Market Review
Ketakutan bahwa Yunani akan default dan mundurnya salah satu petinggi dari bank sentral Eropa membuat bursa Eropa dan New York mengalami kejatuhan di akhir pekan lalu. Sentimen ini akan berlanjut pada awal pekan ini, menurut kami. Bursa Asia sudah dibuka melemah pagi ini.
IHSG yang menguat signifikan pada pekan lalu kami lihat rawan profit taking. Emiten tambang yang pekan lalu perkasa pada IHSG, pada pekan ini berpotensi melemah, terlebih lagi harga komoditas ditutup turun pada Jumat lalu. Kami menyarankan investor untuk beralih pada emiten defensive seperti TLKM, KLBF, JSMR, INDF.
Ringkasan Berita & Komentar
ISAT dikabarkan akan menentukan pembeli 4 ribu menara telekomunikasinya dalam dua pekan kedepan. Saat ini ada tiga perusahaan yang mengajukan penawaran yaitu TBIG, PT Solusi Tunas Pratama dan TOWR. Nilai transaksi diperkirakan mencapai US$ 500 juta.
BNBR mengkaji rencana penerbitan obligasi pada kuartal IV-2011 dengan nilai maksimum mencapai Rp 1 triliun. Dana hasil emisi obligasi tersebut diharapkan untuk refinance pinjaman jangka pendek ke Credit Suisse sebesar Rp 4,7 triliun yang akan jatuh tempo pada Februari 2012.
TKIM akan mencairkan pinjaman bank sebesar US$ 50 juta paling cepat akhir kuartal III-2011 yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan mesin kertas berkapasitas 100 ribu metrik ton per tahun. Saat ini kapasitas produksi kerta perseroan mencapai 1,13 juta ton.
Bapepam-LK memberikan pernyataan pra-efektif untuk obligasi FAST dengan nilai sebesar Rp 200 miliar. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai ekspansi gerai tahun ini sebanyak 20-30 gerai baru dengan total belanja modal Rp 290 miliar.
ELTY tengah memfinalisasi dua calon pengganti Limitless LLC di proyek Rasuna Epicentrum pada akhir September atau awal Oktober 2011. Kedua investor lokal dan asing tersebut siap berinvestasi sebesar US$ 120 juta.
AISA mengakuisisipabrik dan merek beras Ayam Jago serta 10 merek beras lainnya milik PT Alam Makmur Sembada, salah satu perusahaan penghasil beras modern terbesar di Indonesia, dengan nilai total akuisisi sebesar Rp 170 miliar. Pabrik tersebut berkapasitas 120 ribu ton per tahun.
Laba bersih BLTA pada semesar pertama 2011 turun 12% menjadi US$ 22,5 juta dibandingkan tahun lalu yang disebabkan menurunnya kinerja pada kuartal pertama 2011. Kuartal II-2011 dilain pihak mengalami peningkatan disebabkan naiknya tarif kapal tanker kimia sebesar 10-15% setelah persediaan tanker kimia spesial menurun dan permintaan meningkat.
JSMR mempertahankan proyeksi pendatapan tahun ini sebesar Rp 4,8 triliun, meningkat 12% dibandingkan tahun lalu, meski pemerintah telah menetapkan kenaikan tarif tol 8-12% pada 28 September 2011. Hal tersebut dikarenakan penyesuaian tarif dilakukan secara berkala.
SMSM menargetkan penjualan tahun depan sebesar Rp 2,08 triliun atau meningkat 15% dibandingkan proyeksi tahun ini Rp 1,8 triliun. Peningkatan tersebut ditopang oleh bisnis komponen otomotif berupa filter dan radiator. Saat ini perseroan menjajaki pasar Timur Tengah. Perseroan juga berencana merelokasi pabrik yang berada di Kapuk, Jakarta ke Tangerang, Banten dengan total belanja modal sebesar Rp 100 miliar.
PT Cardig Aero Services berencana melepas 15% saham melalui IPO pada Oktober 2011. Perseroan bergerak dibidang jasa industri penerbangan termasuk bongkar muat, pengurusan kargo, makanan dan minuman dalam penerbangan, serta keamanan dan pemeliharanan pesawat.
CNKO memperkirakan laba bersih per kuartal III-2011 sebesar Rp 50-55 miliar atau naik 17-29% dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan tersebut seiring kenaikan penjualan ekspor serta perolehan kontrak baru pasokan batubara sebanyak 1,5 juta ton dari PLN. Pendapatan tahun ini diproyeksikan menembus Rp 1 triliun atau meningkat 30%. Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 600 miliar.
DGIK membukukan kontrak baru hingga Agustus sebesar Rp700 miliar dengan nilai buku kontrak (order book) mencapai Rp2,7 triliun. Hingga akhir tahun perseroan memproyeksikan nilai kontrak baru yang dapat diraih mencapai Rp2,2 triliun atau meningkat 10% dibandingkan pencapaian 2010. Sedangkan nilai buku kontrak, perseroan memproyeksikan Rp4,1 triliun hingga akhir tahun dengan nilai kontrak carry over tahun lalu Rp1,95 triliun.
DSSA akan melakukan pengalihan sebanyak 1,764 miliar lembar saham PT Golden Mines (GEMS) kepada GMR Infrastruktur Investment (Singapore) Ltd, Pte. Transaksi ini merupakan 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam GEMS dikurangi jumlah saham yang diperoleh GMR Singapore dalam penawaran umum GEMS. Pengambilalihan ini berlaku sejak 11 Agustus 2011 dengan perseroan sebagai pengendali GEMS menandatangani CSPA dengan GMR Singapore.
PT Bursa Efek Indonesia mencabut penghentian sementara perdagangan atas efek ICON setelah menerima revisi jadwal penggabungan usaha antara ICON dan PT Gama Wahyu Abadi. Pencabutan suspensi dilakukan pada mulai sesi pra pembukaan perdagangan Jumat, 9 September 2011 pekan lalu.
TMAS berencana menjual 11 unit kapal tahun ini. Perusahaan sudah melego enam diantaranya pada semester I-2011, dana sisanya akan dituntaskan di semester kedua. Pada semester I-2011, TMAS mermbukukan rugi bersih. Penjualan kapal tersebut ditujukan untuk efisiensi.
DPNS bakal segera melakukan eksplorasi tambang batubara miliknya yang berada di Provinsi jambi. Untuk melakukan eksplorasi, DPNS membutuhkan dana sekitar Rp 150-200 miliar. Dana itu juga dialokasikan untuk memenuhi biaya pembangunan infrastruktur pendukung pertambangan, terutama jalan. DPNS diperkirakan baru bisa melakukan produksi pada akhir 2012 atau awal 2013. Produksi di targetkan sebesar 500.000-750.000 per tahun di tahun pertama.
BI memprediksi inflasi sampai akhir tahun tetap di bawah 5%. Perry Warjiyo, Direktur Riset dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, menyatakan inflasi inti pada Agustus yang mencapai 5,15% YoY lebih didorong kenaikan harga emas. Jika emas dikeluarkan, inflasi inti pada Agustus secara year-on-year hanya sekitar 4,18%.
Tahun depan pemerintah merencanakan menyicil pokok dan bunga utang senilai Rp 170,36 triliun. Jumlah ini dinilai anggota DPR makin mengkhawatirkan karena telah membebani 12,9% total belanja pemerintah pusat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar