Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 - Indonesia | Call Center 021 5088 7200 | Email : support@indopremier.com | www.indopremier.com
Rabu, Maret 20
EQUITY_UPDATE 20130320
Market Review
Dow Jones Selasa malam ditutup naik tipis 4 poin pada 14.456 ditopang oleh rilis data perumahan. Rilis data ini mengimbangi kekhawatiran investor atas situasi yang berkembang di Siprus. Kemarin, parlemen Siprus telah melaksanakan pemungutan suara untuk menentukan apakah akan menyetujui pengenaan pajak atas deposito yang merupakan persyaratan penerimaan dana talangan bagi negara tersebut. Parlemen Siprus , dengan jumlah 36 pemilih yang menolak, 19 abstain, dan tidak ada anggota parlemen yang menyetujui persyaratan tersebut. Perbankan dan pasar saham di negara tersebut dihentikan sampai hari Kamis. Sementara itu, bank sental the Fed akan mengumumkan hasil rapat kebijakannya sore ini. Investor saham Amerika akan sangat mencermati apakah ada indikasi bahwa the Fed akan mulai memperlambat program QE yang sudah diterapkan.
Wall Steet kemarin menerima data Housing Starts atau inisiasi pembangunan perumahan untuk bulan Februari 2013 yang berada pada tingkatan 917ribu unit, lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus pada 911ribu unit. Data Building Permits atau penerbitan ijin inisiasi pembangunan perumahan untuk bulan Februari 2013 berada pada tingkatan 946ribu unit (tertinggi sejak tahun 2008) dan lebih tinggi dari estimasi konsensus pada 925ribu unit. Rilis data perumahan turut menopang DJIA kemarin.
Harga minyak WTI turun signifikan 1,69% untuk ditutup pada US$ 92,16 pada perdagangan kemarin. Pasar saham Jepang libur hari ini.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan rawan aksi ambil-untung. Saham pilihan INTP, PTPP, ASRI, ICBP.
(dang.maulida@ipc.co.id)
News Highlights
Kobexindo Tractors (KOBX) melalui anak usahanya, PT Belarus Tractors Indonesia, memperoleh kontrak sebagi distributor eksklusif alat-alat berat Minks Tractor di Indonesia. Minks Tractor, berdiri sejak 60 tahun lalu, merupakan salah satu pemanufaktur alat berat agribisnis terbesar di dunia. Sementara itu, KOBX dipercaya oleh beberapa perusahaan terkemuka di dunia untuk distribusi eksklusif alat berat di Indonesia. KOBX adalah mitra Doosan (Korea Selatan), Tata-Daewoo (India dan Korea Selatan), NHL (Tiongkok), dan Jungheinrich (Jerman). (Investor Daily)
PP (PTPP) meraih laba bersih sebesar Rp 309,68 miliar tahun lalu, meningkat 29% dibanding 2011 sebesar Rp 240,22 miliar. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh kenaikan pendapatan selama tahun 2012 sebesar 28% menjadi Rp 8,0 triliun dibandingkan Rp 6,23 triliun pada tahun 2011. Marjin laba kotor tahun 2012 pada 10,6% dibandingkan 11,3% tahun 2011. Laba usaha tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 24% menjadi Rp 710,8 miliar dibandingkan Rp 574,8 miliar tahun 2011. Marjin laba operasi tahun 2012 pada 8,9% dibandingkan 9,2% tahun 2011.Kinerja tahun 2012 ditopang oleh perolehan kontrak pada tahun 2012 sejumlah Rp 27,6 triliun, yang terdiri dari Rp 19,4 triliun kontrak baru dan sisanya sebesar Rp 8,2 triliun kontrak carry over 2011. (Investor Daily)
PP (PTPP) menargetkan perolehan kontrak baru mencapai Rp 19,7 triliun tahun ini. Per Februari 2013, realisasinya mencapai Rp 2,36 triliun. (Investor Daily)
Distributor alat berat Intraco Penta (INTA) membukukan rata-rata penjualan alat berat Januari-Februari sebanyak 100 unit per bulan. INTA menyatakan penjualan akan membaik apabila dibandingkan dengan posisi rata-rata untuk periode yang sama tahun 2012. Selama 2 bulan terakhir, ada peningkatan volume unit yang terjual yaitu 10-15% dibandingkan dengan rata-rata tahun lalu. INTA memegang lisensi distribusi merek alat berat global terkemuka seperti Volvo, Bobcat, Ingersoll-Range, SDLG, Mahindra, dan Sinotruk. (Bisnis Indonesia)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi pada April mendatang. Untuk mengendalikan subsidi, pemerintah akan fokus pada upaya penghematan dan pembatasan konsumsi BBM. Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, subsidi energi akan melewati Rp 200 triliun tahun ini, lebih tinggi dari targetnya yang sebesar Rp 193,8 triliun. Hal ini, ditambah dengan tekanan pada penerimaan negara akibat pelemahan ekspor, akan menyebabkan defisit APBN 2013 mencapai 2% dari PDB atau lebih, melewati targetnya yang sebesar 1,65% dari PDB. (Bisnis Indonesia)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar