Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 - Indonesia | Call Center 021 5088 7200 | Email : support@indopremier.com | www.indopremier.com
Selasa, Juli 3
EQUITY_UPDATE 20120703
Market Review
Dow Jones Senin malam ditutup flat turun 8 poin pada 12.871 terutama atas rilis data indeks manufaktur yang diterbitkan oleh Institute of Supply Management untuk bulan Juni 2012 pada 49,7, vs. estimasi konsensus pada 52,2 dan keduanya lebih rendah dari data bulan sebelumnya pada 53,5 (angka dibawah 50 menunjukkan kontraksi dan diatas 50 menunjukkan ekspansi). Pelemahan indeks DJIA kemarin mengalami balik arah atas spekulasi bahwa bank sentral Amerika kembali akan melakukan aksi untuk menstimulasi perekonomiaannya. Sementara itu optimisme datang dari Asia dimana indeks manufaktur Purchasing Managers’ Index dari negara Cina untuk bulan Mei 2012 dirilis pada 50,2, lebih tinggi dari estimasi konsensus pada 49,9. Juga dari negara Jepang indeks Tankan yang diterbitkan Bank of Japan untuk bulan Juni 2012 berada pada tingkatan minus 1, vs. estimasi konsensus pada minus 4. Investor saham dunia mulai mengarahkan perhatian pada penentuan tingkat bunga acuan negara Eropa oleh European Central Bank dan Bank of England pada Kamis 5 Juli. Survei dari 57 responden ekonom versi Bloomberg memperlihatkan sebahagian besar ekonom memprediksi bahwa ECB akan menurunkan tingkat bunga sebesar 25bp menjadi tingkatan terendah dalam sejarah 0,75%, 5 responden memprediksi penurunan 50 bp, dan 12 responden memprediksi tidak ada perubahan.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Disarankan untuk transaksi jangka pendek, investor boleh mengawasi saham dengan prospek pertumbuhan memadai. Saham pilihan ICBP, SGRO, TLKM, TBIG.
News Highlights
UNTR merevisi target penjualan alat berat tahun ini menjadi 8.500 unit dari sebelumnya 9.500 unit. Tahun lalu, penjualan alat berat UNTR mencapai 8.467 unit. Tren penurunan harga batubara membuat perusahaan di sektor itu menurunkan investasi. Akibatnya, permintaan alat berat ikut menurun. Selama ini, mayoritas alat berat perseroan diserap perusahaan tambang batubara. (Investor Daily)
PT Selaras Citamanunggal dan PT Bukit Asri Padang Golf melepas 16,19% saham ASRI kepada PT Tangerang Fajar Indsturial Estate dan PT Manunggal Prime Development, dengan nilai transaksi Rp1,46triliun. Selaras Citamanunggal, Bukit Asri Padang Golf, Tangerang Fajar Industrial Estate, dan Manunggal Prime Development adalah perusahaan terafiliasi dengan Grup Argo Manunggal, pemilik ASRI. Dengan restrukturisasi saham, pemegang mayoritas saham ASRI menjadi 2 perusahaan dari sebelumnya 4 perusahaan. Tujuan restrukturisasi internal ini adalah peningkatan efisiensi dalam pengambilan keputusan. (Investor Daily)
BRMS membukukan penurunan laba bersih sebesar 99,8% pada kuartal I-2012 menjadi USD62,871 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar USD37 juta. Penurunan itu dipicu menurunnya laba bersih perusahaan asosiasi, PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Kontribusi laba dari NNT anjlok dari USD41,2 juta menjadi USD2,1 juta. BRMS memiliki 18% saham NNT melalui anak usaha PT Multi Daerah Bersaing. Produksi tembaga dan emas NNT di wilayah tambang Batu Hijay masing-masing turun 49% dan 76%. Sementara itu, BRMS mencetak kenaikan penjualan sebesar 70% menjadi USD7juta dari USD4,1juta. (Investor Daily)
WIKA mencatat realisasi perolehan kontrak baru sebesar Rp7,54triliun hingga semester I/2012 atau sebesar 50% dari target 2012 sebesar Rp16,52triliun. Perolehan tahun 2012 ini lebih baik dibandingkan dengan perolehan tahun 2011 dimana pada periode yang sama WIKA memperoleh kontrak baru dalam kisaran 40% dari target. (Bisnis Indonesia)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar