Market Review
Bursa Eropa mengalami kebangkitan setelah pengadilan tertinggi di Jerman mengizinkan pemerintah Jerman untuk berpartisipasi dalam menyumbang dana bailout untuk negara-negara Eropa. Sentimen ini melegakan negara-negara yang mempunyai hutang besar seperti Yunani. Bursa New York turut terpacu oleh sentimen ini dengan Dow Jones meroket 275poin ditutup pada 11414.
Para investor terpacu melakukan akumulasi pada pasar saham, terlebih lagi setelah terjadi profit taking pada emas. Pidato Obama nanti malam mengenai usulan untuk penciptaan lapangan kerja di Amerika akan menjadi katalis untuk pergerakan naik bursa di hari ini. Kami menyarankan emiten tambang dan consumer goods untuk saat ini, seperti ASII, GGRM, ITMG, PTBA, HRUM.
Ringkasan Berita & Komentar
British American Tobacco Plc (BAT) melepas 13,3% saham RMBA kepada UBS AG London dengan nilai transaksi mencapai Rp737,61 miliar, dengan demikian kepemilikan BAT di RMBA menjadi 85,5%. Transaksi tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan Bapepam tentang kewajiban refloating setelah pengambilalihan perusahaan terbuka RMBA dua tahun lalu.
ANTM segera mencairkan pinjaman 6,5 yen atau setara Rp720 miliar dari JBIC untuk membiayai proyek CGA di Tayan, Kalbar. Penarikan pinjaman tersebut merupakan penarikan awal untuk membiayai proyek senilai US$450 juta atau Rp3,8 triliun itu, dimana total pinjaman akan mencapai US$292,5 juta.
EMDE telah menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham sebesar Rp55,34 miliar atau sekitar 28% dari total dana hasil IPO pada Januari 2011. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan 6 proyek dan modal kerja perusahaan.
TBLA akan membagikan dividen interim sebesar Rp 20 per saham pada 11 Oktober 2011. Pendapatan dan laba bersih untuk semester I-2011 naik 72% dan 260%, masing-masing menjadi Rp 2,1 triliun dan Rp 311 miliar.
BUDI akan membagikan dividen interim Rp8 per saham. Hingga semester I-2011, pendapatan dan laba bersih masing-masing naik 35% dan 329% menjadi Rp1,27 triliun dan Rp73 miliar.
PTPP menyiapkan dana Rp375 miliar untuk berinvestasi dalam pembangunan ruas tol Depok-Antasari sepanjang 21,54 km. Pembebasan lahan akan dilakukan hingga 2012 sedangkan konstruksi akan dikerjakan pada 2013. Hingga Juli 2011 perseroan telah mendapat Rp5 triliun kontrak baru dimana target akhir tahun mencapai Rp16 triliun.
TRAM akan membeli obligasi konversi (CB) yang diterbitkan PT Awesome Coal (AC). Pembelian CB dari AC yang memiliki izin usaha pertambangan di Kalimantan Timur tersebut dijelaskan sebagai strategi perseroan untuk memperkuat jasa pelayaranan perkapalan terutama di segmen curah kering (dry bulk).
GPRA kembali melanjutkan negosiasi pembelian lahan seluas 14 hektare di Jatiasih, Bekasi, dan diharapkan tuntas akhir tahun ini. Perseroan berencana untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi kompleks perumahan kelas menengah atas.
MEDC melalui anak usahanya menargetkan produksi batubara sebesar 500 ribu ton tahun ini. Perseroan menargetkan untuk meningkatkan produksi batubara hingga 1 juta ton pada 2014. Dari dua lahan yang diakuisisi, perseroan memperkirakan cadangan potensial sebesar 16 juta ton sedangkan cadangan terbukti sebesar 8 juta ton.
MTLA akan membagikan dividen interim sebesar 15% dari pencapaian laba selama semester pertama tahun ini yang melonjak 300% dari pencapaian tahun lalu. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham pada rapat umum pemegang saham luar biasa tanggal 7 Oktober 2011 terkait rencana tersebut.
GJTL memutuskan untuk melepas langsung seluruh sahamnya sebesar 26,25% di PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG). Nilai pasar saat ini dari saham milik GJTL di ADMG mencapai US$80 juta. GJTL ingin fokus mengembangkan bisnis untuk menghadapi kompetisi di industri ban khususnya pasar ban untuk pabrikan (original equipment manufacturer/OEM). Perseroan tengah menargetkan menjadi pemasok bagi mobil merek Proton asal Malaysia sebesar 3.000-4.000 unit ban per bulan. Saat ini produksi ban GJTL sebesar 37% untuk pasar ekspor, OEM 13%, dan sisanya domestik.
SOBI yang telah diakuisisi oleh Cargill dari PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), membukukan laba bersih sebesar Rp35,67 miliar dalam 5 bulan pertama tahun ini. Sebesar Rp25,38 miliar dari total laba bersih itu diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan sisanya Rp10,29 miliar untuk kepentingan nonpengendali. Sejak diakuisisi SOBI mengubah periodisasi penyusunan laporan keuangan menjadi 1 Juni-31 Mei tahun berikutnya,menyesuaikan dengan induk perusahaannya.
WEHA berniat menerbitkan obligasi sebesar Rp150 miliar yang dijadualkan berlangsung antara Oktober dan November nanti. WEHA berencana menggunakan dana hasil penerbitan obligasi ini untuk menambah jumlah armada dan sebagian lagi untuk modal kerja.
POLY menganggarkan capex sebesar US$23 juta tahun ini yang akan dialokasikan untuk membiayai peningkatan kapasitas produksi fiber dari kisaran 144.000-148.000 ton per tahun menjadi 190.000 per tahun di 2012 nanti. Selain itu, POLY juga menggunakan belanja modal untuk penghematan usaha dan pengembangan produk-produk khusus (specialty products), seperti kain kebutuhan khusus. Kebutuhan capex akan dipenuhi dari dana pemegang saham, yakni Damiano. Saat ini Damiano sudah mengucurkan US$15 juta, atau setara 30% total capex.
Rapat Dewan Gubernur BI untuk menentukan bunga acuan BI rate satu bulan ke depan akan berlangsung siang ini. Data hingga Agustus lalu menunjukkan bahwa momen Idul Fitri, kenaikan harga emas global, dan puncak aktivitas tahun ajaran mampu mengangkat inflasi dari 0,67% MoM (4,61% YoY) menjadi 0,93% MoM (4,79% YoY). Meski demikian, inflasi pada bulan September diperkirakan akan turun saat faktor Idul Fitri akan cenderung menghilang dan efek inflasi pada sektor pendidikan juga akan memudar. Memandang hal tersebut, kami menduga Bank Indonesia akan tetap mempertahankan bunga acuannya di level 6,75%. Perkiraan kami itu sama dengan estimasi ekonom lain yang disurvei Bloomberg.
Peringkat daya saing global (global competitiveness ranking) Indonesia pada 2011-2012 turun dua tingkat menjadi 46. Di kawasan Asia, meskipun termasuk negara dengan performa terbaik, Indonesia masih tertinggal dibanding Malaysia dan China
Tidak ada komentar:
Posting Komentar