Selasa, September 20

EQUITY_UPDATE 20110920

Market Review


Awan gelap kembali menyerbu pasar modal, setelah pada akhir pekan lalu negara-negara Eropa gagal untuk sepakat menyelamatkan Yunani dari kebangkrutan. Berita negatif juga datang dari S&P yang menurunkan rating Itali menjadi à dari A+, dengan outlook negatif.

Bursa Eropa anjlok hingga 3% dan Dow Jones melemah hampir 1% (108poin), ditutup pada 11404. Bursa Asia tak pelak lagi akan melemah dan IHSG berpeluang jatuh lebih dalam lagi pada hari ini. Kami menyarankan investor untuk memantau berita-berita dari Eropa dan menunggu masuknya berita positif sebelum kembali melakukan akumulasi.


Ringkasan Berita & Komentar


BUMI berniat melepas 20,85 miliar saham setara 75,1% kepemilikannya BRMS. Pembelinya dalah Bumi Plc, pemilik BUMI yang melantai di Bursa Inggris. BUMI melego saham BRMS senilai Rp 840 per saham, dengan nilai total mencapai Rp 17,52 triliun. Harga ini lebih tinggi 16,92% dari rata-rata harag tertinggi BRMS selama 90 hari.

ANTM akan menerbitkan obligasi Rupiah yang akan digunakan untuk pengembangan usaha. ANTM setidaknya membutuhkan dana sebesar US$ 350 juta untuk membangun pabrik Feronikel yang berlokasi di Halmahera Timur. ANTM menargetkan pabrik itu bisa memproduksi 27.000 ton nikel per tahun. ANTM berencana akan menerbitkan obligasi secaa bertahap. Nilai obligasi yang diterbitkan ditahap pertamaberkisar US$ 150 juta.

IMAS mengeluarkan Rp296,45 miliar untuk menambah porsi kepemilikan pada PT IMG Sejahtera Langgeng dari sebelumnya 75% menjadi 99,5% dengan membeli saham dari PT Lintas Sejahtera Langgeng, Anthoni Salim, dan PT Tritunggal Intipermata. Alasan peningkatan kepemilikan atas PT IMG Sejahtera Langgeng adalah meningkatkan laba bersih konsolidasi perseroan, seiring meningkatnya kontribusi laba bersih konsolidasi IMG Sejahtera Langgeng di masa mendatang.

PT Solusi Tunas Pratama Tbk, penyedia jasa penyewaan menara telekomunikasi independen, mengincar Rp300 miliar dari proses penawaran umum perdana atau IPO. Perseroan akan melepas 100 juta saham ke publik atau 16,7% saham dengan rencana pencatatan di Bursa Efek Jakarta pada 11 Oktober 2011. Masa penawaran awal mulai kemarin hingga 27 September 2011, tanggal 29 September, dan masa penawaran 3 Oktober - 5 oktober 2011. Perseroan akan mengalokasikan 50% dana hasil IPO untuk memperluas bisnis melalui sejumlah aksi akuisisi. Sisanya sebesar 35% akan digunakan untuk pembangunan menara dan 15% untuk modal kerja.

TRIO menjajaki rencana rights issue pada semester I-2012 untuk meningkatkan likuiditas saham perseroan di pasar saham. Saat ini kepemilikan saham publik hanya sebesar 11,25%.

WEHA akan menunjuk penjamin emisi obligasi senilai Rp 150 miliar pada Oktober 2011. Dana hasil obligasi akan digunakan untuk ekspansi bisnis. Perseroan berencana untuk menambah 30 unit intercity shuttle dan 150 unit limousine car rental tahun ini. Saat ini perseroan memiliki 301 bus charter, 200 executive taxi, 100 intercity shuttle dan 26 limousine car.

CPIN akan menandatangani fasilitas pinjaman sindikasi senilai US$ 250 juta pada 26 September 2011. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk melunasi hutang dan menambah belanja modal tahun ini sebesar Rp 1,5 triilun.

BBCA resmi membeli 75% saham PT Dinamika Usaha Jaya, perusahaan sekuritas yang dimiliki unit usaha Djarum dengan nilai transaksi sebesar Rp 189 miliar.

KRAS akan menggarap bisnis tambang bijih besi dan batubara kokas melalui anak usahanya PT Krakatau Natural Resources.

Pelindo II berencana menerbitkan obligasi senilai lebih dari Rp 1 triliun pada 2012. Dana tersebut akan digunakan untuk rencana ekspansi usaha sebesar Rp 5 triliun.

FREN merealisasikan belanja modal sebesar US$ 100 juta hingga pertengahan kuartal II-2011, jumlah tersebut hanya sekitar 30% dari total capex 2011-2012 senilai US$ 350 juta. 95% dana tersebut dialokasikan untuk membangun 4.500 menara BTS.

OKAS menjajaki akuisisi dua tambang batubara di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan. Perseroan menyiapkan dana US$ 30 juta atau sekitar Rp 260 miliar. Tambang tersebut memiliki cadangan sebanyak 10-30 juta ton dan sudah mencapai tahap eksplorasi.

SMRA membukukan laba bersih sebesar Rp 230 miliar hingga Agustus 2011, atau sekitar 76% dari target laba bersih tahun ini sebesar Rp 300 miliar. Hingga semester I-2011 perseroan menyerap belanja modal sebesar Rp 800 miliar atau sekitar 53% dari total capex 2011 senilai Rp 1,5 triliun.

PTBA akan meningkatkan kepemilikan saham pada PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) menjadi 30% pada kuartal IV-2011 dengan dana sebesar Rp 400 miliar. BATR juga akan menarik pinjaman sebesar US$ 500 juta.

BI memandang sentimen negatif di pasar keuangan global hanya memberikan tekanan yang besar hanya pada pasar saham dan pasar obligasi pemerintah. Meski demikian, bank sentral tidak melihat tekanan di pasar uang domestik, yang dinilainya masih cukup aman dan likuid.

Pemerintah segera akan mengumumkan besaran kenaikan 10 tarif jalan tol yang berlaku mulai bulan ini. Ada 3 ruas tol yang dibatalkan kenaikannya karena kondisinya tidak layak.

Setelah melakukan lobi hingga 2 jam sehingga membuat rapat molor, Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Komisi XI DPR menyepakati kenaikan target pendapatan dan hibah negara sebesar Rp 5 triliun menjadi Rp 1.297,2 triliun pada 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar