Rabu, September 14

EQUITY_UPDATE 20110914 (Revised)

Market Review


Fokus investor masih tertuju pada benua Eropa dan terdapat sentimen positif dari conference call yang akan diadakan oleh perdana menteri Yunani dengan Kanselor Jerman dan Presiden Prancis pada hari ini. Perlu diingat bahwa sebagian hutang Yunani akan jatuh tempo besok, tanggal 15 September. Berita positif datang juga dari negara-negera BRICS (Brazil,Rusia,India,China) yang berniat untuk menambah porsi surat hutang benua Eropa pada portfolio negara-negara BRICS, supaya krisis Eropa dapat reda.

Bursa New York semalam ditutup naik tipis, dengan Dow Jones naik 45 poin (0,4%) ditutup pada 11105. Bursa Asia pagi ini dibuka mixed dan cenderung waspada, menunggu hasil conference call Yunani dengan Jerman dan Prancis.

IHSG yang kemarin bergerak mixed, kami perkirakan akan melanjutkan pola yang sama di hari ini. Kami merekomendasikan trading dengan saham pilihan ISAT, TLKM, ASRI, BSDE, INDF.


Company Focus


Kinerja 1H11 PGAS yang lebih rendah dari estimasi konsensus dan pernyataan ketua regulator BP Migas bahwa PGAS harus menelaah kembali kontrak pembelian gas terdahulu yang terjadi pada harga rendah, telah menimbulkan aksi jual signifikan atas saham emiten PGAS. Paska rilis kinerja 1H11, kami menelaah ulang estimasi kami atas saham PGAS untuk memperhitungkan volume distribusi yang lebih rendah, dan menyesuaikan harga pembelian gas dan biaya operasi yang lebih tinggi. Dengan WACC 11,2% dan LTG 2% kami mendapatkan nilai wajar atas saham sebesar Rp3,600/saham (lebih rendah dari target harga sebelumnya Rp4,700) atau 28% lebih tinggi dari harga penutupan kemarin.

Sementara itu, minggu lalu, regulator BP Migas kembali menyatakan bahwa harga jual gas PGAS terdahulu harus sudah disesuaikan sebelum akhir tahun ini. Hal ini mengindikasikan bahwa masalah ini akan segera diselesaikan dengan kejelasan mengenai perlakuan peningkatan harga beli tersebut pada sisi PGAS (pandangan kami, PGAS akan mengiringinya dengan peningkatan parsial harga jualnya). Mengingat, saat ini, belum ada kejelasan seberapa jauh dampak kenaikan harga gas tersebut atas profitabilitas PGAS, kami merevisi turun rekomendasi BELI kami atas saham PGAS dari BUY menjadi HOLD dengan target harga Rp3,600/saham.




Ringkasan Berita & Komentar


Mitratel, anak usaha TLKM, menargetkan bisa memiliki 2.500 menara sebelum melakukan IPO. Per Juli lalu, perusahaan ini baru memiliki sekitar 1.000 unit menara. Diakhir tahun ini, jumlah menara Mitratel diperkirakan mencapai 2.000 unit menara.

CTRA meraih pendapatan pra-penjualan atau marketing sales hingga Rp 2,2 triliun. Nilai ini juga sudah melampaui marketing sales selama 2010 sebanyak Rp 1,7 triliun. Tahun ini CTRA tengah mengembangkan sebelas proyek baru. Enam proyek diantaranya berada di pulau Jawa, yaitu di palembang, Jambi, Pekanbaru, Banjarmasin, Kendari, dan Denpasar. Sedang lima proyek lainnya berlokasi di Pekalongan, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.

ASGR optimis mencapai target pendapatan sebesar Rp1,8 triliun seiring dengan banyaknya proyek dari pemerintah pada kuartal IV/2011. anggaran belanja modal perseroan yang sudah terpakai sekitar 50% dari alokasi tahun ini Rp200 miliar. Capex perseroan rencananya akan digunakan untuk pengembangan usaha berupa penyewaan mesin-mesin baru sebesar Rp80 miliar-Rp90 miliar, Rp10 miliar-Rp20 miliar untuk memperkuat teknologi jangka panjang, dan Rp100 miliar untuk pengembangan anak usahanya yaitu PT Astra Graphia Information Technology (AGIT).

BEKS kembali memundurkan rencana penawaran umum terbatas (PUT) II melalui hak memesan efek terlebih dahulu sebesar Rp498 miliar. BEKS membuka harga penwaran Rp100 per saham dengan jumlah saham yang akan dilepas 4,98 miliar lembar. Dana righst issue tersebut akan digunakan untuk belanja modal termasuk penambahan jaringan operasional, lalu sisanya 31% akan digunakan untuk meningkatkan kredit kepada sektor UMKM.

Eksplorasi yang dilakukan MEDC per Agustus 2011 telah mencapai investasi sebesar US$8,63 juta, yang dilakukan di Blok Bengara PSC, Blok Rimau PSC, dan Blok South dan Central Sumatera PSC.

OKAS akan meraih komitmen pinjaman dari bank asing sebesar US$ 25 juta yang akan dipakai untuk mengakuisisi kepemilikan tambang batubara di Kalimantan Timur. Dengan demikian rencana rights issue dibatalkan.

CTRS menaikkan alokasi belanja modal sepanjang 2011 mejadi Rp 700 miliar dari semula Rp 560 miliar untuk menopang ekspansi bisnis perseroan yang memulai pryek CItraland di Denpasar tahun ini dan ditargetkan selesai dalam 18 bulan mendatang.

ASRI berencana menaikkan target dana dari rencana penerbitan obligasi menjadi Rp 2 triliun dari sebelumnya Rp 1 triliun, dana tersebut akan digunakan untuk akuisisi aset properti. Manajemen merevisi target marketing sales tahun ini menjadi Rp 2,2 – 2,5 triliun dari sebelumnya Rp 1,7 triliun.

PT Golden Energy Mines, anak usaha DSSA, menargetkan produksi batubara tahun ini naik 25-60% menjadi 6-8 jjuta ton menyusul perbaikan infrastruktur di tambang untuk menopang produksi. Perbaikan infrastruktur akan dibiayai dari penjualan saham GEMS ke GMR Infrastructure, perusahaan infrastruktur berbasis di India, melalu IPO.

MNCN telah melunasi obligasi senilai US$ 142,7 juta pada 12 September 2011.

TOTL mengantongi kontrak baru senilai Rp 1,05 triliun sampai akhir Agustus 2011 atau mencapai 58,5% dari target tahun ini sebesar Rp 1,8 triliun.

LGGP tengah menjajaki pinjaman bank sebesar Rp 600-700 miliar untuk memniayai proyek superblok di Jakarta timur. Selain pinjaman, perseroan juga mengkaji penawaran umum terbatas untuk membiayai proyek senilai Rp 2-2,5 triliun tersebut.

BIPI resemi mengakuisisi 10,3% saham BULL dengan nilai transaksi sekitar Rp 300 miliar di pasar negosiasi BEI.

MTFN, unit usaha Group Recapital, menjual 25% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways kepada BNBR, sehingga BNBR saat ini menguasai 100% ruas tol tersebut.

BI mengungkapkan posisi utang luar negeri, baik pemerintah maupun swasta, masih sangat terjaga. Kemampuan membayar kembali terutama untuk utang swasta sangat jauh dari kemungkinan gagal bayar.

BI akan melonggarkan kebijakan moneter. Perry Warjiyo, Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, mengatakan sinyal pelonggaran kebijakan moneter ini sudah dilakukan ketika Bank Indonesia menurunkan batas koridor bawah bunga pasar uang antarbank (PUAB) pada pekan lalu sebesar 25 bps. Selain itu, indikator bunga kebijakan moneter juga menunjukkan arah pergerakan ke bawah.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi pada 2012 mencapai Rp 2.855,6 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 6,7%. Menteri Perencanaan Pembanguanan Nasional Armida Alisjahbana mengatakan perkiraan kebutuhan investasi 2012 yang ditetapkan lebih tinggi dari target tahun 2011 yang sebesar Rp 2.458,6 triliun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar