Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 - Indonesia | Call Center 021 5088 7200 | Email : support@indopremier.com | www.indopremier.com
Selasa, Maret 26
EQUITY_UPDATE 20130326
Market Review
DJIA Senin malam ditutup turun 64 poin atau 0,44% pada 14.448 terutama atas memudarnya euforia investor terhadap kesepakatan persyaratan dana talangan untuk negara Siprus. Kemarin, Wall Street menerima dua komentar yang berlawanan dari ketua Uni Eropa, yang masing-masing berdampak pada pergerakan indeks harga saham Amerika. Pertama, ketua Uni Eropa Jeroen Dijsselbloem, menyatakan bahwa saat bank bermasalah memerlukan penyelamatan, maka Uni Eropa akan meminta pemegang saham, pemegang obligasi, dan deposito yang tidak dijamin, untuk bersama-sama kontribusi untuk rekapitalisasi bank yang bersangkutan. Prinsip yang diterapkan di Siprus ini akan dijadikan template atau model bagi perbankan bermasalah di Uni Eropa. Komentar ini kemarin memicu aksi jual DJIA, yang sempat turun pada tingkatan terendah 14.395. Kedua, Jeroen Dijsselbloem menjelaskan lebih lanjut bahwa penyelamatan perbankan bermasalah di Uni Eropa akan disesuaikan dengan situasi makro ekonomi negara yang bersangkutan, dan tidak ada satu model atau template yang dijadikan acuan. Komentar kedua ini kembali memberi sentimen positif bagi investor dan DJIA ditutup lebih tinggi dari titik terendahnya.
Sementara itu, ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI), menyatakan bahwa konsumsi semen nasional sepanjang Januari-Februari 2013 sudah mencapai 9,04 juta ton, atau tumbuh 11,3% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 8,12 juta ton. Tahun 2013, konsumsi diprediksi mencapai 60,5-61 juta ton, atau tumbuh 10% dari 55 juta ton tahun 2012. Dari total konsumsi nasional, sekitar 25-30% diserap oleh sektor infrastruktur, properti perkantoran, dan mal. Sedangkan 65-70% lainnya diserap oleh sektor perumahan.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan rawan aksi ambil-untung. Saham pilihan ASII, KLBF, BSDE, TLKM.
(dang.maulida@ipc.co.id)
News Highlights
Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) merilis kinerja tahun 2012 yang telah diaudit dengan penjualan tahun 2012 tumbuh 14,1% menjadi Rp 17,8 triliun dibandingkan tahun 2011 Rp 15,6 triliun. Laba kotor tahun 2012 tumbuh 24,4% menjadi Rp 3,2 triliun dibandingkan tahun 2011 Rp 2,6 triliun. Marjin laba kotor tahun 2012 berada pada tingkatan 17,9% dibandingka 16,4% tahun 2011. Sementara itu, laba sebelum pajak tahun 2012 naik sebesar 56,5% menjadi Rp 1,4 triliun dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp 872,3 miliar. JPFA, tahun 2012, mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 60,7% menjadi Rp 991,7 miliar dibandingkan tahun 2011 Rp 617,1 miliar. Kenaikan laba bersih tahun 2012 menyebabkan peningkatan marjin laba bersih menjadi 5,6% dibandingkan 3,9% pada tahun 2011. (Investor Daily)
Unilever Indonesia (UNVR) merilis kinerja tahun 2012 yang telah diaudit dengan penjualan tahun 2012 tumbuh 16,3% menjadi Rp 27,3 triliun dibandingkan tahun 2011 Rp 23,5 triliun. Laba kotor tahun 2012 naik 15,7% menjadi Rp 13,9 triliun dibandingkan tahun 2011 Rp 12,0 triliun. Marjin laba kotor tahun 2012 berada pada tingkatan 50,9% dibandingkan 51,2% pada tahun 2011. Sementara itu, laba usaha tahun 2012 naik sebesar 16,7% menjadi Rp 6,5 triliun dibandingkan Rp 5,6 triliun tahun 2011. Marjin laba usaha tahun 2012 pada 23,8% dibandingkan 23,7% pada tahun 2011. Pertumbuhan laba usaha tahun 2012 menghasilkan pertumbuhan laba bersih tahun 2012 sebesar 16,2% menjadi Rp 4,8 triliun dibandingkan tahun 2011 pada Rp 4,2 triliun. Marjin laba bersih tahun 2012 bertahan pada 17,7%, sama dengan tingkatan tahun 2011. (Investor Daily)
AKR Corpindo (AKRA) merilis kinerja tahun 2012 yang telah diaudit dengan penjualan tahun 2012 tumbuh sebesar 15% menjadi Rp 21,7 triliun dibandingkan tahun 2011 Rp 18,8 triliun. Laba kotor tahun 2012 naik 20% menjadi Rp 1,3 triliun dibandingkan tahun 2011 Rp 1,1 triliun. Marjin laba kotor tahun 2012 berada pada tingkatan 5,8% dibandingkan 5,6% pada tahun 2011. Laba usaha tahun 2012 meningkat sebesar 14% menjadi Rp 830,4 miliar dibandingkan Rp 725,5 miliar tahun 2011. Marjin laba usaha dipertahankan pada 3,8% pada tahun 2012. Sementara itu, Laba Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan tahun 2012 berada pada tingkatan Rp 618,8 miliar, naik 2% dibandingkan tahun 2011 609,6 miliar. Pada tahun 2011, AKRA mencatatkan Laba dari Operasi yang Dihentikan Setelah Pajak sebesar Rp 1,7 triliun. Hal ini menyebabkan penurunan Laba Tahun Berjalan tahun 2012 menjadi Rp 618,8 miliar dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp 2,29 triliun. (Investor Daily)
Agus Martowardojo telah mendapat dukungan dari semua fraksi di Komisi XI DPR untuk menjadi Gubernur BI, meski empat fraksi masih menginginkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengajukan kandidat tambahan. Ini berarti bahwa Agus Martowardojo telah mengamankan paling sedikit 27 suara dari total 49 suara anggota Komisi XI. (Investor Daily)
Pemerintah sedang mempersiapkan sistem teknologi informasi yang akan ditempatkan di SPBU guna memonitor konsumsi BBM bersubsidi oleh kendaraan bermotor. Sistem ini dibuat untuk secara otomatis menghentikan pembelian BBM bersubsidi jika pembelian itu melebihi batas kewajaran. Pemerintah akan menerapkan sistem ini di Jabodetabek mulai Juli mendatang. Sistem ini ditargetkan beroperasi di seluruh Jawa mulai akhir 2013 dan di luar Jawa mulai 2014. (Bisnis Indonesia)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar