Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 - Indonesia | Call Center 021 5088 7200 | Email : support@indopremier.com | www.indopremier.com
Jumat, Juli 6
EQUITY_UPDATE 20120706
Market Review
Dow Jones Kamis kemarin ditutup turun 47 poin atau 0,4% pada 12.896 terutama atas kewaspadaan investor menunggu rilis data penambahan lapangan kerja (US Nonfarm Payrolls dan US Nonfarm Private Payrolls) yang diterbitkan Departemen Tenaga Kerja Amerika, dijadwalkan Jum’at malam ini. Data ini dinilai lebih signifikan dibanding data yang diterbitkan oleh lembaga swasta ADP Employer Services. Kemarin dirilis data penambahan lapangan kerja yang dirilis oleh oleh lembaga ini untuk bulan Juni 2012 , lebih tinggi dari estimasi konsensus, namun hal ini tidak memicu aksi beli investor. Sementara itu, hasil rapat ECB kemarin memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan ke tingkatan terendah dalam sejarah 0,75%. Penurunan tingkat suku bunga acuan Eropa ini juga bersamaan dengan diturunkannya tingkat bunga acuan negara Cina dan Inggris kemarin. Penurunan tingkat bunga pada tiga negara ini juga tidak bisa memicu aksi beli pada pasar saham kemarin, karena, setidaknya, dua faktor. Pertama, penurunan tingkat suku bunga acuan oleh ECB sudah diperhitungkan pada peningkatan DJIA pada hari-hari sebelumnya. Kedua, investor saham mengartikan penurunan tingkat suku bunga acuan di ketiga negara sebagai konfirmasi adanya masalah ekonomi yang mendalam. Dengan demikian, investor diperkirakan akan sangat responsif terhadap rilis data penambahan lapangan kerja yang diterbitkan pemerintah Amerika pada Jum’at malam ini. Angka penambahan lapangan kerja merupakan salah satu indikasi seberapa jauh pelemahan pertumbuhan ekonomi Cina dan krisis keuangan Eropa memberi dampak pada perekonomian domestik Amerika. Demikian juga dengan perdagangan komoditas WTI kemarin ditutup melemah, terutama atas kekhawatiran atas menurunnya permintaan dunia akibat pelemahan ekonomi global
IHSG hari ini diperkirakan bergerak dengan kecenderungan melemah terbatas. Disarankan untuk transaksi jangka pendek, investor boleh mengawasi saham dengan prospek pertumbuhan dan atau valuasi memadai. Saham pilihan TLKM, INDF, SGRO, ITMG, PTBA.
News Highlights
Pemegang saham KIJA akhirnya menyetujui rencana perseroan untuk menerbitkan notes atau instrumen utang maksimal USD300juta atau Rp2,84triliun. Sebesar 50% dari hasil penerbitan surat utang atau sekitar Rp1,4triliun akan digunakan untuk melunasi fasilitas pinjaman perseroan. Saat ini perseroan tercatat memiliki utang sekitar Rp1,5triliun dari beberapa bank. (Bisnis Indonesia)
BWPT tahun ini mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1,14triliun yang digunakan untuk mengakuisisi lahan baru, pembangunan pabrik pengolahan CPO, dan investasi penanaman baru beserta perawatannya. Tahun 2013, BWPT akan membangun satu lagi pabrik pengolahan CPO dan juga ekspansi penanaman baru. Pabrik CPO kedua berkapasitas 45 ton per jam itu akan dibangun di wilayah Kalimantan Timur yang merupakan area perkebunan kelapa sawit perseroan, dengan nilai investasi sekitar Rp100miliar. (Bisnis Indonesia)
Citilink, anak usaha GIAA, menargetkan bisa menerbangkan 16,4 juta orang pada 2015 atau tumbuh 925% dengan merebut pasar penumpang kereta api. Citilink sebagai LCC (low cost carrier) akan membidik segmen konsumen yang biasanya tidak naik pesawat, atau naik kereta api seiring semakin kuatnya daya beli masyarakat. Data BPS mencatat jumlah penumpang kereta pai sepanjang 2011 sebanyak 199,3juta orang atau turun 2% dibandingkan dengan periode yang sama 2010 sebanyak 203,4juta orang. (Bisnis Indonesia).
KOBX menjajaki penjualan 18% saham melalui skema penawaran terbatas (private placement). Aksi korporasi itu akan digelar sesuai peraturan, yaitu 8 bulan setelah penawaran umum perdanan saham (IPO). (Investor Daily).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar