Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 - Indonesia | Call Center 021 5088 7200 | Email : support@indopremier.com | www.indopremier.com
Rabu, Juli 4
EQUITY_UPDATE 20120704
Market Review
Dow Jones Selasa kemarin ditutup naik 72 poin atau 0,6% pada 12.943 terutama atas rilis data Factory Orders untuk bulan Mei 2012 yang meningkat 0,7% yoy vs. estimasi konsensus pada 0,2% yoy. Rilis data Factory Orders (yang terdiri dari durable dan non-durable goods) diluar ekspektasi investor setelah sehari sebelumnya Wall Street harus mencerna rilis data indeks manufaktur untuk bulan Juni 2012 yang berada dibawah tingkatan 50,yang mengindikasikan kontraksi ekonomi, pertama kali sejak tahun 2009. Fakta ini juga memupuk antisipasi investor akan adanya aksi stimulasi ekonomi dari bank sentral Amerika yang akan menggelar rapat rutinnya pada 31 Juli – 1 Agustus nanti. Data Factory Orders dan antisipasi stimulasi ekonomi bank sentral tersebut memicu optimisme dan aksi beli pada pasar saham Amerika kemarin dan juga pada perdagangan minyak WTI. Harga minyak dunia kemarin ditutup naik 4,67% pada USD87,66/barel.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak dengan kecenderungan menguat terbatas. Disarankan untuk transaksi jangka pendek, investor boleh mengawasi saham dengan prospek pertumbuhan dan atau valuasi memadai. Saham pilihan ITMG, SGRO, PGAS, INDF.
News Highlights
SGRO mengakusisi kebun karet seluas 100.115 hektare di Ketapang Kalimantan Barat dari PT Hutan Ketapang Industri. Sebelumnya, Hutan Ketapang dimiliki PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk dan PT Nusa Bhakti Jayaraya. Hutan Ketapang memegang izin 100.115 hektare hutan tanaman industri (HTI) di Ketapang untuk periode 100 tahun sejak 2007. SGRO akan tetap fokus pada bisnis inti perseroan yaitu kebun sawit, dan beroperasi sebagai perusahaan perkebunan terintegrasi dengan diversifikasi ke berbagai macam tanaman. (Bisnis Indonesia).
PTBA memperkirakan kinerja usaha sepanjang semester I/2012 tidak jauh berbeda dari semester I/2011, menyusul kendala pengangkutan batubara serta tren pelemahan harga batubara. Namun demikian, perseroan tetap berusaha mencapai target tahun ini, yaitu volume produksi diharapkan naik 26,37% menjadi 16,3 juta ton dari 12,9 juta ton pada tahun 2011. Volume penjualan tahun 2012 ditargetkan naik 37,78% menjadi 18,6 juta ton dari tahun sebelumnya 13,5 juta ton. Perseroan juga masih mempertahankan komposisi penjualan domestik sebesar 65% dan ekspor 35%. Sementara itu pendapatan perseroan untuk tahun 2012 ditargetkan mencapai Rp15 triliun, atau naik 41,78% dari Rp10,58 triliun pada tahun 2011. (Bisnis Indonesia)
ADHI memperoleh kontrak baru sebanyak Rp4,5triliun sepanjang semester I/2012, atau sekitar 33,33% dari target akhir tahun ini sebesar Rp13,5triliun. Kontrak tersebut antara lain didapat dari proyek peningkatan infrastruktur di Aceh sebesar Rp120miliar, pembangunan kampus ITB di Jatinangor sebesar Rp48 miliar, dan Rumah Sakit Santo Borromeus sebesar Rp5 miliar. (Bisnis Indonesia)
KLBF sedang menjajaki akuisisi dua perusahaan yang bergerak di bisnis minuman kesehatan konsumen dan nutrisi. Perusahaan yang menjadi incaran KLBF adalah perusahan lokal dengan skala menengah. (Kontan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar