Senin, September 19

EQUITY_UPDATE 20110919

Market Review


Pekan lalu bursa saham sedikit bernafas lega setelah Jerman dan Prancis sepakat untuk membantu Yunani mengatasi hutangnya. Bank sentral Eropa juga memiliki opsi untuk menerbitkan surat hutang Eropa yang akan membantu hutang-hutang negara-negara Eropa yang bermasalah. Dow Jones menguat hampir 5% Wow dan FTSE hampir 3% Wow.

Sementara IHSG bergerak berlawanan arah dengan membukukan penurunan 4,1% WoW, yang disebabkan oleh keluarnya investor asing dari pasar modal Indonesia. Rupiah melemah hingga Rp 8.900/1 US$. Bank Indonesia memiliki pandangan bahwa inflasi tahun 2012 akan menurun, dan bersiap-siap dengan kebijakan loosening yaitu menurunkan tingkat bunga. Hal ini memicu aksi jual dari investor asing dan melemahkan mata uang Rupiah.

Aksi jual kami perkirakan masih berpotensi melanda IHSG. Pasar saham masih berpotensi bergerak volatile, walaupun saat ini berita positif datang dari Eropa. Pada tanggal 20-21 September, Federal Reserve akan melakukan pertemuan rutin nya dan investor sangat berharap, bank sentral Amerika tersebut akan mengumumkan kebijakan yang nyata untuk monetary loosening. Reaksi positif atau negatif dari investor akan menentukan arah pergerakan harga saham di pekan ini, menurut kami. Kami sarankan untuk menunggu dan saham pilihan di saat seperti ini adalah AALI, HRUM, JSMR, CMNP, TLKM.


Ringkasan Berita & Komentar


INTA berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 1,3 triliun pada kuartal I-2012. Dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan alat berat anak usaha perseroan, PT Intan Baruprana Finance. Disisi lain perseroan berencana mambuka lima kantor cabang di Sulawesi pada 2012 dengan investasi sekitar US$ 15 juta.

ADHI bersama Goldstar akan meneken kontrak EPC proyek RFCC Pertamina dengan nilai kontrak sebesar US$ 931,48 juta atau sekitar 8 triliun. Perseroan akan memegang 30% kepemilikian dalam proyek tersebut.

PT Apexindo Pratama Duta siap mencatatkan kembali sahamnya di bursa setelah sebelumnya delisting pada April 2009. Saat ini perseroan telah dimiliki oleh manajer investasi Tuscany Investment Group.

IMAS mulai tahun ini masuk ke bisnis kontraktor tambang batubara melalui anak usahanya PT Prima Sarana Gemilang (PSG). PSG tengah menggarap tambang milik PT Nusantara Berau Coal di Kalimantan Timur yang merupakan unit usaha Group Salim.

KPIG berencana membangun resort berskala internasional di kawasan Indonesia Timur seluas 300 ha dengan nilai investasi sekitar Rp 3-5 triliun. Perseroan juga tengah menjajaki pembangunan taman rekreasi seluas 100-200 ha yang ditargetkan selesai pada 2013.

FAST berencana membuka 20 gerai pada 2012 dengan dana sebesar Rp 200 miliar. Perseroan akan memanfaatkan dana emisi oligasi sebesar Rp 200 miliar yang ditawarkan dengan nilai kupon 9-9,8% per tahun.

MAPI membayar bungan obligasi I-2009 dan cicilan fee sukuk ijarah I-2009 sebesar Rp 11,27 miliar. Perseroan berencana meningkatkan capex sebesar Rp 50 miliar dari target awal menjadi Rp 400 miliar untuk merealisasikan target pemilikan gerai hingga lebih dari 1,000 toko.

TLKM akan menunjuk dua penasehat asing untuk memfasilitasi buyback saham Telkomsel dari SingTel. Saat ini Singtel menguasai 35% saham Telkomsel.

PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI), anak usaha PTBA, meraih pinjaman sebesar US$ 219,7 juta atau Rp 1,89 triliun dari Bank BNI. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan PLTU mulut tambang Banjarsari berkapasitas 2x10 MW di Sumatera Selatan. BPI menggandeng mitra dalam proyek tersebut dengan kepemilikan sebesar 41%.

ADB menyatakan Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang akan mengalami penurunan inflasi pada 2011 dan 2012. Tahun ini, inflasi Indonesia diperkirakan hanya 5,6%, lebih rendah dari prediksi ADB sebelumnya 6,3%, meskipun melebihi asumsi yang ditetapkan pemerintah sebesar 5,56%.

Kementerian Keuangan dan BI masih menghitung besaran bunga dalam kajian atas kemungkinan konversi surat utang non tradable senilai Rp 250 triliun agar dapat digunakan sebagai instrumen moneter bank sentral.

Pemerintah dan DPR menyepakati empat asumsi makro RAPBN 2012, yaitu pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, dan suku bunga rata-rata SPN tiga bulan masing-masing sebesar 6,7%, 5,3%, Rp/US$ 8.800, dan 6,4%.

Pemerintah memprediksi potensi pembalikan arus modal asing dengan cepat (sudden reversal) dari Indonesia dalam jangka pendek akibat kekhawatiran gagal bayar (default) utang Yunani sangat kecil. Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, mengatakan Indonesia masih menjadi bagian dari negara tujuan investor untuk menempatkan dana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar