Market Review
Panik jual melanda pasar saham kemarin. Bursa Eropa dan New York anjlok antara 3%-5% dengan volume yang cukup tinggi, menandakan panik jual. IHSG turut terseret turun hingga hampir 9%.
Harga komoditas turut anjlok dengan kondisi panik jual ini. Kami melihat aksi jual masih terjadi di hari ini. Investor lebih baik hanya mengkoleksi emiten sektor defensive seperti TLKM, JSMR, ISAT, ASRI.
WTI USD 80 Turun -USD 5.49
CPO USD 1,033 Turun -USD 22.50
Nickel USD 18,855 Turun -USD 1,519.00
Tin USD 19,776 Turun -USD 1,815.00
Gold USD 1,740 Turun -USD 42.22
Coal USD 124 Turun -USD 0.45
TLKM USD 30 Turun -USD 2.14
ISAT USD 29 Turun -USD 1.05
Ringkasan Berita & Komentar
GCK Group, perusahaan infrastruktur asal India, mengincar sebagian saham di tambang batubara milik PT Kideco Jaya Agung, produsen batubara terbesar ketiga di Indonesia yang merupakan patungan antara INDY (46%), Samtan Co Ltd (49%) dan PT Muji Inti Utama (5%). Kideco memiliki kapasitas produksi batubara sebanyak 29,1 juta pada 2010 dan ditargetkan naik menjadi 31 juta ton.
BNBR berencana melunasi utang sekitar Rp 5,5-6 triliun hingga akhir 2012 sehingga total hutang akan turun menjadi Rp 3-3,5 triliun. Untuk melakukannnya perseroan akan menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun, disamping itu perseroan juga akan melakukan IPO untuk dua anak usahanya yaitu PT Bakrie Building Industries dan PT Bakrie Tosanjaya dengan target dana raupan mencapai Rp 1 triliun.
JAWA meningkatkan investasinya sebesar Rp 200 miliar menjadi Rp 1,7 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas lahan perkebunan hingga lima tahun mendatang. Perseroan membidik lahan seluas 200 ribu ha pada 2016 dimana saat ini lahan perseroan mencapai 68 ribu ha.
PT Prima Java Kreasi atau yang lebih dikenal dengan Big Daddy Entertainment Group akan melaksanakan IPO pada kuartal IV-2011 dengan melepas 35% saham ke publik dan target dana sebesar Rp 300 miliar. Perseroan akan membiayai dana hasil IPO untuk membiayai ekspansi usaha dan modal kerja.
MTLA membukukan marketing sales sebesar Rp 313 miliar hingga Augustus 2011, melampaui target awal sebesar Rp 247 miliar. Perseroan menargetkan Rp 390 miliar hingga akhir tahun.
PLN telah menandatangani program emisi surat utang global jangka menengah senilai US$ 2 miliar. Obligasi tersebut mendapatkan rating Ba1 dari Moody’s dan BB+ dari Fitch.
Tuscany Investment Group Ltd berencana menggelar penawaran tender offer atas sisa saham publik PT Apexindo Pratama Duta sebesar 0,28%. Tuscany juga berencana mencatatkan kembali saham Apexindo setelah itu.
RALS menyiapkan belanja modal 2012 senilai Rp 200-250 miliar yang bersumber dari kas perseroan. Belanja tersebut akan dialokasikan untuk membangun 6-8 outlet di Jawa dan Luar Jawa.
AMAG dan CFIN, perusahaan pembiayaan dan asuransi dari Grup Panin, menurunkan target penerbitan saham baru atau rights issue senilai Rp188,98 miliar. AMAG menurunkan target penawaran HMETD menjadi Rp215,49 miliar dengan menurunkan harga eksekusi rights issue menjadi Rp150 dari semula Rp200. Sedangkan rights issue CFIN dilakukan dengan menerbitkan sebanyak 1,17 miliar saham baru senilai Rp400 dengan nilai nominal Rp250 dengan target dana turun menjadi Rp468,59 miliar.
JPFA mencetak penjualan bersih sebesar Rp 7,82 triliun, tumbuh 16,86% dari hasil di semester I-2011 yang sebesar Rp 6,69 triliun. Kontribusi penjualan terbesar tersebut berasal dari penjualan segmen pakan ternak dengan nilai Rp 5,18 triliun, atau 66,23% dari total penjualan. Sedangkan segmen penjualan menyumbang 16,2% dari total penjualan. Disamping itu, JPFA tengah menyelesasikan pembangunan dua pabrik pakan ternak di Purwakarta, Jawa barat dan Jawa Tengah dengan total investasi sebesar Rp 250 miliar. Pabrik pakan tersebut akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini dan diharapkan dapat meningkatkan penjualan hingga 15%.
CSAP tengah menjajaki pinjaman dari Bank BCA untuk kebutuhan capex yang dialokasikan Rp 60 miliar tahun ini. Saat ini CSAP memiliki 18 gerai yang tersebar di Jawa, Bali, SUmatera,dan Sulawesi. CSAP menargetkan bisa memiliki Gerai Mitra10 sebanyak 20 unit di 2013.
BI melakukan pembelian SUN sebesar Rp 1,74 triliun kemarin untuk menahan penurunan harga SUN akibat guncangan di sektor finansial global.
Data Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menunjukkan jumlah kepemilikan investor asing pada SUN mencapai Rp 233,49 triliun hingga 20 September 2011, turun dari Rp 236,85 triliun pada 16 September 2011. Jumlah ini mewakili 33,5% dari keseluruhan SUN yang diterbitkan oleh pemerintah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar