Kamis, Maret 21

EQUITY_UPDATE 20130321

Market Review DJIA Rabu malam ditutup naik 56 poin atau 0,39% pada 14.512 terutama atas rilis hasil rapat the Fed, kemarin. Bank sentral Amerika mengumumkan tidak ada perubahan kebijakan moneter. Investor saham kembali berasumsi bahwa QE akan diteruskan dalam jangka waktu panjang. The Fed kemarin merilis estimasi tingkat pengangguran untuk tahun 2013 pada kisaran 7,3%-7,5%, untuk tahun 2014 pada kisaran 6,7%-7%, dan 6%-6,5% untuk tahun 2015. Angka tingkat pengangguran Amerika sangat dicermati investor sektor keuangan. Bank sentral the Fed telah menetapkan bahwa QE, atau pembelian obligasi sebesar US$ 85 miliar per bulan, akan tetap dilaksanakan sampai tingkat pengangguran mencapai tingkatan di bawah 6,5%, dan tingkat inflasi tidak melebihi 2,5%. Untuk pertumbuhan ekonomi, kemarin, the Fed memperkirakan ekonomi Amerika akan tumbuh dalam kisaran 2,3%-2,8% pada tahun 2013, pada kisaran 2,9%-3,4% pada tahun 2014, dan kisaran 2,9%-3,7% pada tahun 2015. Estimasi pertumbuhan ekonomi yang dirilis kemarin, lebih rendah dibandingkan estimasi yang dibuat pada Desember 2012. Namun, secara rata-rata, sedikit lebih tinggi dibandingkan estimasi versi IMF. Harga komoditas dunia, pada perdagangan kemarin, ditutup pada tingkatan yang lebih tinggi, juga atas hasil rapat kebijakan the Fed. Perkembangan di Siprus, ECB akan renegosiasi syarat bantuan dana setelah parlemen Siprus menolak pengenaan pajak deposito sebagai syarat menerima dana talangan. Kemarin, Menteri Keuangan Luksemburg memanggil pejabat setingkat dari 17 negara Euro agar menghadirkan kembali paket baru untuk Siprus. IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Saham pilihan MAIN, PGAS, TLKM, INTP (dang.maulida@ipc.co.id) News Highlights Bumi Serpong Damai (BSDE) merilis laporan keuangan yang telah diaudit tahun 2012 dengan pendapatan usaha Rp 3,7 triliun, naik 33% dibandingkan dengan 2011 sebesar Rp 2,81 triliun. Laba kotor tahun 2012 meningkat sebesar 33% menjadi Rp 2,38 triliun dibandingkan dengan 2011 sebesar Rp 1,79 triliun. Marjin laba kotor 2012 berada pada tingkatan 63,9% dibandingkan 63,6% tahun 2011. Laba usaha tahun 2012 meningkat 49% menjadi Rp 1,43 triliun dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp 960,55 miliar. Marjin laba usaha tahun 2012 pada tingkatan 38,4% dibandingkan tahun 2011 pada 34,2%. Marjin laba sebelum pajak tahun 2012 pada 45,5% dibandingkan 41,6% pada tahun 2011. Sementara itu, laba bersih tahun 2012 naik sebesar 53% menjadi Rp 1,29 triliun dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp 840,8 miliar. (Investor Daily) Adaro Energy (ADRO) membukukan laba bersih sebesar US$ 383 juta pada 2012, turun 30,6% dibanding 2011 sebesar US$ 552 juta. Hal ini dipicu oleh penurunan penjualan, harga jual rata-rata (average selling price/ASP), dan kenaikan biaya. ADRO membukukan pendapatan tahun 2012 sebesar US$ 3,7 miliar, turun 6,6% dari tahun 2011 sebesar US$ 3,9 miliar. Adapun laba usaha sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) turun 26% menjadi US$ 1 miliar dari US$ 1,4 miliar tahun 2011. Volume penjualan batubara tahun 2012 turun 4,3% menjadi 47,2 juta ton, dari sebelumnya 48,6 juta ton. Realisasi produksi batubara tahun 2012 di bawah pedoman, yakni berkisar 48-51 juta ton. Penyebabnya, perseroan tidak memacu penjualan saat harga batubara terpangkas dan tetap menjaga strategi untuk mempertahankan harga yang menguntungkan. Sepanjang 2012, ASP turun 3,1%, menyusul melemahnya indeks batubara global. (Investor Daily)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar