Rabu, Maret 27

Today's Article

Bagaimana Memilih Saham? Nah, Anda sudah memutuskan untuk berinvestasi saham. Anda tentu tahu bahwa saham dengan rasio P/E (Price to Earning) rendah pada umumnya lebih baik ketimbang saham dengan rasio P/E tinggi. Anda pun paham bahwa portofolio Anda harus terdiversifikasi ke berbagai sektor, dan perusahaan dengan banyak uang tunai di neracanya jauh lebih bagus ketimbang perusahaan dengan banyak utang. Rekomendasi analis, bagi Anda, mungkin sudah seperti garam di makanan. Barangkali semua alat analisa sudah pula Anda kuasai, bahkan sudah pula mempelajari konsep-konsep rumit analisa teknikal. Tapi untuk memilih saham-saham apa saja yang layak dibeli, mampukah Anda menganalisa semua laporan keuangan yang diterbitkan para emiten? Perusahaan mana saja yang mempunyai posisi utang neto yang paling sedikit? Apa saja upaya perusahaan untuk meningkatkan marjin keuntungannya, dan memperluas basis pendapatannya? Ah, buat apa repot-repot, saham blue chips mungkin lebih aman. Bingung? Tentukan Tujuan Langkah awal untuk memilih satu saham dari ratusan kemungkinan saham adalah menetapkan tujuan portofolio Anda. Investor yang berfokus pada pendapatan, bagaimana mempertahankan modal, atau kecukupan peningkatan modal akan mempunyai kriteria yang berbeda-beda. Investor yang berorientasi pada pendapatan biasanya akan memperhatikan perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan rendah dalam suatu kelompok industri atau sektor, misalnya infrastruktur. Mereka yang mempumyai toleransi risiko yang rendah dan sangat peduli pada keamanan modal, cenderung untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan blue chips yang mapan. Sedangkan investor yang mencari peningkatan modal akan mengincar perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasar dan tahapan usaha. Semua tipe investor yang disebut di atas bisa menggunakan kombinasi beberapa strategi. Namun demikian, memutuskan kategori mana yang cocok buat Anda bukan perkara sulit; yang rumit adalah proses memilih saham. Meskipun tak ada satu metode yang benar-benar tepat dalam memilih saham, namun suatu strategi dasar akan membantu investor mempersempit pencarian sebelum mulai menganalisa kondisi keuangan perusahaan. Buka Mata Untuk menjadi investor yang melek informasi, sangatlah penting untuk selalu memperbaharui pengetahuan tentang peristiwa dan opini pasar yang sedang berlangsung. Membaca blog, majalah, dan berita online finansial merupakan bentuk sederhana dari riset secara pasif yang dapat dilakukan setiap hari. Kadangkala, artikel berita atau posting blog dapat menjadi tesis dasar dari inti investasi. Misalnya, membaca artikel surat kabar tentang sebuah akuisisi besar, akan memicu kita untuk mencari tahu sebab musabab yang mendorong akuisisi di industri tersebut. Internet memberi banyak sekali kemudahan, dimana setiap peristiwa besar akan dianalisa dengan berbagai perspektif oleh beragam profesional di bidang investasi. Kadangkala, inti argumen yang muncul cukup sederhana, seperti, “Akhir-akhir ini terjadi perubahan tingkat kemiskinan di negara berkembang yang menyebabkan peningkatan status penduduk ke kelas menengah sehingga akan terjadi lonjakan permintaan akan produk/komoditi X.” Berdasarkan argumen tersebut, investor dapat mengembangkan argumen selanjutnya bahwa peningkatan permintaan X, akan memakmurkan produsen X. Menemukan perusahaan yang tepat Tahap selanjutnya dalam proses memilih saham adalah menemukan perusahaan yang dapat membuat Anda tertarik. Ada tiga cara sederhana untuk menjalani tahap ini: Cari ETF yang merekam kinerja suatu industri dan cermati surat berharga yang melandasinya. Hal ini dapat dicari dari “ETF Industri X; penjelasan resmi dari pengelola ETF akan mengungkap seluruh atau beberapa surat berharga terbaik yang menjadi underlying ETF. Gunakan fasilitas screener untuk menyaring saham berdasarkan kriteria tertentu, seperti sektor dan industri. Fasilitas screener memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan fitur-fitur tertentu, seperti menyeleksi perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasar, deviden, dan berbagai alat ukur investasi yang berguna. Manfaatkan internet untuk mencari artikel-artikel analis, dan rilis berita keuangan untuk mendapatkan informasi seputar saham-saham terpilih. Berusahalah untuk tetap kritis terhadap pendapat di artikel-artikel tersebut dan lakukan analisa dari berbagai sisi. Ketiga metode di atas bukanlah jalan satu-satunya untuk memilih perusahaan penerbit saham, tapi setidaknya itulah cara termudah untuk memulai. Tentu ada kelebihan dan kekurangan pada masing-masing strategi yang perlu diperhatikan para investor. Mencari emiten berdasarkan ETF bisa jadi merupakan cara tercepat untuk mempersempit pencarian. Namun tipikal ETF adalah dilandaskan pada perusahan-perusahaan besar, dan sering mengabaikan perusahaan kecil dan perusahaan dengan kapitalisasi kecil. ETF juga cenderung fokus pada pasar domestik. Screener saham menawarkan alternatif paling efisien untuk mempersempit daftar perusahaan sesuai input yang diberikan. Meskipun screener menyediakan daftar surat berharga yang lebih komprehensif, bahkan termasuk perusahaan internasional, namun alat ukur investasi yang tersedia kadangkala menyesatkan. Mencari opini ahli lewat kanal-kanal berita adalah alternatif yang cukup banyak menyita waktu, tapi memiliki banyak kelebihan. Pertama, dengan membaca tulisan analis, akan memperdalam pengetahuan tentang fundamental suatu industri. Kedua, investor lebih banyak bertransaksi saham-saham kelompok menengah yang kerap kali tidak terekam di screener maupun ETF. Akhirnya, dengan melakukan riset pada tahap ini, akan sangat membantu dalam proses pemilahan saham berikutnya. Menghadiri Presentasi Perusahaan Setelah yakin bahwa “industri X’ adalah investasi yang solid dan mulai akrab dengan pemain-pemain utamanya, inilah saatnya untuk lebih memperhatikan presentasi perusahaan. Meskipun presentasi tidak lebih lengkap ketimbang laporan keuangan, namun dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan. Tentu saja, akan lebih mudah dibanding membaca laporan kuartalan, atau tahunan. Selain itu, presentasi perusahaan biasanya memberi informasi tentang kondisi masa datang sesuai arah yang diharapkan perusahaan atau industri. Jika pencarian dengan memanfaatkan screener dan penerbit ETF akan memberi banyak opsi ekuitas mana saja yang potensial untuk investasi, maka menghadiri presentasi atau mencari informasi melalui website akan menyempurnakan hasil pencarian. Pada tahap ini proses memilih saham menjadi semakin aktif. Informasi yang ditampilkan dalam presentasi termasuk materi-materi seperti kinerja neraca, laporan rugi/laba, arus kas, aktivitas penting perusahaan, peluang pertumbuhan, dan perkiraan kondisi industri secara umum. Menganalisa presentasi menuntut telaah yang lebih dalam terhadap perusahaan tertentu, dengan tujuan untuk memutuskan mengapa saham tertentu cenderung menyingkirkan salah satu kompetitornya. Investor harus mempertimbangkan perusahaan mana yang lebih menarik berdasarkan informasi yang ditampilkan dan sekali lagi mempersempit pencarian. Yang perlu diingat adalah bahwa analisa presentasi ini bertujuan untuk menghasilkan perusahaan dan saham yang layak dipilih. Hasil akhir Setelah melalui semua tahapan di atas, akan tersisa prospek investasi tunggal atau daftar 10 atau lebih perusahaan. Boleh jadi, setelah sekian lama berusaha menemukan saham yang tepat, Anda kemudian memutuskan tidak merasa cocok dengan kelompok industrinya. Keputusan singkat ini sangat vital dalam seni memilih saham, kendati riset yang Anda lakukan telah membantu untuk menghindari jenis investasi yang berpotensi busuk. Bila masih yakin dengan tesis awal Anda, maka Anda perlu melakukan riset lanjutan dengan menganalisa laporan keuangan secara lebih mendalam. Sumber: Arthur Pinkasovitch, www.investopedia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar