Market Review
Berita positif dari Eropa masih berdatangan dan membuat bursa Eropa dan New York bergairah. Bank sentral Eropa akan meminjamkan US dolar kepada bank-bank di benua Eropa dalam rangka untuk menangani kesulitan pinjaman antar bank yang terjadi di Eropa. Berita ini membuat mata uang Euro menguat.
Data ekonomi Amerika yang diumumkan semalam, seperti angka pengangguran yang naik, inflasi yang naik dan indeks aktifitas manufaktur yang menurun, menunjukkan ekonomi Amerika masih melemah. Namun investor terbawa sentimen positif dari Eropa. Dow menguat 186 poin, ditutup pada 11433.
IHSG yang bergerak anomali selama 2 hari berturut-turut, yang ditandai dengan keluarnya investor asing dari SUN, pasar saham. Bank Indonesia yang akan menurunkan tingkat bunga mendapat reaksi negatif dari investor asing. Aksi jual kami perkirakan masih melanda IHSG. Kami sarankan investor untuk menunggu dan saham pilihan di saat seperti ini adalah AALI, HRUM, JSMR, CMNP, TLKM.
Ringkasan Berita & Komentar
META akan mengakuisisi perusahaan air minum pada Oktober atau November 2011 dengan nilai transaksi mencapai Rp500 miliar. Langkah tersebut sejalan dengan ambisi perseroan untuk menjadi perusahaan air minum terdepan di Indonesia dalam lima tahun mendatang. Manajemen juga berniat untuk me-refinancing pinjaman sebesar Rp740 miliar untuk memangkas beban bunga sekitar Rp25 miliar.
EXCL akan mencari utang sebesar Rp10 triliun untuk tiga tahun mendatang. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi usaha dan pembayaran hutang. Perseroan akan menambah belanja modal tahun seebesar US$300 juta untuk menggarap pasar layanan data pada semester II-2011 sehingga total capex naik dari rencana awal US$550 juta menjadi US$850 juta.
JSMR berencana menerbitkan obligasi pada semesar I-2012 dengan target perolehan dana lebih dari satu triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi hutang dan membiayai ekspansi usaha.
TINS menargetkan produksi timah solder naik mencapai 1,000 ton per tahun pada 2012, atau naik dua kali dari proyeksi tahun ini. Target produksi baru mencapai 50% dari kapasitas terpasang.
LPKR akan membagikan dividen final Rp100 miliar atau Rp4,33 per saham untuk tahun buku 2010 dengan demikian total dividen tahun 2010 mencapai Rp150 miliar atau Rp7,21 per saham.
SCMA akan membagikan dividen interim sebesar Rp390 miliar atau Rp205 per saham untuk tahun buku 2011.
TGKA berencana membangun stasiun pengisian bahan bakar gas di Surabaya pada Januari 2012 dengan total dana sebesar Rp35 miliar.
UNSP mendapatkan tambahan dua bank dalam pinjaman sindikasi sebesar US$250 juta. Dana tersebut akan dipakai untuk refinance hutang sebesar US$ 185 juta dan sisanya untuk pembayaran hutang anak perusahaan dan modal kerja masing-masing sebesar US$30 juta.
TOTL memperkirakan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga kuartal II/2011 sebesar 25% dibandingkan dengan periode sama 2010. Sehingga perseroan berpotensi meraup pendapatan dan laba bersih masing-masing Rp1,33 triliun dan Rp66,76 miliar. Adapun pendapatan dan laba bersih yang dipatok perseroan tahun ini masing-masing sebesar Rp 1,7 triliun dan Rp100 miliar.
APLN mengakuisisi 80% saham PT Alam Hijau Teduh senilai Rp56 miliar. PT Alam Hijau Teduh saat ini memiliki lahan seluas 2 hektare di daerah Jakarta Barat yang akan dibangun sebagai kawasan terintegrasi (mixed use). APLN berencana membangun 2.000 unit apartemen di dalam kompleks tersebut dan akan mulai melakukan penjualan mulai tahun depan. Dana akuisisi berasal dari penerbitan obligasi senilai Rp1,2 triliun pada Agustus lalu. Perseroan masih akan mengakuisisi satu atau dua perusahaan lagi menggunakan dana dari hasil penerbitan obligasi.
BRPT telah menandatangani perjanjian fasilitas pembiayaan kepada anak usahanya PT Petrogas Pantai Madura sebesar US$580.000 atau setara Rp4,99 miliar. Fasilitas pinjaman tersebut berjangka 2 tahun untuk membiayai modal kerja Petrogas yang saat ini memiliki 10% hak kelola di Madura Offshore.
ADB menyatakan Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang akan mengalami penurunan inflasi pada 2011 dan 2012. Tahun ini, inflasi Indonesia diperkirakan hanya 5,6%, lebih rendah dari prediksi ADB sebelumnya 6,3%, meskipun melebihi asumsi yang ditetapkan pemerintah sebesar 5,56%.
Kementerian Keuangan dan BI masih menghitung besaran bunga dalam kajian atas kemungkinan konversi surat utang non tradable senilai Rp250 triliun agar dapat digunakan sebagai instrumen moneter bank sentral.
Pemerintah dan DPR menyepakati empat asumsi makro RAPBN 2012, yaitu pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, dan suku bunga rata-rata SPN tiga bulan masing-masing sebesar 6,7%, 5,3%, Rp/US$ 8.800, dan 6,4%.
Pemerintah memprediksi potensi pembalikan arus modal asing dengan cepat (sudden reversal) dari Indonesia dalam jangka pendek akibat kekhawatiran gagal bayar (default) utang Yunani sangat kecil. Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, mengatakan Indonesia masih menjadi bagian dari negara tujuan investor untuk menempatkan dana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar