Market Review
Bursa saham dunia pagi ini sedikit bernafas lega setelah China dikabarkan akan membeli surat hutang negara Itali. Namun demikian, sentimen negatif masih membayangi terutama dari Eropa. Bank-bank Prancis terancam penurunan rating dari Moody’s dan batas jatuh tempo hutang negara Yunani semakin mendekati.
Dow Jones berhasil naik 0,63% atau 69 poin ditutup pada 11061. Bursa Asia pagi ini dibuka menguat tipis, namun menurut kami rawan profit taking. IHSG yang kemarin anjlok signifikan masih rawan profit taking. Kami menyarankan investor untuk wait and see.
Ringkasan Berita & Komentar
SMGR mengalokasikan Rp 1 triliun untuk mengakuisisi tambang batubara. Dana akuisisi tersebut akan diambil dari 50% kas internal dan sisanya berasal dari pinjaman bank dan penerbitan obligasi. SMGR mengincar tambang yang memiliki batubara berkadar 5.000 kalori. Selain itu, tambang tersebut minimal memiliki umurt ekonomis 5-10 tahun. Akuisisi batubara tersebut bertujuan untuk menutupi kebutuhan batubara SMGR yang terus meningkat. Tahun ini SMGR membutuhkan batubara sebesar 3 juta ton per tahun.
TLKM berniat mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan media. TLKM membutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun untuk akuisisi yang akan dilakukan tahun depan tersebut. Selain itu, TLKM tengah proses untuk mengakuisisi CamGSM, perusahaan telekomunikasi Kamboja, dengan nilai akuisisi sekitar Rp 2 triliun.
ANTM berencana menerbitkan obligasi minimal senilai US$ 150 juta pada November mendatang. Penerbitan obligasi ini merupakan tahap pertama dari serangkaian penerbitan obligasi ANTM senilai total US$ 350 juta. Dana hasil obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek Feronikel Halmahera Timur (FeNi Haltim). Nilai proyek tersebut mencapai US$ 1,6 miliar. FeNi Haltim ini dirancang memiliki kapasitas produksi 27.000 ton nikel danalm Feronikel per tahun.
PT Prima Java Kreasi atau lebih dikenal Big Daddy Entertainment Group berencana melepas 35% saham melalui penawaran umum perdana tahun ini. Perusahaan yang bergerak dibidang promotor pertunjukan tersebut mengincar dana Rp 300 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk membangun gedung dan venue pertunjukan serta modal kerja perusahaan.
PT Shinta Utama (SU) berniat melepas 2,5% saham BSIM senilai Rp 71 miliar untuk pembayaran hutang. Dengan transaksi tersebut kepemilikan SU akan menyusut menjadi 3,6% sementara SMMA akan tetap menjadi pemegang mayoritas dengan 56,5%.
MBTO menyiapkan penawaran umum perdana saham salah satu anak usahanya PT SAI Indonesia dalam 5-8 tahun mendatang. Disamping menjadi distributor kosmetik, SAI Indonesia juga menyediakan jasa logistik untuk berbagai macam consumer goods. Pendapatan hingga akhir tahun ini ditargetkan mencapai Rp 800 miliar.
FAST mengalokasikan dana Rp136 miliar atau 68% dari dana hasil penerbitan obligasi perdananya untuk membangun 15 gerai baru. Perseroan juga akan mengalokasikan dana Rp48 miliar atau 24% dari hasil emisi untuk merenovasi sedikitnya 30 gerai dan 7% dari dana untuk memperluas sedikitnya enam gudang perseroan. Rencana tersebut tertuang dalam prospektus penerbitan surat utang senilai Rp200 miliar yang akan mulai ditawarkan besok hingga 23 September dan pencatatan di bursa dijadwalkan 7 Oktober.
AALI mengincar akuisisi lahan kawasan timur Indonesia khususnya Papua, terkait dengan rencana jangka panjang diversifikasi segmen bisnis ke industri gula. Tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal Rp1,5 triliun bagi pengembangan bisnis dan pembangunan pabrik baru. Desember tahun ini akan mulai dioperasikan dua pabrik kelapa sawit baru di Sulawesi dan Kalimantan. Total pabrik yang dimiliki perseroan sejumlah 26 jika ditambah 2 pabrik baru yang akan mulai dibangun pada awal tahun depan dengan alokasi pembangunan satu pabrik baru US$12 juta-US$15 juta.
BI optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal III 2011 akan mencapai 6,6% di tengah pelemahan pertumbuhan ekonomi global. Pertumbuhan ini akan ditopang oleh ekspor, konsumsi, dan investasi.
Kementerian Pekerjaan Umum memastikan kenaikan tarif 13 ruas tol akan terealisasi pada September ini, meskipun sampai saat ini aturan itu belum juga ditandatangani oleh Menteri Djoko Kirmanto.
Pemerintah berencana menaikkan tarif rata-rata cukai hasil tembakau pada tahun depan sebesar 12,2%. Kenaikan ini akan mendorong penerimaan cukai meningkat 6,4% dibandingkan penerimaan cukai pada APBNP 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar