Market Review
Pasar saham masih saja belum mampu pulih karena belum ada sentimen positif yang memadai. Hasil dari FOMC adalah bank sentral Amerika akan menyediakan dana US$ 400miliar untuk membeli Gov bond dengan tenor jangka panjang. Namun, Fed Reserve memiliki pandangan ekonomi Amerika dan angka pengangguran masih belum membaik.
Dow Jones anjlok 284poin (2,5%). Prospek pasar saham cukup muram dengan kondisi ini. Kami menyarankan investor untuk wait and see pada saat ini.
Ringkasan Berita & Komentar
ADRO menyiapkan dana sekitar US$ 230 juta untuk mendanai 34% saham proyek PLTU berkapasitas 2x1.000 MW di Pemalang, Jawa Tengah. Perseroan membentuk konsorium bersama J-Power dan Itochu di proyek senilai US$ 3-3.5 miliar tersebut dimana ekuitas disetor konsorium senilai US$ 600-700 juta sedangkan sisanya dibiayai JBIC.
KBRI menganggarkan dana Rp 700 miliar untuk mengembangkan HTI seluas 100 ribu hektare dalam tujuh tahun kedepan. Saat ini perseroan telah menanam 2.000 ha pohon akasia di total lahan seluas 100 ribu ha. Perseroan juga segera menyelesaikan pembangunan mesin kertas II berkapasitas 150 ribu ton yang akan menambah kapasitas menjadi 26 ribu ton per tahun. Perseroan juga akan menerbitkan non-HMETD sebesar 8.9% saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 51,92 miliar.
UNTR menargetkan produksi batubara tahun depan mencapai 7 juta ton. Saat ini perseroan memiliki total cadangan batubara sebesar 300 juta ton. Perseroan berencana untuk menambah cadangan batubara hingga 500 juta ton dalam dua tahun kedepan.
BPFI mengkaji penawaran umum terbatas dengan melepas 15-20% saham pada 2012. Aksi tersebut akan menambah kepemilikan saham publik menjadi 25% dari saat ini 5,2%.
ALMI berencana mengakuisisi pabrik aluminium di Fujian, RRC. Perseroan menyiapkan dana sebesar US$ 170 juta untuk proses akuisisi tersebut. Sebelumnya perseroan telah memiliki perusahaan di Fujian yakni Southern Aluminium Industry Co Ltd yang memproduksi aluminium gulungan dengan kapasitas produksi 9.000 metrik ton per bulan.
Laba bersih MTLA melonjak 183,61% menjadi Rp63,19 miliar dibanding periode sama tahun 2010, seiring dengan pendapatan yang tumbuh 71,75% menjadi Rp245,85 miliar. Kenaikan pendapatan pada semester I/2011 ini terutama didukung oleh naiknya penjualan marketing untuk kawasan residensial Metland Menteng dan Metland Tambun pada tahun lalu. Penjualan marketing residensial hingga Agustus 2011 telah mencapai Rp313 miliar. Target penjualan marketing residensial yang ditetapkan perseroan hingga akhir tahun 2011 mencapai Rp390 miliar.
Laba bersih MBAI turun 81% menjadi Rp11,79 miliar pada semester I/2011 dibandingkan periode sama tahun 2010. Laba bersih per saham juga turun 81% menjadi Rp157. Kendati demikian penjualan meningkat 10,3% menjadi Rp768,10 miliar. Penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh naiknya beban pokok penjualan sebesar 18,9% menjadi Rp595,97 miliar. Selain itu perseroan menanggung kenaikan beban bunga dan kerugian selisih kurs masing-masing sebesar Rp16,01 miliar dan Rp156 juta.
IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2012 sebesar 6,3%, di bawah target pemerintah 6,7%, akibat perlambatan ekspor. Namun, lembaga keuangan internasional ini menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 6,4%, dari prediksi sebelumnya 6,2%. Proyeksi pertumbuhan 2011 juga masih lebih rendah dibandingkan target pemerintah yang sebesar 6,5%.
BI memperkirakan neraca transaksi barang dan jasa akan mengalami defisit seiring semakin deras impor untuk mendukung perekonomian. Defisit ini diperkirakan terjadi paling cepat pada kuartal III dan IV 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar