Selasa, Juli 10

EQUITY_UPDATE 20120710


Market Review


Dow Jones Senin kemarin ditutup melemah 36 poin atau 0,28% pada 12.736 terutama karena investor kembali mengkhawatirkan keadaan keuangan negara Spanyol seiring dengan meningkatnya imbal hasil obligasi negara tersebut untuk tenor 10 tahun ke tingkatan 7%. Tingkatan imbal hasil obligasi pada 7% dijadikan sebagai tolak ukur oleh investor, merujuk pada pengalaman masa lalu dimana, ketika imbal hasil obligasi negara yang bersangkutan pada tingkatan ini, negara Yunani, Irlandia, dan Portugal, harus meminta bantuan dana talangan internasional untuk mengatasi masalah keuangan negara mereka. Selain itu, investor saham Amerika tengah waspada dan saat ini sedikit pesimistik atas kinerja 2Q12 yang akan dirilis minggu-minggu depan. Sementara itu, rilis data ekonomi dari Jepang dan Cina kemarin mengindikasikan pelemahan ekonomi global. Inflasi Cina dirilis pada tingkatan terendah dalam 29 bulan, menunjukkan pelemahan permintaan ekspor dan Eropa dan Amerika. Rilis data barang modal dari Jepang juga turun pada tingkatan terendah. Kedua rilis data ini memicu spekulasi bahwa bank sentral Eropa akan kembali menurunkan tingkat suku bunga acuan dari tingkatan terendah saat  ini 0,75%. Hal ini merupakan salah satu alasan atas aksi beli pasar saham Jepang pagi ini.

IHSG hari ini diperkirakan bergerak dengan kecenderungan menguat terbatas. Disarankan untuk transaksi jangka pendek, investor boleh mengawasi saham dengan prospek pertumbuhan dan atau valuasi memadai.  Saham pilihan  PGAS, ITMG, INTP, UNVR.


News Highlights


MSKY menargetkan pertumbuhan jumlah pelanggan 40% menjadi 1,7 juta pelanggan tahun 2012 dari 1,16 juta pada tahun 2011. MSKY berencana melakukan penambahan 5-12 channel baru di tahun ini guna mendongkrak target pelanggan.(Neraca)

MSKY menargetkan laba sebelum pajak (EBITDA) mencapai Rp1 triliun pada akhir tahun 2012, atau naik sekitar 37% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp728 miliar. Selain itu pendapatan juga diperkirakan tumbuh mencapai Rp2,36 triliun pada tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,7 triliun. Saat ini perseroan memiliki tiga merek televisi berbayar, yaitu Indovision (pangsa pasar 45%%), TopTV (pangsa pasar 20,5%) dan Okevision (pangsa pasar 4,5%). (Neraca)

ICBP menggandeng Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd untuk memproduksi dan memasarkan minuman non-alkohol di Indonesia. ICBP akan menjadi pemegang saham mayoritas mencapai 51% untuk perusahaan yang menangani pemasaran dan distribusi produk. Sementara Asahi menjadi mayoritas hingga 51% untuk perusahaan patungan yang menangani produksi. (Neraca)

HOME berencana ekspansi properti ke Batam, dengan pembelian lahan seluas 20 hektare. Dana pembelian lahan tersebut diperkirakan senilai Rp 200 miliar. Dana untuk ekspasni tersebut akan diusahakan manajemen dengan menerbitkan saham baru atau Rights Issue dengan nilai yang sama.  Rencana Rights Issue masih dalam tahap pengkajian dan analisa pasar. (Neraca)

POLY menargetkan pendapatan hingga akhir 2012 sebesar Rp 5 triliun.  Proyeksi pendapatan ini mengalami penurunan sebesar 10,39% dibandingkan tahun lalu. Kinerja semester I -2012 POLY tidak sebesar periode sama tahun lalu, namun perseroan optimistis target tahun 2012 bisa tercapai. (Neraca)

Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) POLY menyetujui rencana perseroan untuk menjaminkan aset. Rencana penjaminan aset ini dalam rangka memperoleh pinjaman atas fasilitas yang akan dan telah diterima perseroan. Saat ini POLY masih berusaha menuntaskan restrukturisasi utang seniali USD 260 juta atau sekitar Rp 2,34 triliun kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Restruktrusisasi tersebut tertunda sejak tahun 2010. (Neraca)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar