Kamis, Maret 28

EQUITY_UPDATE 20130328

Market Review DJIA Rabu malam ditutup turun 33 poin atau 0,23% pada 14.526 atas aksi ambil untung umum yang juga diwarnai oleh kekhawatiran akan terjadi penarikan dana besar-besaran oleh nasabah di Siprus .Hal yang sama dikhawatirkan akan terjadi di perbankan negara anggota Uni Eropa lainnya. Bank-bank di Siprus dijadwalkan beroperasi kembali pada hari ini. Sementara itu, pemerintah Indonesia diminta segera mengeluarkan kebijakan khusus bagi sektor industri tertentu yang terkena dampak paling besar akibat penaikan tarif dasar listrik dan harga gas tahap kedua pada April. Sektor pengelolaan mal, tekstil, dan keramika , diperkirakan merupakan sektor yang terkena dampak signifikan atas kebijakan kenaikan tarif dasar listrik yang diberlakukan empat tahap selama tahun 2013 (1 Januari, 1 April, 1 Juli, dan 1 Oktober 2013). Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) menyampaikan perkiraan dampak kenaikan itu akan dilimpahkan kepada konsumen dan pengguna jasa berupa penaikan harga jasa dan produk. Bagi pusat perbelanjaan yang terdiri dari pengusaha kecil dan menengah dinilai akan lebih sulit menghadapi kondisi tersebut. Apindo pernah menyampaikan kepada pemerintah agar sektor usaha kecil dan menengah diakomodasi melalui PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan memberikan kebijakan khusus berupa penangguhan pembayaran. IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan rawan aksi ambil-untung. Saham pilihan INDF,ASII, BKSL, TLKM (dang.maulida@ipc.co.id) News Highlights Lippo Karawaci (LPKR) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 50% menjadi Rp 1,06 triliun pada 2012, dibandingkan 2011 sebesar Rp 708 miliar. Lonjakan itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 47% menjadi Rp 6,1 triliun dari sebelumnya Rp 4,1 triliun. (Investor Daily) Mitra Adiperkasa (MAPI) menaikkan belanja modal (capital expenditure) tahun ini menjadi Rp 900 miliar dari sebelumnya Rp 600 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membuka 300 gerai baru dengan estimasi luas area ritel sebesar 100 ribu meter persegi (m2). MAPI akan membuka sekitar 200-250 toko khusus (specialty stores), 50-75 gerai makanan dan minuman (food & beverage store), dan dua department store. Sekitar 50% gerai baru akan dibuka di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Belanja modal akan dibiayai oleh kas sendiri dan dana eksternal. Perseroan berniat mencari dana eksternal berkisar Rp 300-350 miliar tahun ini. Dana itu bisa dipenuhi dari pinjaman bank atau obligasi. Skema pendanaan yang dipilih akan diputuskan kuartal II tahun ini. (Investor Daily) Mitra Adiperkasa (MAPI) menargetkan pertumbuhan penjualan 25% tahun ini, seiring adanya ekspansi gerai. Tahun 2012, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 7,58 triliun, naik 29% dibanding 2011 sebesar Rp 5,89 triliun. Laba bersih naik 20% menjadi Rp 433 miliar dari Rp 360 miliar. Pendapatan terbesar disumbangkan toko khusus (specialty stores) yakni sebesar 62% dari total pendapatan, selanjutnya, department stores menyumbang 23%, food&beverages 13%, dan unit lainnya 2%. Tahun lalu, perseroan menambah 10 merek baru dalam portofolionya, sementara tahun 2013, perseroan akan menambah sedikitnya 10 merek baru. Bila hal ini terealisasi, jumlah merek yang dikelola perseroan mencapai 135 merek hingga akhir tahun. Sepanjang kuartal I tahun ini, MAPI menambah tiga merek baru, terdiri dari Penshoppe, Suite Blanco, dan Godiva. (Investor Daily)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar