Sukses Makmur (INDF) menganggarkan belanja modal sebesar Rp 7,6 triliun (+8,8%yoy). Perincian penggunaan belanja modal tersebut adalah, untuk grup agribisnis (Rp 3 triliun), consumer branded product (Rp 2,2 triliun), untuk distribusi (Rp 200 miliar), dan untuk kelompok Bogasari ( Rp 2,2 triliun). (Investor Daily)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar