Selasa, April 9

EQUITY UPDATE 20130409



Market Review

Dow Jones Senin malam ditutup naik 48 poin atau 0,3% pada 14.613, terutama atas optimisme investor menyambut musim rilis kinerja emiten kuartal I-2013. Investor spekulasi bahwa emiten Amerika masih mampu membukukan pertumbuhan kinerja yang moderat walaupun pemulihan ekonomi negara mereka kadang masih tersendat. Rangkuman pendapat pemerintah Indonesia kemarin menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2014 diperkirakan tidak mencapai target 7%, tetapi berkisar antara 6,3-6,8%. Hal itu mempertimbangkan dampak kondisi ekonomi dunia tahun ini yang juga belum pulih, dan menteri keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi global masih sekitar 3,5%. Pada tahun ini pertumbuhan ekonomi Asean plus lima negara (Asean plus Jepang, RRT, Korsel, Australia dan Selandia Baru) lebih buruk dari 2013. Di lain pihak, Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian nasional tahun ini bisa tumbuh sekitar 6,4%, atau lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun 2012 yang mencapai 6,23%. Proyeksi Bank Indonesia ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 6,6%. Selain itu, menurut Bank Indonesia, laju inflasi akan terakselerasi menjadi 5,3% pada akhir 2013, dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 4,9%. Namun demikian, BI menilai suku bunga acuan BI rate tidak akan dinaikkan mengingat inflasi inti diperkirakan tetap stabil di kisaran 4,2% dan akselerasi kenaikan harga-harga pada Maret 2013 bersifat sementara. Maret 2013, inflasi Indonesia naik 0,63%mom atau 5,9%yoy, dalam kisaran tinggi dalam lima tahun terakhir. IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Saham pilihan ASII, INTP, AKRA, BWPT



News Highlights

AKR Corporindo (AKRA) dan Pelindo III mencari pendanaan eksternal sebesar Rp 4,9-5,6 triliun untuk membangun pelabuhan terintegrasi bernama Jawa Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Kebutuhan pendanaan itu bisa diperoleh dari pinjaman bank, pembiayaan proyek (project financing), atau obligasi. Total investasi proyek itu berkisar Rp 7-8 triliun. Sumber pembiayaannya berasal dari ekuitas dan dana eksternal dengan porsi 30% dan 70%. (Investor Daily)
Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS), anak usaha Indika Energy (INDY), menargetkan pendapatan sebesar US$ 162,6 juta tahun ini atau tumbuh 15% dibandingkan 2012 senilai US$ 121,6 juta. Perseroan menyatakan pertumbuhan pendapatan akan ditopang oleh peningkatan kontrak baru. Perseroan belum bersedia menyatakan target kontrak baru tahun ini. Selama 2012, perseroan memperoleh kontrak baru sebesar US$ 156,7 juta. Kontrak tersebut terdiri atas kontrak barging sebesar US$ 28,2 juta dan floating crane senilai US$ 128,5 juta. (Investor Daily)
Erajaya Swasembada (ERAA) membidik laba bersih tahun ini sebesar Rp 730 miliar atau melonjak 69% dibanding realisasi tahun 2012 senilai Rp 432,9 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh ekspektasi pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 15,5 triliun, lebih tinggi 21% dibanding pencapaian tahun lalu Rp 12,8 triliun. Perseroan memperkirakan kenaikan laba bersih tahun ini sama dengan tahun lalu. Tahun lalu, pendapatan dan laba bersih perseroan bertumbuh masing-masing 88% dan 69,5% dibanding periode sama tahun sebelumnya. (Investor Daily)
Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,3%–6,8% pada FY14. Angka itu jauh di bawah target 7%–7,7% sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010–2014. Pemerintah menargetkan penurunan tingkat pengangguran dari 6,14% pada Agustus 2012 menjadi sekitar 5% pada 2014. Tingkat kemiskinan diharapkan juga turun dari 11,66% pada September 2012 menjadi 8%–10% pada 2014. (Bisnis Indonesia)
Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, bank sentral tidak akan menaikkan BI rate mengingat inflasi inti masih akan stabil di sekitar 4,2% yoy dan akselerasi inflasi pada Maret lalu hanya bersifat sementara. Inflasi pada akhir 2013, ujarnya, akan mencapai 5,3%, lebih tinggi dari perkiraan BI sebelumnya di 4,9%. BI juga telah menurunkan
proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dari 6,6% menjadi 6,4%. (Investor Daily)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar