Pacific Century Place 16/F SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 - Indonesia | Call Center 021 5088 7200 | Email : support@indopremier.com | www.indopremier.com
Kamis, Juni 21
EQUITY_UPDATE 20120621
Market Review
Dow Jones Rabu malam ditutup turun 12 poin pada 12.824 menyusul selesainya rapat FOMC bank sentral Amerika yang hasilnya memang seperti yang sudah diperhitungkan investor, namun harapan investor atas aksi lebih lanjut dari the Fed tidak terpenuhi kemarin. Saat ini diputuskan the Fed akan memperpanjang program Operation Twist yaitu program menjual obligasi dengan tenor yang lebih pendek dan pada saat yang sama membeli obligasi jangka panjang. Langkah ini bertujuan untuk mempengaruhi struktur tingkat bunga jangka panjang secara umum untuk bisa menurun dari tingkatan yang sekarang pada kisaran 1,6% (imbal hasil Treasury Bond tenor 10 tahun). Harapan investor untuk the Fed menggelontorkan stimulus tambahan berupa QE3 yaitu aksi the Fed menyuntik likuiditas di pasar melalui pembelian aset keuangan, belum terpenuhi. Harapan yang tidak terpenuhi ini menyebabkan pasar saham Amerika kemarin bergerak volatile terbatas. The Fed juga menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi kisaran 1,9%-2,4% dari tingkatan sebelumnya 2,4% - 2,9%. Juga dengan estimasi tingkat pengangguran, dinaikkan menjadi kisaran 8 – 8,2% dari perkiraan sebelumnya pada kisaran 7,8% - 8%. Sementara itu harga minyak dunia pada perdagangan kemarin turun signifikan atas rilis data persediaan minyak Amerika meningkat tertinggi selama 22 tahun.
IHSG hari ini diperkirakan bergerak dengan kecenderungan menguat terbatas. Saham pilihan TLKM, JSMR, ASII, INDF.
News Highlights
MRAT menargekan pertumbuhan produksi hingga 30% seiring dengan rencana renovasi pabrik yang mengacu pada Good Manufacturing Practice (GMP). (Neraca)
MRAT akan membagikan dividen tahun buku 2011 senilai Rp16,3 per saham (dividen yield 2,91%). (Neraca)
MASA menyiapkan anggaran sebesar USD40 juta untuk membeli alat-alat pergudangan (warehouse). Anggaran ini diambil dari belanja modal tahun ini yang akan diperoleh melalui sindikasi beberapa bak seperti PT Bank CIMB Niaga (BNGA), HSBC, dan PT Bank Internasional Indonesia (BNII). (Neraca)
MASA menyetujui pembagian dividen tahun buku 2011 sebesar Rp2 per lembar saham (dividen yield 0,38%). (Neraca)
Kuartal I-2012, penjualan MASA tercatat tumbuh 20% menjadi Rp794 miliar dibanding periode yang sama 2011 senilai Rp657 miliar. Segmen ekspor menjadi tulang punggung perseroan, dimana 73% dari total penjualn diperoleh dari penjualan ekspor dan sisanya sebesar 27% merupakan penjualan domestik. (Neraca)
Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 6,5%, sama dengan asumsi APBN-P. Pemerintah juga memproyeksikan inflasi di bawah 4% (vs. 6,8% di APBN-P), nilai tukar di Rp 9.250/US$ (vs. Rp 9.000/US$), harga minyak mentah di US$ 115–US$ 119 per barel (vs. US$ 105), dan produksi minyak di 900–910 ribu barel per hari (vs. 930 ribu). Dengan demikian, defisit APBN-P diduga bisa melebihi 3% dari PDB. Akan tetapi, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menggiring rasio defisit ke 2,3%, antara lain berupa optimalisasi penerimaan, penghematan belanja kementerian/lembaga, serta realokasi dana yang semula disediakan sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi. (Kementerian Keuangan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar