Rabu, Juni 13

EQUITY_UPDATE 20120613


Market Review


Dow Jones Selasa malam ditutup naik 162 poin atau 1,31% pada 12.573 terutama atas spekulasi bahwa bank sentral Amerika akan mengambil langkah untuk menstimulasi perekonomiannya ditengah masalah ekonomi Eropa. Rencana stimulasi ekonomi ini akan diputuskan pada rapat FOMC minggu depan. Selain itu aksi beli kemarin juga dipicu oleh rilis berita bahwa ECB sudah mensahkan rencana untuk menjamin simpanan perbankan.  Investor saham masih fokus pada situasi Eropa yang kemarin juga diberi angin segar atas turunnya imbal hasil obligasi Spanyol dari tingkatan tertingginya. Hari Rabu dan Kamis, Wall Street akan menerima rilis data signifikan yaitu penjualan eceran untuk bulan Mei dan, data tenaga kerja mingguan. Diperkirakan fokus investor tetap akan ke masalah Eropa terutama menuju pemilihan umum ulang Yunani pada 17 Juni 2012.  Optimisme pada pasar saham Amerika kemarin juga menular pada perdagangan minyak dunia yang ditutup meningkat 0,75% pada USD83,32/barel.

Hari ini IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Saham pilihan INDF, KLBF, TLKM, JSMR.


News Highlights


AISA belum akan merevisi target penjualan Rp3triliun dan laba bersih Rp200miliar untuk tahun 2012 ini meskipun terjadi kenaikan harga gas.  Penjualan perseroan bidang makanan senilai Rp3triliun pada 2012 tersebut akan didorong dari peningkatan produksi dan penambahan produk baru pada 2012. Penjualan senilai Rp3triliun akan dikontribusikan dari food manufaktur senilai Rp1,5triliun, divisi beras senilai Rp1,4triliun dan sisanya palm oil. (Neraca)

AISA akan membagikan dividen Rp6,5 per lembar atau setara 15% dari laba bersih tahun buku 2011 atau dengan dividen yield 1,07%. (Neraca)

RUIS akan membagikan dividen untuk tahun buku 2011 sebesar Rp4 per saham atau dengan dividen yield 1,6%. (Neraca)

AMRT akan membagikan dividen tahun buku 2011 senilai Rp47 per saham atau dengan dividen yield 0,96%. (Neraca)

Bank Indonesia mempertahankan BI rate di 5,75% kemarin. Tingkat bunga saat ini dipandang konsisten dengan inflasi ke depan, yang diperkirakan akan berada di kisaran target 4,5%±1% pada 2012 dan 2013. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,3%–6,7% tahun ini, namun dengan risiko bias ke batas bawah. (BI)

Komentar: Pandangan bank sentral mengenai inflasi tampak melunak dibanding pada Maret, April, dan Mei lalu. Misalnya, tidak seperti pada bulan-bulan sebelumnya, inflasi dikatakan akan tetap rendah. Pada statement kebijakan moneternya, BI juga mencabut pandangannya mengenai kebutuhan untuk menaikkan bunga instrumen operasi moneter dan menyedot likuiditas. Meski demikian, BI mempertahankan kewaspadaannya mengenai ekspektasi inflasi, terkait dengan depresiasi rupiah belakangan ini. Sama dengan BI, kami juga memandang bahwa inflasi akan tetap rendah dan sesuai sasaran (perkiraan terbaru kami di 4,46% pada 2012 dan 5,07% pada 2013). Dengan juga mempertimbangkan kebutuhan untuk menstimulasi ekonomi domestik di tengah kondisi global yang lemah, proyeksi inflasi itu menunjukkan bahwa suku bunga di posisi sekarang masih tepat. Kami memperkirakan BI rate bertahan di 5,75% sampai akhir tahun ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar